Silahkan para ahli yg berkompeten diskusi !.
Pada kesempatan ini, ijinkan saya menyoroti dan sumbang ide pada sesuatu yg
bersangkutan langsung dgn masyarakat yg awam mesin.
Kalau mesin mobil anda mati di tengah rel - apalagi sirene sudah berbunyi,
maka ada bbrp tindakan :
1. Tentu saja ambil langkah seribu atau seribu seratus tujuh puluh, atau ;
2. Kalau sang waktu masih kompromi, gerakan persneling ke gigi 2 - lalu
putar kunci kontak pada posisi start (ignition) dan tahan terus. Pertamanya
mobil akan "loncat", kemudian akan melaju (dgn tenaga aki) - kendalikan
kemudi dan bawa ke posisi aman !. Maka theeennnn ,,,, jenggreng-jenggreng
kereta lewat di belakang mobil anda. Anda dan mobil selamat, paling2 aki
soak. Suruh aja tukang asongan dorong, jegurr nanti kan hidup lagi.
Salam,
ki@tmo
( Insinyur dan produk2-nya terlahir untuk memperbaiki dan mempermudah
kehidupan umat manusia dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, insinyur
dituntut untuk memiliki kepekaan sosial. Oleh sebab itu, insinyur dituntut
untuk tidak memiliki sifat dan sikap kaku dalam interaksi sosial. Oleh
sebab itu, insinyur juga perlu guyon sesekali. Kalau tidak bisa guyon -
karena mungkin tidak punya talenta untuk itu - ya seyogyanya bisa
mengapresiasi suatu guyonan. Tentu saja guyonan yang maton bukan waton.
Kalau ini pun tidak bisa, mungkin pada dasarnya ia memang tidak bakat jadi
insinyur - sebaiknya jadi saintis saja, ha ha ha)
"Muchlis
Nugroho" To: <[EMAIL PROTECTED]>
<mnugroho@sof cc:
thome.net> Subject: [ PII ] mana yang
benar?
08/01/01
09:11 PM
Please
respond to
milis
Berikut ini adalah dua argumentasi konfrontatif mengenai fenomena sulit
distarternya mobil saat mati tepat diatas rel kereta.
Yang satu menjelaskan bahwa hal tersebut bukan karena faktor psikologis
(kegugupan pengemudi) namun karena aspek teknis.
Sedangkan yang lainnya meragukan terori pertama.
Bagi saudara-saudara yang merasa engineer sejati. Sudikah kiranya
menjelaskan secara tepat, mana dari kedua teori tsb yang benar???
TEORI #1
, Joe wrote:
> > > > Hati-hati yach...!!!!
> > > >
> > > > Mengapa jika mesin kendaraan bermotor� tiba-tiba mati di lintasan
rel
> > > > kereta api sulit dihidupkan lagi ?
> > > > Ternyata itu� disebabkan adanya pengaruh gesekan antara roda
kereta dengan
> > > > relnya. "Jadi,� bukan semata-mata karena sopirnya gugup sehingga
tidak bisa
> > > > menghidupkan� mesin kendaraannya," kata Dr Ir Djoko Sungkono,
kepala
> > > > Laboratorium Motor Bakar� Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya
(ITS).
> > > > Selama ini sering terjadi� kendaraan bermotor tiba-tiba mati
mesinnya saat
> > > > melintas di atas rel kereta api.� Itu terjadi terutama ketika ada
kereta
> > > > yang mau lewat. Pengendaranya kesulitan� menghidupkan kembali
mesin
> > > > kendaraannya itu. Akibatnya, kendaraan bermotor� itu ditabrak
kereta.
> > > >
> > > > Kasus terbaru adalah seperti yang dialami Rektor dan Pembantu
Rektor III
> > > > Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Keduanya tewas karena
mobil yang
> > > > sedang melintas rel dihantam kereta api. Djoko lalu
mengingatkan,jika mesin
> > > > mobil tiba-tiba mati di atas rel, maka hendaknya penumpangnya
segera keluar
> > > > dan mendorongnya. Jika tidak, akan sangat membahayakan jika kereta
segera
> > > > lewat. Mengapa mesin motor susah dihidupkan? Kata Djoko, terjadi
impedansi
> > > > yang ditimbulkan oleh pergesekan roda kereta api dan relnya.� Dan,
> > > > impedansi itu yang cukup untuk mengakibatkan mesin mobil yang
mati sulit
> > > > menyala kembali. Kejadian itu terutama berpengaruh pada mobil atau
> > > > kendaraan yang berbahan bakar bensin, meskipun kendaraan berbahan
bakar
> > > > solar� juga ada yang terpengaruh. "Pada kendaraan yang berbahan
bakar
> > > > bensin, starternya� digerakkan oleh dinamo," paparnya. Dari dinamo
ini
> > > > dihasilkan medan magnet yang� selanjutnya menggerakkan mesin
mobil.
> > > >
> > > > Djoko mengatakan, hal tersebut tidak jadi� masalah bila mesin
mobil
> > > > tersebut tidak mati. Namun bila mesin tersebut mati� maka akan
sulit untuk
> > > > dihidupkan lagi. Medan impedansi tersebut tidak diperlukan� jarak
yang
> > > > dekat untuk itu. Hal tersebut sudah dapat berpengaruh ketika
kereta api
> > > > masih berjarak 1,5 km lokasi lintasan di mana kendaraan bermotor
itu
> > > > melintas rel.
>
>
>�� *************@@@@@@@@@@************
>�� Yopi Kristanto
>�� Divisi SAT ASTRA
TEORI #2
Agus Wrote,
Ada hal yang kurang logis dijelaskan oleh Dr Ir Djoko Sungkono di
bawah....
1. Bahwa yang menghidupkan mesin bukanlah dinamo tetapi tetapi motor DC,
��� memang istilah montir namanya motor dinamo tetapi 2 hal ini
berdasarkan
��� cara kerja cukup berbeda ....
2. menurut Dr Ir Pekik (dosen Elektro ITB) bahwa impedansi itu adalh sifat
��� dari material atau bahan jadi tidak dibangkitkan sebagaimana asumsi Dr
Ir
��� Djoko di bawah...
dan asumsi di bawah tampaknya berhubungan dengan listrik karena itu yang
dimaksud adalah impedansi listrik dan sekali lagi impedansi itu tidak
dibangkitkan...
Dinamo tidak menghasilkan medan magnet... juga tidak ada yang namanya
medan impedansi yang ada hanya medan listrik dan medan magnet...mesin
mobil tidak dibangkitkan atau digerakkan oleh medan magnet ....
kalau suatu medan magnet bisa memberikan pengaruh sampai 1,5 km seperti
dikemukakan di bawah maka pasti arus listrik yang menghasilkan sampai
ribuan ampere dan ini tidak logis
jadi jangan dulu menjadikan sebuah pernyataan ilmiah itu benar adanya
karena masih perlu diperdebatkan...
�dan saya juga menilai alasan yang dikemukakan oleh Dr Ir Djoko di bawah
tidak logis ...
Agus Suwanto
Bandung Lautan Macet
Lab Motor Bakar & Sistem Propulsi ITB
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]