mantap kang,.... kehidupan itu sebuah rotasi bukan revolusi, memahami bahwa rotasi itu adalah kehendak ilahi, maka jika berada di posisi atas akan disyukuri jika kemudian tertakdir berada dibawah pun disyukuri...itulah ujian hidup
--- On Tue, 5/12/09, Mudzakkir (Aking) <[email protected]> wrote: > From: Mudzakkir (Aking) <[email protected]> > Subject: RE: -=+OPJA-7107+=- Eksekutif Itu Kini Jadi Pengantar Pizza ! > To: [email protected] > Date: Tuesday, May 12, 2009, 2:57 AM > Thanks.... bacaan yang bagus Mas > Ayip. > > Regards, > Mudzakkir > Blackberry Technical Support > [email protected] > > 0816 943555 > > -----Original Message----- > From: A. Yahya Sjarifuddin [mailto:[email protected]] > > Sent: Tuesday, May 12, 2009 8:52 AM > To: [email protected] > Cc: [email protected]; > [email protected] > Subject: -=+OPJA-7107+=- Eksekutif Itu Kini Jadi Pengantar > Pizza ! > > Tulisan ini diambil dari milis sebelah... semoga bisa > diambil > hikmahnya. Amin. > > ABC: KEN Karpman bersama keluarga menjalani kehidupan > sederhana. > Krisis ekonomi di AS membuat seorang eksekutif bergaji Rp > 8,8 > miliar per tahun jatuh bangkrut. Untuk bertahan hidup, > sang > eksekutif pun akhirnya menjadi pengantar pizza dengan upah > rendah. RESESI di Amerika Serikat memang begitu kejam. Tak > hanya > raksasa bisnis yang silih berganti bertumbangan. Bagi > warganya > pun, krisis kali ini benar-benar bisa mengubah nasib mereka > 180 > derajat. Tengok saja apa yang terjadi pada seorang > eksekutif > bernama Ken Karpman ini.. > > Selama 45 tahun, Hidup Ken Karpman nyaris sempurna. Lulus > dari > universitas bergengsi UCLA ( University of California ) > dengan > gelar MBA, Karpman langsung mendapat pekerjaan sebagai > pialang > saham. Dia pun kemudian menikahi gadis impiannya, > Stephanie, Dan > dikarunia dua anak. Bersama, mereka telah berkeliling dunia > dalam > paket liburan yang Mahal tiap tahun. > > Sekitar 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun > naik > jabatan dalam perusahaannya. Gajinya turut melonjak > mencapai > US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per > tahun.Saat itu > hidup begitu indah. Kami bisa menghasilkan banyak uang. > Entah > mengapa situasi itu kok tidak berlanjut? kata Karpman > dalam > wawancara khusus dengan stasiun televisi ABC.. > > Dari seluruh sisi kehidupan mereka, Ken Dan Stephanie > Karpman > menikmati benar gaya hidup kelas atas. Mereka tinggal di > wilayah > elite, Tampa , Florida .. Bahkan mereka memiliki satu > lapangan > golf seluas 400 kaki persegi. Untuk urusan uang, bisa > dibilang > keluarga ini tidak Ada masalah. Saya tidak pernah > memperhatikan > harga saat membeli sesuatu di toko, ujarnya. Saya hanya > tinggal > masukkan barang apa pun yang saya inginkan ke dalam troli > Dan > membayar berapa pun harganya, lanjut Karpman. > > Karpman sangat percaya diri dengan keberuntungannya. > Dengan > dukungan ekonomi kuat, dia meninggalkan pekerjaannya pada > 2005 > untuk memulai usahanya sendiri yang sejenis dengan > pekerjaan > lamanya. Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus > meningkatkan taraf hidup, Karpman dengan enteng > mengeluarkan Dana > US$500.000 dari tabungannya. Seperti kebiasaan orang-orang > Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam jumlah besar > dengan > jaminan rumah. > > Namun nasib berkata lain. Keberuntungan itu berbalik arah. > Seiring dengan badai krisis yang menghantam Negeri Paman > Sam, > Karpman pun tak mampu menarik para investor. Akibatnya, > dia > dipaksa untuk menggulung tikar perusahaannya. . Bahkan kini > dia > tidak memiliki pekerjaan. Dia pontang-panting memasuki > banyak > bursa kerja, namun hasilnya pun nihil. > > Itu tidak pernah dialami Karpman di masa lalu. Urusan > pekerjaan > kala itu begitu sangat mudah. Dulu, ketika saya diwawancara > untuk > kerja, saya bisa bersikap kurang ajar karena saya seolah > balik > mewawancara orang bagian HRD apakah perusahaannya memang > layak > memperkerjakan saya, ujarnya. Kini, seolah Anda harus > memelas Dan > bahkan mengemis-ngemis untuk bisa bekerja, tambahnya. > > Mengantar Pizza > > Setelah satu masa sulit yang panjang Dan pencarian kerja > yang > sia-sia, keluarga Karpman kehabisan uang tabungan untuk > keperluan > sehari-Hari. Bahkan mereka dililit utang ratusan ribu > dollar. > Rumah mewah mereka pun terancam disita oleh bank. > Membutuhkan > uang segar dengan segera untuk memenuhi kehidupan > sehari-Hari, > Karpman mencoba menemukan pekerjaan. Apapun akan > dilakukannya, > tidak lagi pilih-pilih pekerjaan, meski itu menurunkan > derajatnya. Ia mencoba melamar menjadi bartender namun > ternyata > hanya penolakan yang IA dapat. > > Akhirnya, dia membawa Mobil Mercedes-nya ke ke Mike Pizza > & Deli > Station di Clearwater Dan melamar kerja. Mike Dorado, > pemilik > toko pizza itu, mengatakan dirinya terkejut ketika membaca > curiculum vittae Karpman. Untuk menjadi pengantar pizza > dari > rumah ke rumah tak perlu harus bergelar MBA Dan > berpengalaman > sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain, Karpman > tergolong over-qualified (bobot pendidikan Dan pengalaman > kerja > terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar). > Bagaimanapun, > yang Ada hanya lowongan sebagai pengantar pizza. > > Bahkan, sang istri Stephanie Karpman lebih terkejut lagi > saat Ken > tiba di rumah dengan pekerjaan barunya. Kamu tidak > bercanda, kan" > kata Stephanie. Mengantarkan pizza. Tidak pernah > terpikirkan > olehku, bahkan dalam mimpi terliarku sekalipun untuk > melakukan > itu, lanjutnya. > > Gaji Karpman terjun bebas. Dari enam digit per jam menjadi > hanya > USD 7,29 (RP. 85.000) per jam plus tips, satu angka yang > terbilang sangat kecil untuk ukuran AS. > > Namun itu adalah uang yang sepatutnya IA syukuri. Ini > adalah > proses terjun bebas, luar biasa bagaimana begitu banyak hal > yang > Anda katakan, saya tak bisa melakuan itu untuk menolak > karena > gengsi, tapi seminggu kemudian anda katakan, Ya... Saya > bisa > melakuan itu, ujarnya. > > Saya tidak akan meniti karir di bidang ini, namun akan > mendapatkan sesuatu yang lebih di masa depan, itu yang akan > saya > lakukan untuk tetap menjaga agar dapur tetap mengepul, > lanjutnya. > > Tekanan ini memang sempat memberi sedikit dampak pada > pernikahan > mereka. Stephanie mengatakan dirinya tidak ingin suaminya > meninggalkan pekerjaan sebagai pialang Dan berharap > suaminya itu > punya tabungan yang lebih. Tapi itulah fakta yang harus > diterimanya. Tidak perlu bertanya di mana letak > kesalahannya, > ujar Ken Karpman. Dan ketika harus menunjuk kambing > hitam,Saya > akan menunjuk ke arah saya, tegasnya. > > Dari pengalamannya ini, Karpman menyadarai, setiap Hari > membawa > satu pelajaran baru dalam kehidupan dengan sedikit harta > Dan > lebih banyak kerendahan hati. Pizza adalah langkah > maju,tandasnya. > > Saat Karpman menghitung setiap sen yang dia terima, dia > masih > berharap bisa kembali ke posisinya yang dulu Dan kembali ke > gaya > hidup papan atas yang sekan tak bisa lepas dari tangan. > Saya > butuh beberapa kemenangan,ujarnya. Semoga, itu akan segera > kembali, lanjutnya. > > Dearest sahabat,,, > > Bagaimanapun, KERENDAHAN HATI-nya untuk menurunkan GENGSI > demi > keluarga patut diacungi JEMPOL. Seorang yang berada di atas > tidak > akan mudah menerima bila sekarang dia berada di bawah. > Seorang > dengan mental seperti ini akan segera dapat bangkit kembali > Dan > menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. > > Berharap sahabat tidak patah semangat dalam meniti > kehidupan ini. > Adakalanya kehidupan tidak sejalan dengan yang Kita > inginkan. Ada > kalanya Kita diberi sebuah jabatan pada posisi > puncak..namun > siapkah buat Kita berbijak hati menerima kondisi dibawah > seperti > sang manager pialang itu ? Tentunya perlu kebesaran hati > Dan jiwa > untuk menerima semua kenyataan yang terjadi didepan Mata. > > -- A. Yahya Sjarifuddin > http://tinyurl.com/pgp-sjarifuddin > > > -----------------------| Milis Opja > |-------------------------- > Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam > dimasa > lampau --Khalil Gibran. > > Foto-foto Ekslusif FGO 2004 ada di: http://www.opja.or.id/gallery > Arsip Milis Opja di: http://www.opja.or.id/ > > > > > ***** > "This message is intended only for recipients who are > authorized to receive it. > It contains confidential and/ or legally priveleged > information belong to PT INDOSAT Tbk ("INDOSAT"), therefore > the authorized recipients shall protect this > confidential information disclosed pursuant to provisions of > Indosat's policy. > If you are not a valid recipient of this message, please > delete it from your system and/ or destroy all of the > tangible material produced from the information herein > together with all copies or reproductions thereof and notify > the sender immediately. > Please also be notified that any disclosure, copying, > distribution or taking any action based on the contents of > this message is strictly prohibited and may be unlawful". > ***** > > > -----------------------| Milis Opja > |-------------------------- > Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam > dimasa > lampau --Khalil Gibran. > > Foto-foto Ekslusif FGO 2004 ada di: http://www.opja.or.id/gallery > Arsip Milis Opja di: http://www.opja.or.id/ > > -----------------------| Milis Opja |-------------------------- Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa lampau --Khalil Gibran. Foto-foto Ekslusif FGO 2004 ada di: http://www.opja.or.id/gallery Arsip Milis Opja di: http://www.opja.or.id/
