2008/12/23 Cahyo Purnomo <[email protected]>: > enak atau tidak itu case per case, klo server berbasis GUI kemudian > mesti administrasi secara remote bakalan susah, mengingat benwit > Indonesia. > > klo saya terbiasa pake konsole, dan jgn lupa klo memberikan informasi > ke newbie mesti dijelaskan pula bahwa setidaknya mainan via konsol itu > bagaimana. > > saya melihat kecenderungan Linux jaman sekarang semakin dimudahkan dg > front-end yg dibuat, dan arahnya bisa2 kayak Windows, klak-klik > sana-sini tapi gak faham apa yg terjadi sebenarnya. :) > > dan saya salah-satu korban kenyamanan Windows yg berdampak kepada > pengatahuan saya yg cetek gara2 mainan klik. dg konfigurasi secara > manual saya menjadi lebih faham akan proses/alur program/aplikasi yg > saya install.
Mas Cahyo, Inilah bedanya feature openSUSE dengan distro lain. Orang kalau bicara konsole selalu berasumsi bahwa konfigurasi dilakukan menggunakan vi atau emacs, tanpa menyadari bahwa YAST itu juga tersedia dalam bentuk konsole (ncurses) dengan mengetik yast pada konsole. YAST via ncurses secara otomatis menghilangkan keraguan soal bandwith. Artinya, kita dapat dengan nyaman melakukan konfigurasi tanpa harus secara manual mengubah konfigurasi secara hard code. Tidak ada yang salah dengan penggunaan manual editing di file konfigurasi via konsole. Apa yang saya sampaikan adalah bahwa cara itu lebih dipermudah di openSUSE dengan YAST. Jangan lupa juga, YAST itu GPL, jadi tidak menutup kemungkinan satu waktu Fedora atau distro lain pakai YAST :-) -- Best Regards, Masim "Vavai" Sugianto /************************************************************/ Blog (ID) : http://www.vavai.com/blog Blog (EN) : http://www.vavai.net Community : http://www.opensuse.or.id Commercial : http://toko.vavai.biz /************************************************************/ _______________________________________________ milis mailing list [email protected] http://lists.opensuse-id.org/listinfo.cgi/milis-opensuse-id.org
