Dear all,
mungkin Anda sekalian sudah pernah yang menerima email ini... Tapi aku ingin 
mengirimkannya sekali lagi lewat milis ini. Siapa pun berhak mencari 
kebahagiaannya sendiri-sendiri.

Untuk teman, sahabat, adik ku yang sedang bersedih di hari ini... berikut 
adalah untuk mu juga...

Regards,
~Rani Ch~


KUPU KUPU    ( renungan tentang Kebahagiaan )                          
Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. 
Tatapan matanya kosong, menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata 
angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas. 
Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain 
disana.

"Sedang apa kau disini anak muda?" tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek 
tua. "Apa yang kau risaukan..?" Anak muda itu menoleh ke samping, "Aku lelah 
Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, 
namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati 
gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. 
Kemana kah aku harus mencarinya? Bilakah kutemukan rasa itu?"

Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di 
pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, "di depan sana, ada 
sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor 
kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan. "Ya...tangkaplah seekor kupu-kupu buatku 
dengan tanganmu" sang Kakek mengulang kalimatnya lagi.

Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa 
lama, dijumpainya taman itu. Taman yang yang semarak dengan pohon dan 
bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan 
disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat 
pemuda yang sedang gelisah itu.

Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. 
Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah 
lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai 
berlari tak beraturan. Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan 
tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. 
Gerakannya semakin liar. Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu 
kupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, 
dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, 
"Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah." Tampak sang Kakek yang berjalan 
perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi 
kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua 
itu.

"Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak 
tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?" Sang Kakek menatap 
pemuda itu. "Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin 
kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia 
pergi dari dirimu."

"Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan 
benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah 
kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari 
kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri."

Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu 
yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, 
memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak 
sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. 
Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.

Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka 
yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. 
Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, 
atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya 
dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya 
dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah 
mendapatkannya.

Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan 
cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat 
di genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan 
kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang 
ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan 
pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula  kebahagiaan itu 
akan menjauh.

Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu menetap, dan 
abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang 
kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam 
sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, 
dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita.

Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan 
mungkin, bahagia itu "hinggap" di hati kita, namun kita tak pernah 
memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, 
namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya







"Ini gw... hidup gw... mati gw... trus lo mau apa ?"







------------------------------------------------------------------------

The information  contained in or attached to this email is intended only
for the use of the individual or entity to which it is addressed. If you
are not the intended  recipient, you are not authorised  to and must not
disclose, copy, distribute, or  retain  this  message or any part of it.
If you  have  received this  email in error please notify us immediately
by Sending email to : [EMAIL PROTECTED]
________________________________________
Website  : http://www.m3-community.org
Forum    : http://board.m3-community.org
Milis    : http://milis.m3-community.org
Info     : [EMAIL PROTECTED]
Feedback : [EMAIL PROTECTED]
Admins   : [EMAIL PROTECTED]

---
Supported by:
Indosat  : http://www.indosat.com
Support  : [EMAIL PROTECTED]

DutaHost : http://www.dutahost.net

Kirim email ke