Cracking Massal Sudah Berlangsung
Situs Web Antara Di-Crack
Reporter: Yayan Sopyan

detikcom, Jakarta- Serbuan para cracker ke situs-situs web Indonesia agaknya
sudah dimulai. Situs web kantor berita Antara pada Rabu sore menjadi salah
satu korbannya. Sebelumnya, cracking massal menimpa beberapa situs web
Indonesia.

Sampai pukul 22:30 WIB Rabu (22/9/1999) halaman depan situs web tersebut
masih menampilkan halaman yang diganti oleh sang cracker (defaced page).
Setidaknya, lebih dari satu halaman di situs web Antara yang diganti oleh
cracker. Antara lain: http://www.antara.co.id/index.html,
http://www.antara.co.id/pertama.html dan
http://www.antara.co.id/terakhir/index.html

Cracking ini sangat mungkin berkaitan dengan isu di seputar Timor Timur. Hal
ini sangat tampak jelas dalam pesan yang ditinggalkan oleh cracker.
Lengkapnya, pesan itu berbunyi:

"Indonesian Military Sponsors Mass Genocide

250000 DEAD since 1975

How can you condone this?

Your leaders have no respect for human rights.

Will they have respect for yours?

Your army has supported armed and trained anti-independence DEATH SQUADS in
East Timor.

Indonesia itself gained independence.
Why has Indonesia then destroyed East Timor's
dream of freedom?

It is better to live one day in freedom and die
than live a lifetime in the yoke of an oppressor."

Sepintas, jika hanya melihat tampilan halaman yang diganti tersebut maka
seakan-akan tak ada jejak lain yang ditinggalkan oleh cracker. Namun, jika
source halaman tersebut ditelaah, maka akan tampak beberapa jejak lain yang
tampaknya ditinggalkan dengan sengaja. Beberapa tag (kode pemrograman) yang
ditulis oleh cracker tapi tidak dimunculkan di browser adalah:

<META NAME="FREEDOM IS GOD" CONTENT="East Timor Internet Freedom Fighters">

dan

<Bonsa Hack>

Belum begitu jelas apakah Bonsa Hack adalah nama pelaku pembobolan situs web
tersebut.

Seorang pembaca detikcom bahkan mengabarkan bahwa selain situs web Antara,
masih ada situs web lain yang juga mendapat serangan para pembobol dengan
pesan yang sama. "Saya baru saja membaca web detik, ttg di crack-nya harian
Antara. Ternyata Media Indonesia juga (www.mediaindo.co.id). Isinya juga
mirip," tulis Gery Vidjaja, seorang pembaca detikcom.

Namun ketika detikcom mencoba mengakses situs web www.mediaindo.co.id, situs
web tersebut tak dapat dibuka.

IP address situs web Antara maupun situs web www.mediaindo.co.id tampaknya
berada dalam satu range. IP address Antara adalah 202.154.1.65; sedangkan
www.mediaindo.co.id adalah 202.154.1.79.

Pelacakan detikcom di situs-situs web dalam range IP antara 202.154.1.65
sampai 202.154.1.141 memperlihatkan beberapa web server-nya tak dapat
diakses pada pukul 00:03 23/9/1999. Apakah ini sebuah pembobolan massal
beberapa situs web? Belum ada konfirmasi mengenai hal ini.

Namun, dalam catatan situs web attrition -situs web yang me-mirror
situs-situs yang di-crack- menunjukkan bahwa pada tanggal 11/9/1999 telah
terjadi pembobolan situs web Indonesia secara massal. Arsip situs web
www.2600.net memperlihatkan pesan yang ditinggalkan oleh cracker berbunyi:

"TIMOR
LORO SAE

STOP THE KILLING!

Portugal, may have left East-Timor 24 years ago, but that's no excuse
for the genocide conducted by Indonesia.

STOP KILLING, STOP THE GENOCIDE, STOP IT NOW

JUST STOP IT! !"

Anehnya, foto yang diterakan di halaman itu adalah gambar massa yang
mengarak sepotong kepala manusia yang dipenggal. Foto ini pernah beredar di
Internet bersamaan dengan maraknya isu ninja beberapa waktu lalu.

Sumber : Detikcom



    milis ini didukung oleh :
 >> http://www.indolinux.com - dunia linux indonesia
 -------------------------------------------------------------------
 untuk berhenti kirim  email  ke  [EMAIL PROTECTED]
 untuk melihat peraturan kirim email  ke  [EMAIL PROTECTED]
 arsip berada di  http://www.mail-archive.com/[email protected]
 

Kirim email ke