Guys ada yang tertarik untuk penelitian ini juga??? > >DIGITAL POWER LINE (DPL) > >Angin segar bertiup bagi PLN untuk dapat melakukan diversifikasi >usaha ditengah suasana yang semakin lama semakin besar kerugian >yang diderita PLN, yang apabila tidak cepat diantisipasi akan >membawa kapal PLN kita tercinta tenggelam secara perlahan-lahan >(Titanic). Diversifikasi usaha yang cukup menjanjikan ini dimung- >kinkan dengan berhasilnya terobosan teknologi baru 'Digital Power >Line (DPL)'. > >Apakah DPL itu ?. DPL (Digital Power Line) adalah suatu teknologi >transmisi data digital dengan menggunakan kabel listrik (TT, TM >dan TR). Kunci DPL didasarkan pada kemampuan mengirim dan menerima >sinyal data melalui jaringan kabel listrik yang ada. Ide transmisi >data digital melalui kabel listrik bukan hal yang baru, tetapi >solusinya baru ditemukan pada tahun 1994. Solusi tersebut kemudian >mengalami proses penyempurnaan, hingga akhirnya diujicobakan pada >November 1997 di 12 unit komputer di Seymour Park Primary School, >Manchester, Inggris, dengan hasil sangat memuaskan. Pada bulan >Oktober 1997, Nortel dan Norweb Communications di Inggris resmi >mengumumkan keberhasilan dan keberadaan penyediaan teknologi DPL. > >Pemakaian DPL pernah diisukan mengakibatkan kabel listrik menjadi >semacam antena yang dapat mengganggu kelancaran transmisi radio >untuk keperluan penerbangan. Pada 27 Mei 1998 Norweb secara resmi >menyangkal tegas hal tersebut, setelah melakukan serangkaian pene- >litian yang intensif. Namun, diakui masih ada kelemahan DPL, yakni >ketergantungannya pada jenis sistem jaringan transmisi yang digu- >nakan. Perbedaan sistem transmisi inilah yang menyebabkan teknologi >DPL tidak begitu mudah menembus pasar Amerika Utara, misalnya. >Karakteristik kabel listrik di Amerika Utara berbeda dengan di >Inggris, sehingga dapat mempengaruhi kelancaran transmisi data. >Di Amerika Utara umumnya satu trafo distribusi dihubungkan ke >8-12 unit pelanggan listrik, sedangkan di Inggris bahkan disam- >bungkan ke 100-200 unit. >Walau begitu, hampir dapat dipastikan perbedaan tersebut bukan >kendala besar. Buktinya, sudah ada rencana meluncurkan DPL di >Amerika Utara yang dimulai awal 1999. > >Dari sisi teknis pemasangannya DPL menjanjikan kemudahan. Para >pelanggan cukup membutuhkan dua hal selain perangkat lunaknya. >Yaitu, sebuah kotak yang diletakkan dekat meteran listrik, yang >berfungsi sebagai alat pengirim dan penerima data. Kotak tersebut >kemudian dihubungkan dengan kabel coax ke PC card yang dipasang >dalam komputer. Sejauh ini, biaya pemasangan kotak dan PC card >diperhitungkan sama dengan biaya pemasangan kartu ISDN. >Bagi penyedia jasa, komponen yang diperlukan adalah satu unit >multiservice switch yang dipasang di pusat jaringan transmisi >dan satu unit peralatan lain yang ditempatkan di cabang jaringan >(substation) guna pengaturan lalu lintas data. >Yang jelas, semenjak DPL diluncurkan tahun 1997, terdapat 10 >perusahaan listrik besar yang menyetujui pengoperasiannya. Termasuk >perusahaan listrik RWE dan EnBw di Jerman, Singapore Power, >Vattenfall dan Sydkraft di Swedia, serta EDON di Belanda. Total >proyeksi pemasaran persetujuan ini sekitar 35 juta pelanggan, >yang tersebar di Eropa dan Asia. Produk baru DPL tidak hanya >terbatas pada penyediaan jaringan Internet yang cepat dan murah, >tetapi juga penyediaan jasa lainnya seperti Multi media, aplikasi >kendali jarak jauh untuk peralatan rumah/kantor maupun sistem >keamanan (home security). On line banking, data back up, hiburan >dan telepon lewat Internet. Adapun keuntungan khusus bagi perusahaan >listrik, misalnya, dengan penggunaan DPL pemasangan meteran listrik >di setiap ujung distribusi tidak diperlukan lagi, sehingga dapat >menghemat biaya operasional maupun administrasi. Peluang pasar yang >sangat potensial adalah provider internet. Internet, merupakan salah >satu aplikasi yang mungkin akan sangat terbantu dengan ditemukannya >teknologi DPL, dimana penyediaan jasa Internet sampai sekarang >juga masih didominasi perusahaan telekomunikasi. Akibatnya para >pengguna >Internet tidak hanya mesti men-dial server untuk hubungan Internet >seperti ketika kita ingin menelepon seseorang), tetapi juga dihadapkan >pada biaya pemakaian pulsa telepon plus biaya pemakaian jasa server. >Kelemahan-kelemahan seperti inilah yang menjadi hambatan penggunaan >jasa Internet, kelangsungan aktivitas pemerintahan, pendidikan, >riset dan bisnis (seperti on line banking, layanan order dan >sebagainya), semakin lancar. Bahkan bisa dilakukan setiap orang >dengan mudah dari kantor ataupun rumah masing-masing. >Terbukanya teknologi DPL diharapkan mendorong semakin banyak orang >menggunakan Internet. Maklum, penggunaan kabel listrik untuk arus >data Internet akan menghapus berbagai kendala pada penggunaan kabel >telepon. Dengan kabel listrik, pelanggan Internet tidak lagi dikha- >watirkan oleh biaya pulsa permenit. Pelanggan juga dapat menggunakan >teleponnya walaupun sedang memakai Internet. Yang lebih penting, >dengan DPL para peminat jasa Internet diperumahan khususnya tidak >lagi dipusingkan dengan keharusan memasang telepon untuk ber-Internet. >Keuntungan lain, tercapainya tingkat kecepatan arus data yang sangat >tinggi. Sebagai perbandingan, dengan kabel listrik, kecepatan arus >data mencapai lebih dari 1 Mbps. Ini berarti 10 kali lebih cepat dari >hubungan dengan sistem ISDN, dan sudah tentu jauh lebih cepat dari >modem berkapasitas 56 kbps. > >Bagi rekans yang tertarik untuk melakukan kajian bersama, >silahkan hubungi : [EMAIL PROTECTED] http://www.securitysearch.net/cgi-bin/search/vote.cgi?ID=928555811 ------------------------------------------------------------------- untuk berhenti kirim email ke [EMAIL PROTECTED] untuk melihat peraturan kirim email ke [EMAIL PROTECTED] arsip berada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
