2009/3/11 st SABRI <[email protected]>:

> MacBook dengan Intel Prosesor, masih kalah jauh performance dengan
> Lenovo T61, MacBook istri saya dalam 8 bulan HDD-nya remuk, mati sama
> sekali. Sementara di Lenovo T61 milik saya (padahal dikoprek habis dan
> ndak tahu berapa puluh kali di reformat) masih adem ayem saja, padahal
> merk sama-sama sea-gate. MacBook sangat mudah panas, lenovo saya bisa
> hidup 7 hari 7 malam tanpa panas, sanggup mengcompail ratusan paket
> dengan durasi sekitar 800 menit tanpa henti :=))

Beruntung berarti teman saya, Mac Book-nya hidup siang malem ga pernah
pake pendingin laptop seperti laptop Acer yang saya pakai. Padahal
kerjaannya render video lagi, render video lagi, klo engga, ya nge-mix
musik yang dibuat sendiri.

> artwork MacOSX bisa di-imitasi oleh gnome dan sama indahnya,

Karena saya adalah end-user, biasanya pengen enaknya saja, semuanya
harus siap, dan langsung pakai (walaupun teuteup harus sedikit belajar
lagi). Ga perlu nyari-nyari tutorial, atau nunggu program-nya bisa
support ini, support itu.. :) Hapir semua dimudahkan.

> mDNSResponder sudah dihadiahkan ke Linux sehingga NetworkManager
> platform Linux lebih mengagumkan dibanding milik OSX. Driver Atheros di
> dari MadWifi lebih kuat menahan sinyal dibanding milik Tiger OSX.

Kudos to all GNU/Linux Developers!

> kernel OSX Leopard dibanding Linux 2.6-28 kalah jauh dalam deteksi
> Hardware, dan anda akan "mumet" cari driver untuk Mac, sedangkan driver
> linux bertebaran di Internet dengan dukungan komunitas yg mengagumkan

Bukannya end-user cukup 'teriak-teriak' ke tokonya agar diberikan
driver yang dibutuhkan, setidaknya informasi di mana harus
mendapatkannya. Mirip seperti pengguna windows yang masih awam.

> usability, bila anda seorang aristek, music director, film director atau
> pekerja multi media, jawabnya YESS, Mac is THE BEST, tapi untuk orang
> kantoran biasa seperti saya ..... Linux Distro ... more than sufficient.
>
> lain-lain.
> iWork OSX memang canggih tapi bila anda mau lelah sedikit, mengkompail
> openOffice dengan sound, openGL dan compositing, presentasi anda akan
> seindah rembulan dengan suara semerdu Mariah Carrey. Para officer
> sekelas korporat Maryl Lynch pernah bengong ketika saya katakan,
> software presentasi saya FREE OF CHARGE FOR LICENSE

Saya setuju, Pak Sabri. Tapi apa iya, end-user mesti maen
compile-compile-an ? Kasian Linux, diperlihatkan semakin menakutkan di
hadapan end-user, semakin lama penetrasi Linux klo begitu.

Jadi akhirnya, bagi saya, jarang sekali maenin command-line di blog,
ataupun milis, klo memang masih ada cara GUI-nya, kecuali ngobrol
khusus dengan orang-orang yang sudah terbiasa dengan itu.

Mungkin tidak terlalu lama untuk bisa membuat GNU/Linux (termasuk
distro-distro-nya) secara keseluruhan bisa semudah Mac OSX. Perlahan,
tapi pasti sepertinya, terutama melihat perkembangan KDE.

*ping Pak Donnie* :)

> lalu apa keunggulan Apple ?
>
> Brand Management dan Trend Setting, keunggulan mereka bukan secara
> teknis tapi penanganan produk yg sangat teliti, customer care.

Kalau secara teknis kenapa proses install program aplikasi di Mac
semudah 'drag and drop' saja boleh diceritain, Pak Sabri? Atau japri
saja? URL please?

> dont do work hard, but do work smart

Keduanya, being smart and hard worker ;)

Regards,
Andi S.
-- 
[1] The New KDE 4 Live =
http://andi.opensuse-id.org/2009/03/10/kde-four-421-live-cd-released/

[2] ATI Catalyst™ 9.1 on openSUSE 11.1 =
http://andi.opensuse-id.org/2009/02/12/ati-catalyst-91-on-opensuse-111/
_______________________________________________
milis mailing list
[email protected]
http://lists.opensuse-id.org/listinfo.cgi/milis-opensuse-id.org

Kirim email ke