Sent: Tuesday, November 30, 2004 9:23 AM
Subject: Fw: Renungan Bagi Bangsa Indonesia


> 
> 
>       Xiao Hongbo telah dihukum mati pekan lalu. Delapan orang
> pacarnya --yang dibiayai dalam kehidupan mewah-- mungkin hanya menangisi
> lelaki berusia 37 tahun. Tidak ada yang bisa membantunya.
> 
>       Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China, salah satu bank milik
> negara, di Dacheng, Provinsi Sichuan, itu dihukum mati karena korupsi.
> Xiao telah merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar
> sejak 1998 hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan
> delapan pacarnya.
> 
>       Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu orang di Cina
> yang
> telah dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan,
> termasuk korupsi. Angka empat ribu itu, menurut Amnesti Internasional
> (AI), jauh lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara
> Cina itu, yang mereka sebut sebagai suatu yang mengerikan.
> 
>       Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah jalan menyelamatkan
> Cina
> dari kehancuran. Ketika dilantik menjadi perdana menteri pada 1998, Zhu
> dengan lantang mengatakan, ''Berikan kepada saya seratus peti mati,
> sembilan puluh sembilan untuk koruptor, satu untuk saya jika saya
> melakukan hal yang sama.''
> 
>       Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis
> Cina,
> dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada
> tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional
> itu ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping, yang membantu suaminya
> meminta uang suap, dihukum penjara.
> 
>       Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, pun tak luput dari
> peti mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp
> 5 miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak
> hanya oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan.
> 
>       Selama empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka
> dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi,
> mabuk-mabukan, membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah
> standar. Agaknya Zhu Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor
> ayam untuk menakuti seribu ekor kera.
> 
>       Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut, kini
> pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun dengan nilai
> pendapatan domestik bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka
> sudah mencapai 300 miliar dolar AS. Sukses Cina itu, menurut guru besar
> Universitas Peking, Prof Kong Yuanzhi, karena Zhu serius memberantas
> korupsi. Perang terhadap korupsi diikuti dengan peningkatan kualitas
> sumber daya manusia. Zhu
>       mengeluarkan dana besar untuk pendidikan manajemen, mengirim
> ribuan
> siswa belajar ke luar negeri, dan juga mengundang pakar bisnis berbicara
> di Cina.
> 
>       Kini, lihatlah apa yang terjadi di Indonsia. Pengangguran terus
> bertambah, anak-anak gadis dari desa terpaksa menjadi pelacur di kota,
> lulusan SMU menjadi pengamen, anak-anak SD yang malu tidak dapat
> membayar uang sekolah, bunuh diri. Ratusan ribu orang tumpah ke
> kota-kota karena di desa tidak ada harapan. Ratusan ribu orang menjadi
> tenaga kerja di luar negeri, ditipu calo dan disiksa majikannya.
> 
>       Mereka adalah korban. Koruptor menghisap hidup mereka,
> bertahun-tahun
> tanpa ada yang menolong. Koruptor mengambil hak mereka atas tanah, hak
> mereka atas air, hak mereka untuk sekolah, hak mereka untuk berdagang,
> hak mereka untuk bekerja, hak mereka untuk mendapatkan layanan, hak
> mereka untuk kesehatan. Apalagi hak yang tersisa untuk orang-orang
> miskin itu? Pemerintah bukan penolong orang-orang miskin, terkadang
> mereka juga mengambil uang dari orang-orang miskin.
> 
>       Bangsa ini memerlukan orang seperti Zhu Rongji, bukan pesolek.
> Sebab,
> inilah keadaan utama Indonesia: Jatuhkanlah tiga buah batu dari pesawat
> udara di wilayah Indonesia, maka yakinlah satu di antara batu itu akan
> mengenai kepala koruptor!
> 
>       Oh, salah apakah bangsa ini....
> 
> 
> 
> 


________________________________________________
Website: http://www.m3-community.org
Milis options: http://milis.m3-community.org
Info: [EMAIL PROTECTED]
Feedback: [EMAIL PROTECTED]

---
Supported by:

INDOSAT
Matrix Portal: www.matri-centro.com
Mentari Portal: www.klub-mentari.com
IM3 Portal: www.m3-access.com
Contact center: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

DutaHost: http://www.dutahost.net

Kirim email ke