StarOne... StarOne... 
Kalau sampe StarOne jalan terus tanpa Jabotabek, hmm... liat aja nanti
reaksi konsumen Jabotabek.

---
From: detik.com
Jakarta, Akan digusurnya StarOne dari pita frekuensi 1900 demi
kepentingan 3G, bisa mengakibatkan lumpuhnya layanan CDMA Indosat
tersebut di area Jabotabek. Dalam waktu sebulan, direksi Indosat
berharap segera mendapatkan alternatif jalan keluarnya.

Direktur Utama PT Indosat Tbk, Hasnul Suhaemi mengaku, pihak direksi
masih berembuk soal jalan keluar tentang penggusuran frekuensi
StarOne. Beberapa alternatif pilihan saat ini sedang jadi pembahasan
dalam waktu sebulan.

"Masih dikaji bersama direksi yang lain," kata Hasnul ketika dihubungi
detikinet, Kamis (28/7/2005). "Belum ada kepastian untuk kerjasama
dengan operator" tambah Hasnul.

Menurutnya, akan ada beberapa kemungkinan yang akan dirembukkan oleh
pihak direksi. Dari beberapa alternatif, lanjutnya, diperkirakan dua
yang akan menjadi pilihan yaitu StarOne akan jalan terus tanpa
Jabotabek atau akan bekerjasama dengan operator CDMA lain seperti Esia
dan Mobile-8, untuk melayani Jabotabek. Kerjasana dengan Esia dan
Mobile-8 dilakukan dalam bentuk memberikan roaming timbal-balik atau
semacam kerjasama jaringan.

"Entah itu bagi hasil atau jual silang," kata Hasnul menanggapi
rencana kerjasama. "Tapi itu belum pasti dan masih dikaji," tambahnya
menegaskan.

Hasnul juga mengatakan akan memperhitungkan kerugian yang diderita
apabila StarOne terpaksa harus tetap jalan tanpa Jabotabek. Jumlah
kerugian yang akan diderita juga akan dibahas dalam rapat direksi.
Sementara StarOne saat ini memiliki 70 ribu pelanggan, dan sekitar
setengahnya tersebar di Jabotabek.

Sebelumnya, pemerintah berencana akan membersihkan pita frekuensi 1900
yang akan dialokasikan untuk layanan telekomunikasi generasi ketiga
(3G), yaitu pada range frekuensi 1920-1980 MHz karena dianggap paling
efisien. Padahal saat ini frekuensi ini sudah dipakai, diantaranya
oleh Flexi dan StarOne. Alhasil, semua layanan yang beroperasi di
frekuensi tersebut akan 'diusir'.

Indosat dan Telkom menyatakan kesiapannya kalau memang harus
dipindahkan dari frekuensi yang dipakainya saat ini. Pemerintah
memberi waktu lima tahun bagi para operator untuk migrasi dari
frekuensi yang akan dikosongkan.

"Kita nggak mau buru-buru, kita masih punya waktu 5 tahun," ujar
Hasnul tentang waktu yang tersedia untuk pengalokasian 3G.

Indosat merupakan pemilik merek StarOne, produk telekomunikasi
berbasis teknologi CDMA. Baru-baru ini pemerintah memutuskan untuk
merelokasi StarOne dan Flexi milik PT Telkom, dari frekuensi 3G. Ini
dilakukan dalam rangka membersihkan pita frekuensi 1900 yang akan
dialokasikan khusus untuk 3G.(rou)


-- 
renee.doenggio at gmail.com

________________________________________________
Website: www.m3-community.org
Milis options: http://milis.m3-community.org
Info: [EMAIL PROTECTED]
Feedback: [EMAIL PROTECTED]

---
Supported by:

INDOSAT
Matrix Portal: www.matrix-centro.com
Mentari Portal: www.klub-mentari.com
IM3 Portal: www.m3-access.com
Contact center: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

DutaHost: www.dutahost.net

Kirim email ke