Salam Insinyur,
Menanggapi email PPR BKM-PII, tidak benar kalau tidak ada insinyur yang
"tidak peduli" sebagaimana disitir. Paling tidak saya bisa sampaikan
bagaimana pedulinya saya (dan teman-teman) kepada kaum dhuafa dalam hal
ekonomi termaksud.
Kepedulian kami dicurahkan pada kegiatan LANGSUNG yang menyentuh rakyat
dalam rangka perbaikan ekonomi keluarga (dus bukan melalui media seminar,
demo dsb - yang pendek kata dapat mempengaruhi kebijakan makro - itu mah
sudah "banyak yang mikirin").
Skala kami juga masih kecil-kecilan, masih kelas rumput - bukan rotan, pun
dilaksanakan di daerah (karena untuk kota besar juga sudah "banyak yang
mikirin").
Banyak kendala kami hadapi, yakni soal dana. Sudah mencoba ajak bermitra ke
CARE International Indonesia (dulu mereka punya program sejenis dgn yang
kami laksanakan) dan ke Dompet Dhuafa Republika. Yang pertama ternyata
programnya sudah ditutup, yang kedua memberi alasan kurang jelas buat kami
(KTS bantuannya tidak disalurkan secara cash).
Program kami, Penguatan Ekonomi Rakyat Melalui Perbaikan Ekonomi Keluarga
adalah langsung berupa cash. Namun untuk menghindari pola "memberi ikan",
kami menerapkan / mengadopsi pola2 Grameen Bank dari Bangladesh (sukses
dilaksanakan di Malang). Program kami termaksud identik dengan SEAD (Small
Entreprises Activity Development).
Kalau saja ada 20 anggota PII yang sudah "berkelas" secara ekonomi membantu
LSM saya masing2 1 juta, Insya Allah itu pahala akan mengalir ke Bapak/Ibu
sekalian.
Mengenai pertanggung-jawabannya, Insya Allah Bapak/Ibu tidak akan ragu
mengenai kredibilitas kami/pengurus, karena kami menerapkan mekanisme yang
transparan dengan menggunakan pendekatan ekonomi syariah. Satu hal lagi,
dana dari Bapak/Ibu bukan merupakan grant, tetapi soft loan berjangka 10
tahun.
Memang muskil kalau dipikir, sejuta untuk sepuluh tahun, apa artinya buat
para "investor", it's a peanut. Tapi coba bayangkan kalau itu digulirkan
untuk para dhuafa semacam tukang ketoprak, pedagang2 subsisten, dsb. Masya
Allah ...
Ada yang tertantang ?
Program kepedulian kami yang lain adalah dengan kegiatan yang kami namakan
PERCAYA (Public Evaluation for Change Activities and Policy Analysis).
Program ini memang mencoba mempengaruhi kebijakan makro, saat ini
kegiatannya belum begitu berkembang karena kami kekurangan ahli makro,
makanya mungkin akan kami ubah menjadi kegiatan advokasi (non litigasi),
sehingga kepanjangannya jadi Public Evaluation for Construction Activities
and Policy Analysis. Jadi jelas tujuannya untuk advokasi yang berkaitan
dengan dunia industri konstruksi. Untuk soal ini, saya pernah bincang2 dgn
Indah Suksmaningsih (Ketua YLKI), ternyata keluhan mengenai dunia
konstruksi (khususnya ttg produk2 dari developer) seabrek di kantornya,
tapi tidak tertangani. Saya belum berani "mengambil alih", kayaknya perlu
dukungan moril dari PII nih (jelasnya : dana sih).
Akhirul kalam, informasi ini sekedar membuka mata kita bahwa mungkin saja
di daerah2 lain, ada juga insinyur yang tidak enggan bersentuhan dengan
rakyat secara langsung (maksudnya, aktivitasnya tidak melulu melalui dunia
proyek dan birokrasi).
Salam,
Bambang Priatmono, Ir (UNPAR), MTSP (ITB)
Direktur CERDAS Indonesia
(Community Empowerment and Development Activities)
[EMAIL PROTECTED]
Kontak di Jakarta : 021-781.7777 (da. Wiratman & Associates)
atau 081-181.4768
"BKM-PII"
<bkmpii@pacif To: <[EMAIL PROTECTED]>
ic.net.id> cc: <[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
12/01/00 <[EMAIL PROTECTED]>
12:49 PM Subject: [ PII ] Kepedulian
Please Pada Derita Rakyat
respond to
milis
Rekan2 seprofesi Yth.
Krisis tak kunjung reda, reformasi tak tentu arahnya, namun bencana datang
berturutan. Ironi, mengapa justru mereka rakyat yang harus menderita.
Insinyurpun tampak diam terkesimak. Ironi, tampaknya mereka tak peduli
atau bahkan tak tau apa yang harusnya mereka perbuat. Apa konsep PII
tentang Recovery Perekonomian Rakyat ataupun untuk Bencana yang sedang
terjadi ?
Apakah tidak seyogyanya PII berani mengambil inisiatip ?
Bila tidak berkeberatan dan bila masih memiliki nurani serta kepedulian,
maka kami ingin mencoba memfasilitasi dan menyalurkan kepedulian rekan2.
Kontribusi dan saran2 konstruktif anda kami tunggu segera.
Salam sejahtera,
Pokja Peduli Rakyat - PP BKM
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]