Salam Milis,
Dari membaca berita dibawah ini, saya bertanya apakah untuk protokol
SNA tidak bisa di hack atau di belokan ?
Dan berarti apabila menggunakan SNA protokol, dia menumpang di SDLC
Protokol dan atau X25 protokol.
Yg notabene merupakan protokol standard pada AS400 yg untuk link
connection nya mengguankan VSAT (pake X25 protokol)
Mungkin rekan2 bisa menerangkan apa itu SNA, SDLC atau X25, yg
kemungkian bisa di hack ?
------------------------------------------------------------------------
Kompas, Senin, 14 Juni 1999
Mempertanyakan Sistem Jaringan Komputer Pemilu 1999
KELAMBANAN dalam penghitungan suara Pemilu 1999 masih terus
dipermasalahkan. Menurut keterangan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU),
hal ini disebabkan kelambanan pada proses tabulasi secara manual petugas
di tempat pemungutan suara (TPS) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan
verifikasi data.
Di luar itu salah satu hal yang kemudian juga dipertanyakan adalah
keandalan sistem jaringan komputer yang digunakan, dalam hal ini
sistem terpusat atau sentralisasi yang diterapkan di jaringan
komputer KPU. Mengapa KPU tidak menggunakan sistem jaringan
terdistribusi yang lebih modern yang memungkinkan akses data lebih
cepat, lebih mudah dan tidak membebani pada satu server saja?
Menurut keterangan dari Manajer Proyek Komputerisasi Pemilu 1999
PT Praweda Ciptakarsa Informatika, Hidayat Agustianto, jaringan
yang digunakan memang bersistem sentralisasi. Dalam hal ini
sekitar tiga sampai lima sistem komputer cabang bank (BNI atau
BRI) yang ada di kabupaten dipilih dan dikonfigurasi menjadi terminal
atau workstation komputer pemilu. Jumlahnya di seluruh Indonesia
mencapai 1.000 terminal. Setiap terminal kemudian dihubungkan ke
komputer KPU. "Jadi, tidak melalui jaringan bank tersebut ke
komputer pusat tiap bank itu sebelum masuk ke KPU," jelas Hidayat.
Menggunakan protokol SNA (System Network Architecture) yang
merupakan sirkit tertutup yang sulit disabotase atau di-hack, data dari
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
tiap terminal lalu dikirim ke komputer pusat KPU yang menggunakan sistem
operasi AS 400 bermemori 3 Gigabyte.
Karena sistemnya sentralisasi, maka transfer data lebih kecil
dibanding sistem terdistibusi. Pada sistem yang digunakan ini satu
TPS yang ditampilkan dalam satu layar hanya memerlukan kapasitas 2
sampai 3 KB per detik atau pengiriman datanya memakan waktu 5-10 detik
per transfer atau transaksi.
Sistem sentralisasi
Sistem jaringan tersentralisasi memang memiliki plus-minus.
Demikian pula dengan sistem terdistribusi atau desentralisasi yang
disebut lebih modern dan mulai banyak digunakan di sektor perbankan dan
telekomunikasi. Implementasi sistem komputer terdistribusi memang
diminati oleh banyak perusahaan pada sekitar awal tahun 1990-an karena
konsep klien/ servernya.
Namun, kecenderungan yang terjadi sejak dua tahun terakhir ini, menurut
Aswil Nazir, pakar jaringan dari perusahaan komputer terkemuka di dunia,
justru mengarah ke konsolidasi server.
Saat ini sektor perbankan di Indonesia mulai melakukan penyederhanaan
implementasi sistem komputernya, setelah dalam beberapa tahun terakhir
ini mengalami kesulitan untuk mengkonsolidasikan berbagai data dan
informasi yang ada di puluhan kantor cabangnya, yang memiliki server
masing-masing dengan program dan database yang juga berbeda dari
kantor pusatnya.
Selain itu, perbankan semakin menyadari bahwa sistem keamanan maupun
biaya pengoperasian sistem yang terdesentralisasi ini ternyata malah
lebih besar daripada bila sistemnya terpusat. Dengan alasan efisiensi
biaya dan kemudahan operasi, akhirnya mereka memutuskan untuk mengurangi
jumlah server yang ada serta kembali menerapkan sistem yang terpusat.
"Kasus serupa juga dialami oleh sebuah perusahaan di bidang
telekomunikasi yang mulai kewalahan mengoperasikan sejumlah server UNIX,
yang tersebar di beberapa lokasi," ungkapnya.
Sementara itu hadirnya network computing dan solusi e-business telah
pula mendorong motivasi untuk merancang kembali, baik proses bisnis
maupun infrastruktur komputasi yang mendukungnya. Dalam banyak hal,
menurut Aswil, arsitektur server yang terdistribusi tidak lagi mampu
memberikan tingkat ketersediaan aplikasi dan keamanan yang dibutuhkan
oleh solusi-solusi baru ini.
Beberapa survei menunjukkan, konsolidasi server kini telah menjadi
fokus dari pihak industri. Survei yang dilakukan Information Week
terhadap 250 eksekutif sistem informasi menunjukkan bahwa 20 persen dari
responden telah melakukan sentralisasi sistem mereka yang terdistribusi,
dan 60 persen lagi telah merencanakan untuk melakukan sentralisasi.
Sementara itu survei oleh Find/SVP di Eropa dan Amerika memperlihatkan
bahwa hampir 90 persen dari perusahaan yang disurvei telah beralih ke
sentralisasi atau kombinasi dari model sentralisasi/desentralisasi.
Sedangkan survei yang dilakukan oleh Computer Economics menunjukkan,
sebanyak 75 persen dari responden mulai melakukan sentralisasi atau
kombinasi sentralisasi-desentralisasi. Hanya sekitar dua persen yang
sedang mempelajari kemungkinan implementasi desentralisasi
total. (yun)
thanks
[EMAIL PROTECTED]
----------------------------
http://www.securitysearch.net/cgi-bin/search/vote.cgi?ID=928555811
-------------------------------------------------------------------
untuk berhenti kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
untuk melihat peraturan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
arsip berada di http://www.mail-archive.com/[email protected]