Senin, 01/02/2010 11:02 WIB
Misteri Rokok Meledak
Tak Ada Peringatan Soal Ledakan, Produsen Rokok Bisa Dituntut
Indra Subagja - detikNews

Jakarta - Ledakan pada rokok tidak diatur dalam peringatan yang dicantumkan di bungkus rokok. Atas dasar itu, Andi Susanto yang menjadi korban rokok meledak bisa menuntut produsen rokok Clas Mild.

"Ya bisa saja, namun pidana harus selesai dulu," terang anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi melalui telepon, Senin (1/2/2010).

Dia menegaskan, untuk ledakan ini, jelas-jelas tidak ada aturan yang tertulis di bungkus rokok.  Peringatan yang tertulis hanya menyebutkan bahwa rokok dapat menyebabkan  kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.  "Peringatan WHO soal kandungan zat di rokok itu, tidak ada yang meledak sampai merontokkan gigi. Ini perlu ada pengusutan," tegasnya.

Tulus juga meminta agar pihak kepolisian bisa bersikap profesional dalam kasus ini. Ada UU Konsumen sebagai pijakan, dan mungkin juga ada pihak-pihak tertentu yang memasukkan zat-zat asing ke rokok itu.

"Polisi harus mengusut aspek pidana, karena ini tidak lazim. Nanti bisa diketahui, apakah produsen yang lengah atau ada pihak tertentu yang memasukkan zat tertentu," terangnya.

Produsen juga diminta segera merespon dengan melakukan pertanggungjawaban kepada konsumen. "Merawat biaya yang dikeluarkan korban," imbuhnya.

Andi Susanto (31) kehilangan lima giginya dan menerima 51 jahitan di bibir setelah rokok yang diisapkannya, Clas Mild produksi PT Nojorono, meledak pada 28 Januari 2010. Andi adalah satpam yang bekerja di Cibitung, Bekasi.

Pihak produsen Clas Mild juga sudah melakukan upaya damai dengan pemberian uang sebesar Rp 5 juta, Minggu 31 Januari kemarin, sebagai uang muka pengobatan. (ndr/iy)



Senin, 01/02/2010 08:42 WIB
Misteri Rokok Meledak
Keluarga Andi Konsultasi ke Kejagung, Tetap Tempuh Damai
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Ibunda Andi Susanto, korban rokok yang meledak saat diisap, merupakan pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung). Hari ini pihak keluarga akan berkonsultasi ke salah satu pejabat Kejagung untuk membahas penanganan kasus Andi. Namun, jalur damai tetap prioritas utama.

"Ibu kan jadi karyawan Kejagung. Nah, hari ini mau konsultasi ke atasannya sebelum ketemu sama orang Clas Mild," kata Widia, kakak Andi, saat dihubungi lewat telepon, Senin (1/2/2010).

Menurut Widia, pihaknya akan tetap menempuh jalan damai dengan Clas Mild. Hal itu sudah ditandai dengan pemberian uang sebesar Rp 5 juta, Minggu 31 Januari kemarin, sebagai uang muka pengobatan.

"Duit yang kemarin itu tanda jadi saja. Bukti bahwa kita mau berdamai," lanjutnya.

Uang itu, imbuh Widia, dirasa belum cukup. Sebab, dalam waktu perawatan 3 hari saja di Rumah Sakit Adam Thalib, Cibitung, Kabupaten Bekasi, membutuhkan uang hingga Rp 6 juta.

"Belum lagi kalau untuk biaya pengobatan setelah dari rumah sakit. Harus copot perban dan sebagainya?" tutupnya.

Andi Susanto (31) kehilangan lima giginya dan menerima 51 jahitan di bibir setelah rokok yang diisapkannya, Clas Mild produksi PT Nojorono, meledak pada 28 Januari 2010. Andi adalah satpam yang bekerja di Cibitung, Bekasi.
(mad/nrl)


Senin, 01/02/2010 09:28 WIB
Misteri Rokok Meledak
Tiga Gigi Kembali Copot, Andi Sulit Cerna Makanan
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Tiga gigi milik Andi Susanto, korban ledakan rokok, saat ini mulai goyang. Tidak lama lagi, dokter akan mencabut giginya itu. Andi pun semakin sulit untuk makan karena 5 gigi sebelumnya telah tanggal.

"Giginya sekarang mau copot lagi 3. Harus cabut juga. Belum tahu biayanya berapa," kata kakak Andi, Widia, pada detikcom lewat telepon, Senin (1/2/2010).

Kondisi ini membuat sistem pencernaan Nuryadi agak terganggu. Terutama untuk proses mengunyah makanan. "Makannya harus dari pinggir lalu dibawa ke tengah," lanjutnya.

Sebetulnya, kata Widia, Andi sudah diperbolehkan pulang sejak Minggu 31 Januari kemarin. Namun ternyata persoalan gigi ini menghambatnya pulang. Dokter perlu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Sambil nunggu perbannya kering. Sampai sekarang belum kering," ceritanya.

Andi kini masih tergolek lemas di ranjang. Tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan oleh pria asal Cibitung tersebut. Komunikasi juga belum bisa terlalu lancar.

"Mudah-mudahan setelah lukanya kering bisa langsung pulang," harap Widia.

Andi Susanto (31) kehilangan lima giginya dan menerima 51 jahitan di bibir setelah rokok yang diisapkannya, Clas Mild produksi PT Nojorono, meledak pada 28 Januari 2010.

(mad/nrl)


Minggu, 31/01/2010 21:24 WIB
Misteri Rokok Meledak
Alami Trauma, Andi Berhenti Merokok
Beben - detikNews

Jakarta - Peristiwa ledakan rokok yang penuh misteri menyisakan rasa trauma pada diri Andi Susanto. Akibatnya, Andi pun kapok kembali merokok.

“Saya jadi trauma terhadap rokok,“ ujar Andi kepada detikcom di ruang No 4 Rumah Sakit Adam Thalib, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/1/2010).

Andi tidak bisa menjelaskan lebih jauh soal alasannya berhenti merokok. Ia tidak mau banyak bicara karena bibirnya masih luka.

Bagian bibir atas Andi masih terlihat rusak akibat ledakan rokok. Ada sekitar 51 jahitan di bagian atas bibir tersebut yang terbalut perban.

Berbalut kaos putih, ia terbaring lemas di ranjang. Ia hanya bisa memakan makanan yang lembut seperti bubur karena giginya tak ada.

Saat ditanya perasaannya, ia mengaku hanya ingin pulang dan memperoleh ganti rugi dari perusaahaan rokok. "Saya minta perusahaan rokok mau ganti rugi,” tutup Andi.

Insiden meledaknya rokok ini terjadi pada Kamis 28 Januari sekitar pukul 18.30 WIB di Jl Teuku Umar No 1, Cibitung, Bekasi. Kala itu Andi Susanto membeli rokok warna putih yang dibelinya di warung milik Bu Panji, tetangganya.

Akibatnya, Andi terluka parah di bagian bibirnya. Tidak hanya itu, 5 gigi Andi juga tanggal akibat ledakan tersebut. (mad/mad)



Minggu, 31/01/2010 20:40 WIB
Misteri Rokok Meledak
Clas Mild Beri Rp 5 Juta Sebagai Jalan Damai
Beben - detikNews

Jakarta - Perusahaan rokok Clas Mild memberikan ganti rugi pada Andi Susanto (31) sebesar Rp 5 juta untuk biaya pengobatan di rumah sakit. Uang diberikan langsung pada keluarga Andi.

"Sudah diberikan Rp 5 juta. Yang nerima Ibu," kata kakak Andi, Widia, saat dihubungi lewat telepon, Minggu (31/1/2010).

Menurut Widia, ada dua orang dari pihak Clas Mild yang menjenguk Andi sore tadi. Mereka menawarkan penyelesaian masalah ini dengan cara damai.

"Namanya Arifin dan David. Mereka mau datang lagi besok kalau jadi. Kami hargai itikad baik mereka,” tambahnya.

Insiden meledaknya rokok ini terjadi pada Kamis 28 Januari sekitar pukul 18.30 WIB di Jl Teuku Umar No 1, Cibitung, Bekasi. Kala itu Andi Susanto membeli rokok warna putih yang dibelinya di warung milik Bu Panji, tetangganya. Insiden meledaknya rokok yang dihisap Andi membuat Andi terluka parah di bagian bibirnya. Tidak hanya itu, 5 gigi Andi juga tanggal akibat ledakan tersebut.

(mad/mad)



Minggu, 31/01/2010 19:15 WIB
Misteri Rokok Meledak
Polisi Akan Periksa Distributor & Pabrik Clas Mild
E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dalam insiden meledaknya rokok Clas Mild yang tengah dihisap Andi Susanto. Ke depan, polisi akan memeriksa pihak distributor dan pabrik pembuat rokok Clas Mild.

“Sudah enam saksi kita periksa. Termasuk nanti kita akan periksa distributor dan pabriknya,” kata Kepala Polres Bekasi Kabupaten, Ajun Komisaris Besar heri Wibowo kepada detikcom, Minggu (31/1/2010).

Keenam saksi yang telah dimintai keterangan di antaranya korban, saksi yang melihat, toko yang menjual rokok serta agen rokok.

Sementara itu, Heri menambahkan, rokok yang dibeli Andi masih dalam keadaan tertutup segel. Untuk itu, pihaknya akan memeriksa sisa batangan rokok yang
tidak dihisap Andi untuk mengetahui apakah ada kandungan bahan peledak di dalamnya atau tidak.

“Apakah jenis potasium atau bahan peledak apa,” jelasnya.

Insiden meledaknya rokok yang dihisap Andi membuat Andi terluka parah di bagian bibirnya. Tidak hanya itu, 5 gigi Andi juga rompal akibat ledakan tersebut. “Bahkan korban sempat pingsan,” tandas Heri.
(mei/mad)


Minggu, 31/01/2010 16:07 WIB
Misteri Rokok Meledak
Makin Banyak Saja Bahaya Merokok
Nala Edwin - detikNews

Jakarta - Lima gigi Andi Susanto rontok gara-gara rokok yang diisapnya meledak. Insiden ini menambah panjang daftar bahaya merokok selain kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.

"Yang pasti merokok itu berbahaya. Kalau insiden ini benar karena rokok yang diisap berarti makin bertambah saja bahaya merokok," kata Setyo Budiantoro dari Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan  Masyarakat Indonesia kepada detikcom, Minggu (31/1/2010).

Setyo melihat insiden ini sebagai pelajaran bagi para pengisap rokok untuk berhenti merokok. "Bahayanya kan sudah nyata jadi lebih baik dihentikan saja kebiasaan itu," seru aktivis Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) ini.

Selain mengomentari bahaya merokok, Setyo berpendapat, jika benar Andi terluka akibat merokok, maka dia bisa menuntut pada perusahaan rokok tersebut.  "Kalau memang terbukti, perusahaan itu harus bertanggung jawab dan memberi ganti rugi," katanya.

Insiden rokok meledak di mulut Andi terjadi Kamis 28 Januari. okok itu dibeli dari warung tetangganya. Dia membeli satu bungkus. Batang pertama dan kedua, Andi baik-baik saja. Tapi pada isapan batang ketiga, rokok meledak. (nal/nrl)



Minggu, 31/01/2010 15:44 WIB
Misteri Rokok Meledak
Menkes: Anjuran Saya, Jangan Merokok!
Elvan Dany Sutrisno - detikNews


Jakarta - Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih langsung mencari tahu begitu mendengar insiden rokok meledak saat sedang diisap Andi Susanto. Dia memberikan peringatan keras atas insiden tersebut.

"Anjuran saya, JANGAN MEROKOK," kata Menkes dalam pesan singkat kepada detikcom, Minggu (31/1/2010).

Menkes telah mencoba mencari informasi ke RS Adam Thalib, Cibitung, tempat Andi Susanto dirawat sejak Kamis 28 Januari lalu. Namun sayang usaha Menkes belum gol.

Andi Susanto kehilangan 5 giginya dan bibir terpaksa dijahit, setelah rokok yang diisapnya meledak. Dia mengisap rokok sembari naik motor. Polisi setempat masih menyelidiki insiden aneh tersebut.

(van/nrl)


Minggu, 31/01/2010 15:02 WIB
Misteri Rokok Meledak
Polisi Cek Tangki Motor Andi, Sisa Rokok Dikirim ke Labfor
Nala Edwin - detikNews

Bekasi - Rokok meledak saat enak-enak diisap menjadi misteri yang harus dipecahkan polisi Bekasi. Polisi telah melakukan penyelidikan, namun hingga kini penyebab insiden itu masih gelap.

"Kita sudah periksa tangki motor yang dia kendarai tapi tidak ada apa-apa," kata Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Herryi Wibowo kepada detikcom, Minggu (31/1/2010).

Tangki motor itu perlu diperiksa untuk menjawab pertanyaan apakah uap bensin menjadi pemicu rokok yang sedang diiisap Andi Susanto, meledak. Sebab, saat mengisap rokok warna putih itu, Andi tengah mengendarai motor menuju tempatnya bekerja sebagai satpam.

Polisi telah mengirim sisa rokok, helm dan jaket yang dikenakan Andi ke Labfor.  Polisi juga melakukan pengecekan darah Andi untuk mengetahui sebab ledakan itu. "Kalau ledakannya dari petasan juga aneh.  Tidak mungkin ada petasan sebesar rokok itu," katanya.

Insiden itu menyebabkan 5 gigi Andi rompal dan mulutnya menerima puluhan jahitan. (nal/nrl)


Minggu, 31/01/2010 14:45 WIB
Polisi Bekasi Selidiki Misteri Rokok Meledak Saat Diisap
Nala Edwin - detikNews

Jakarta - Para penikmat sigaret dikejutkan dengan berita meledaknya rokok saat diisap olen Andi Susanto di Cibitung, Bekasi. Ledakan rokok itu menyebabkan lima gigi lajang itu copot dan mulutnya harus menerima beberapa jahitan. Polisi setempat masih menyelidiki insiden aneh tersebut.

"Ledakannya misterius," kata Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Herry Wibowo kepada detikcom, Minggu (31/1/2010).

Herry mengisahkan, insiden itu terjadi pada Kamis 28 Januari sekitar pukul 18.30 WIB di Jl Teuku Umar No 1, Cibitung, Bekasi. Kala itu Andi Susanto membeli rokok warna putih yang dibelinya di warung milik Bu Panji, tetangganya.

Andi yang bekerja sebagai satpam ini mengisap rokok batang ketiga sembari menumpang motor menuju ke kantornya. "Tiba-tiba rokok meledak," kata Herry. Korban mengalami luka di sekitar bibir dan dirawat di RS Adam Thalib, Cibitung. (nal/nrl)


-----------------------| Milis Opja |-------------------------- Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa lampau --Khalil Gibran. Foto-foto Ekslusif FGO 2004 ada di: http://www.opja.or.id/gallery Arsip Milis Opja di: http://www.opja.or.id/

Kirim email ke