Khusus untuk pendatang baru.
Mudah-mudahan masih ada kaitannya dengan teknologi komputer.
Cerita berikut ini fiktif --tetapi bisa menjadi realita--

Ucok dan Butet, masih kuliah, mendapat tugas membuat karya tulis. 
Kebetulan Ucok dan Butet masing-masing sudah berlangganan 
internet tetapi lewat ISP yang berbeda. Untuk menyelesaikan karya tulis 
tersebut mereka berdiskusi dengan cara menggunakan fasilitas IRC karena 
sekaligus dapat saling mengirimkan file. Dengan demikian tulisan si Ucok 
yang telah disimpan berbentuk file dapat diperiksa oleh si Butet dan 
demikian juga sebaliknya.

Sebelum karya tulis tersebut selesai tiba-tiba saja ISP tempat si
Butet berlangganan terjadi kerusakan teknis. Sehingga tidak hanya 
si Butet yang kerepotan, karena si Ucok otomatis juga tidak dapat lagi
berhubungan dengan Butet melalui internet. 
Si Ucok: "Adik Butet ganti ISP sajalah kau" .
Si Butet: "Janganlah bang, emailku selama ini sudah dikenal kawan dan 
           saudaraku lewat ISP itu, kalau ganti ISP repotlah aku mesti 
           kasih kabar ke mereka semua, lagipula itukan cuman sementara"
Si Ucok: "Kalau lama rusaknya, nanti tugas kita tidak selesai-selesai".

Kebetulan percakapan mereka di dengar oleh si Parulian. 

Si Parulian: "Ada apa, lae?"

Maka berceritalah si Ucok tentang masalahnya. 
Sebelum cerita si Ucok selesai tiba-tiba Parulian menyela.

Si Parulian: "Ah, goblok kali kalian rupanya". 
Si Ucok: "Kenapa rupanya?"
Si Parualian: "Kau main internet, si Butet main internet, boros
              kali duit kalian keluarkan hanya untuk menyelesaikan
              tugas itu. Kenapa tidak langsung saja mainkan modem
              kalian itu saling berhubungan".
Si Butet: "Memangnya bisa?"
Si Parulian: "Gampanglah", sambil tertawa.
             "Tapi nanti tidak pakai IRC".
Si Ucok: "Oh, aku ingat, kalau tak salah pakai apa itu namanya..."
         "zmodem...pakai cara itu?"
Si Parulian: "Ah, sudah kuno itu"
             "Lagipula belum tentu kalian punya programnya"
             "Tetap pakai dial-up networking lah, TCP/IP kerennya"
             "Aku ingat di komputer kau ada fasilitasnya"
             "Kau bisa jadi server-nya, Cok"
             "Pura-pura kau jadi ISP lah bagi si Butet".
Si Ucok: "Cem mana lae caranya?"
Si Parulian: "Tinggal diatur saja lah, nanti ku kasih tahu caranya"
             "Nanti pulang kuliah aku ikut ke rumah kau"
             "Setelah kau antar si Butet pulang".
Si Ucok: "Mana berani aku ngantar dia pulang, mertuaku galak kali"
Si Butet: "Eh, calon mertua, bang, belum kawin kita!", sambil cemberut.
Si Ucok: "Selama ini kami kan backstreet, karena itulah kami pakai internet"
         "Kalau boleh aku ke rumahnya, sudah kami kerjakan sama-samalah"
Si Parulian: "Kenapa tidak kau saja Ito* ke rumah si Ucok".
Si Butet: "Belum boleh lah, apa kata dunia nanti?".
Si Parulian: "Ya sudahlah, kita berdua pulang sama-sama ke tempat kau, Cok".

Sesampainya di rumah si Ucok, mulailah si Parulian beraksi.
Bagaikan instruktur profesional gayanya mengajari si Ucok. Setelah selesai, 
maka diteleponnya lah si Butet untuk mengajarkan membuat ikon dial-up khusus
ini. "Ah sama saja seperti untuk ISP-ku", pikir si Butet, "gampanglah".
Tak lama kemudian komputer si Butet sudah tersambung ke komputer si Ucok.

Si Ucok: "Coba dari dulu sudah begini, irit uang kami tak perlu bayar ISP"
         "Soal pulsa telepon, samalah, malah aku yang lebih irit, ha ha ha".
         "Duitnya bisa aku pakai buat nonton sama si Butet"
Si Parulian: "Bah, mestinya itu hepeng buat traktir akulah!", seraya pulang.

--Sekian--
* Ito = panggilan untuk perempuan, daerah Karo.

Kata-kata penting:
- Chat, Dial-Up Networking, IRC, ISP, TCP/IP, Server.

# harap hapus cerita di atas kalau ingin me-reply
Quiz:
1. Perintah apa pada IRC yang dapat digunakan untuk mengirim & menerima
file?
2. Sistem operasi apakah yang dipakai (yang bisa dipakai) oleh si Ucok?
3. Jenis protocol apa yang bisa digunakan oleh mereka untuk bertukaran file?
4. Apakah mereka bisa 'ngobrol' (chat)?

Tambahan
Diumpamakan si Ucok dan Si Butet adalah dua perusahaan yang masing-masing
memiliki jaringan lokal.
1. Apakah cara si Ucok dan Si Butet bisa dilakukan agar dua perusahaan
   tersebut dapat saling bertukar data?
2. Memakai TCP/IP, tetapi apakah nomor IP perlu didaftarkan sehingga 
   bisa dilihat memakai whois Internic? Mengapa?

--
[EN Bancin, dari Sidikalang, bukan orang Batak lae]
Jika mau minggu depan ada lagi. Silahkan bikik pool :)


    milis ini didukung oleh :
 >> http://www.indolinux.com - dunia linux indonesia
 -------------------------------------------------------------------
 untuk berhenti kirim  email  ke  [EMAIL PROTECTED]
 untuk melihat peraturan kirim email  ke  [EMAIL PROTECTED]
 arsip berada di  http://www.mail-archive.com/[email protected]
 

Kirim email ke