Terima kasih Pak Bukhari atas responnya.
Menanggapi pertanyaan Bapak, jawaban saya : "Belum Pak !".
It's a good news, bagaimana saya bisa kontak Pak Yani Rodyat ?
Kebetulan LSM yg saya bina ini bermarkas di Purwakarta (Jawa Barat), dengan
cakupan Purwasuka (Purwakarta, Subang dan Karawang).
Kami pernah coba akses ke beberapa sumber dana, tapi mentok karena
officially usia lembaga kami kurang dari dua tahun, meski principle dan
para pengelola sudah cukup berpengalaman.
Jadi sekarang ini, jujur saja (ya Allah, mudah2-an saya tidak termasuk
ri'ya), agar program dapat bergulir, terpaksa kami danai dari kocek pribadi
pengurus yg sangat pas-pasan. Lumayanlah, uang dua-tiga ratus ribu terasa
sangat bermanfaat bagi mereka, para tukang cendol, pedagang (kecil) pasar,
pengumpul plastik dsb. Adapun manfaat langsung yang kami rasakan, apalagi
di bulan suci ini, tidak lain adalah kebahagiaan. Maha Suci Engkau .. yaa
.. Allah.
FYI, sejauh ini, kami baru bisa menggulirkan dana kurang dari 10 juta saja.
Padahal sistem dan kesiapan kami saat ini bisa menggulirkan hingga 200 juta
(sesuai proposal yg pernah kami ajukan ke PNM, CARE dan sebuah institusi
modal ventura), dan bisa berkembang (maksudnya SDMnya) bila dananya makin
besar.
Note : Melalui program PERCAYA, pernah kami menggagas untuk menggunakan
pola2 "seperti teman-teman LSM lain" dalam menggalang dana, yakni dengan -
misalnya - demo mengkritik kebijakan2 yang "miring", dengan harapan
terliput secara luas dan mengalirlah donatur, lantas sebagian disalurkan
untuk mendanai penguatan ekonomi keluarga miskin. Tapi kok rasanya melawan
hati nurani, jadi kami urungkan, sebab, bisa bikin keruh dan susah
pertanggung jawaban publiknya. Saya ndak mau jadi Robin Hood lah.
Nah, berdasarkan info Pak Bukhari, saya akan coba kontak Pak Yani Rodyat,
mana tahu beliau dan Pak Arifin bisa bermitra dengan kami.
Please let me have the address, atau tolong Pak Bukhari forward email ini
ke beliau. Kalau Allah berkenan, Pak Arifin setuju, biarlah daerah
Purwasuka kami yang ngurus.
Salam,
Bambang Priatmono
----------
> From: Akhmad Bukhari Saleh <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [ PII ] Pola Grameen Bank (Re: [ PII ] Kepedulian Pada Derita
Rakyat)
> Date: 02 Desember 2000 13:15
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Program kami, Penguatan Ekonomi Rakyat Melalui Perbaikan Ekonomi
Keluarga
> > adalah langsung berupa cash. Namun untuk menghindari pola "memberi
ikan",
> > kami menerapkan / mengadopsi pola2 Grameen Bank dari Bangladesh (sukses
> > dilaksanakan di Malang). Program kami termaksud identik dengan SEAD
(Small
> > Entreprises Activity Development).
>
> Arifin Panigoro, dibantu adiknya, Yani Rodyat, sedang mempersiapkan
> kegiatan dengan pola Grameen Bank ini untuk Jawa Barat.
> Mungkin bisa kerjasama atau bersinergi? Atau barangkali malahan Anda
> sudah terlibat (maaf kalau saya belum tahu)?
>
> Wasalam.
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]