Serba Serbi Telecommuter
========================

Pertama kali saya mengetahui istilah ini dari kolom-kolom Rhenald Khasali,
pakar manajemen Universitas Indonesia yang kini dirangkul detikcom sebagai
salah satu konsultannya. Telecommuter adalah pegawai yang mengerjakan
tugas-tugas kantornya melalui internet sehingga dapat senantiasa berhubungan
dengan atasan di manapun dia berada. Sebenarnya hal ini merupakan suatu
keuntungan tersendiri. Namun sayangnya telecommuter belum populer di
Indonesia. Penyebabnya antara lain kurangnya kepercayaan antar individu
sehingga seorang pimpinan merasa perlu memonitor pekerjaan pegawainya.
Dengan kata lain, ia baru mau mempercayai hasil kerja si pegawai jika
melihat sendiri pegawai tersebut di hadapan komputer di sebuah ruangan dalam
kantor yang sama. Padahal dengan sistem kerja telecommuting, seorang pemilik
perusahaan tidak perlu menyewa gedung dan dapat menghemat sejumlah
pengeluaran seperti listrik dan air. Di samping itu, kemampuan internet
terutama penggunaan e-mail secara optimal pun belum banyak dikuasai orang.

Seorang telecommuter lebih diuntungkan lagi. Ia tidak perlu berpakaian rapi
karena hanya berhadapan dengan pimpinan sewaktu-waktu atau bahkan tidak sama
sekali. Pekerjaan dapat diselesaikan dalam tempo yang disepakati, sesuai
dengan kegiatannya sehari-hari. Si telecommuter tidak perlu meninggalkan
rumah sehingga otomatis dapat lebih memperhatikan keluarga dan memiliki
banyak waktu untuk aktivitas lain yang ingin ditekuninya. Karena itu, cara
kerja telecommuting sangat cocok bagi para ibu rumahtangga yang ingin
memanfaatkan waktu luang. Kelemahannya, telecommuter bersifat part-time atau
freelance. Jadi tidak setiap bulan ia mendapatkan tugas yang mendatangkan
uang sehingga penghasilannya tidak tetap. Itulah sebabnya seorang
telecommuter merangkap beberapa pekerjaan sekaligus, seperti halnya saya,
atau menjadikannya sambilan guna menambah pemasukan tanpa meninggalkan
pekerjaan tetapnya. Ini sah-sah saja selama ia mampu membagi waktu dengan
baik, disiplin dan memiliki pengetahuan yang dalam di bidang yang
dipilihnya. Jangan pernah melanggar deadline yang telah ditetapkan sebab
akan mengurangi kepercayaan atasan pada Anda.

Amerika adalah negara yang sudah menerapkan sistem kerja telecommuting,
mulai dari marketing sampai membaca ramalan nasib melalui telepon. Biasanya
telecommuter dibayar per jam atau per kertas kerja yang diselesaikan. Bahkan
Prancis masih membatasi bidang yang dikerjakan dengan cara ini, salah
satunya adalah terjemahan. Gejala mewabahnya telecommuter sudah terlihat di
Asia. Sebut saja MTV Asia yang mempekerjakan reporter dan koresponden
regionalnya tanpa kontak langsung. Tidak tertutup kemungkinan hal yang sama
akan terjadi di Indonesia. Akan tetapi masih terbatas pada bidang-bidang
tertentu seperti reporter (contohnya detikcom), penerjemahan dan web design
(contohnya digitaldevelopments.com). Jika Anda tertarik dengan pekerjaan
ini, carilah di berbagai search engine dengan kata kunci telecommuter
opportunities. Tidak ada salahnya menjajal peluang di lingkup internasional
sebab sedikit-banyak akan meningkatkan kemampuan bahasa asing Anda. Perlu
dicatat bahwa tidak semua pekerjaan dapat dilakukan oleh telecommuter dari
negara lain atau benua lain. Anda yang berminat menambah pengalaman di
bidang penulisan dan reportase, cobalah kunjungi tjobs.com dan about.com.
Hati-hati, jangan sampai terjebak perusahaan fiktif yang meminta biaya di
muka atas alasan apapun.

Sumber : http://www.master.web.id/tutorial/penulisan/telecommuter.htm
Penulis : Rini Nurul Badariah ([EMAIL PROTECTED])
Tanggal : 31 Juli 2000
E-translator dan kontributor beberapa media online






------------[ MasterWEB - www.master.web.id ] -------------
Moderator         : [EMAIL PROTECTED]
Berlangganan      : [EMAIL PROTECTED]
Stop Berlangganan : [EMAIL PROTECTED]
-----------------------------------------------------------

Kirim email ke