On 7/25/08, Edi Wahyu Widodo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Waduh, ini dia ni yg saya g tau. Klo boleh cerita, gini ni awalnya,... > Saya punya temen yg kebetulan sekarang OJT di avira.com (Deutschland) > > Lah dia cerita, klo disana diberi tugas untuk membangun sebuah server. > Hasil untuk server yg dibuat udah cukup baek. tapi setelah presentasi ke > pimpinan nya, kalo seandainya server yg dia buat ini mati (maybe error), lah > gmn ? > > Nah untuk itu, dia diberi masukan untuk menangani masalah tersebut, salah > satunya pake clustering.
Banyak sih pemecahannya, tinggal pilih aja misalnya: http://www.linuxvirtualserver.org/ http://www.linux-ha.org/ Kalau cluster dua server akan dilihat sebagai satu node, terus secara intelligent mereka akan melakukan load balancing. Jadi semua server akan berfungsi pada saat yang bersamaan. Kalau ini yang dilakukan hardwarenya harus sedapat mungkin sama. Kalau yang lebih mudah pakai vrrpd (ini favorit saya), lihat di http://off.net/~jme/vrrpd/ Kalau pakai yang ini, yang benar-benar jalan cuma satu server sementara yang lain standby. vrrpd ini sederhananya akan memberi secondary ip (virtual ip) ke device selain dari ip aktualnya untuk nominal server. Selanjutnya server yang standby akan melakukan ping ke virtual ip tersebut secara periodik. Kalau pingnya nggak reply setelah waktu tertentu maka server standby akan mengambil alih semua fungsi di server nominal, sekaligus mengambil virtual ip yang tadinya di assign ke nominal server, sehingga client tetap melihat ip yg sama. Yang dibutuhkan nggak cuma service itu lho. Jangan lupa kedua server harus melakukan sync, pakai rsync. Kalau pakai ssh/scp jangan lupa set keynya dikedua server secara otomatis, sehingga meminimalkan intervensi manual. Kalau lokasi di Jakarta, Banda Aceh, atau Padang bisa lihat implementasinya di server-server yang saya kelola. Salam medwinz _______________________________________________ milis mailing list [email protected] http://lists.opensuse-id.org/listinfo.cgi/milis-opensuse-id.org
