Banjir Jakarta sejak awal minggu ini dan melanda hampir seluruh Pulau Jawa memang merupakan akibat dari curah hujan yang sangat tinggi setelah 6 tahun yang lalu juga terjadi hal yang sama namun tidak separah sa'at ini.
Pada umumnya banjir terjadi pada daerah yang dahulu waktu penduduk Jakarta belum sepadat sekarang tidak dihuni karena digunakan sebagai daerah peresapan, sawah atau bantaran sungai yang memang relatif rendah.
Letak Jakarta diantara dua sungai yang cukup besar Ciliwung  dan Cisadane dan beberapa sungai kecil lainnya yang mata airnya berada disebelah selatan kota Jakarta. Daerah awal mata air semua sungai yang mengalir ke Jakarta, dahulu merupakan daerah hutan yang rimbun kenyataannya sa'at ini telah banyak yang berubah menjadi berbagai keperluan sehingga hutannya hilang. Akibatnya pada musin kering sungai ke arah Jakarta kering ( debitnya kecil ) dan pada musim hujan banjir ( debitnya besar ). Ini semua sebagai akibat hilangnya daerah resapan di hulu.
Jadi kalau terjadi banjir besar, semuanya sebagai akibat hilangnya daerah resapan baik di hulu maupun di hilir. Masalahnya kenapa daerah resapan di hulu dan hilir hilang ? Pada hal kita semua tahu bahwa di Indonesia selalu ada musim kemarau dan musim hujan. Kita tahu bahwa curah hujan di Indonesia bagian barat relatif tinggi. Bahwa bahaya banjir selalu mengintai bila curah hujan tinggi. Bahwa kita harus memelihara daerah resapan untuk mengendalikan debit air. Teori itu kita semua tahu ! Kalau kita semua tahu, mengapa kita mengabaikan hal2 yang kita ketahui dan sadari akibatnya. Jawabnya hanya satu. Kita semua telah melakukan apa yang disebut " negligence ". Tidak perduli apa yang akan terjadi. Semua yang seharusnya tidak kita lakukan, kita lakukan dengan berbagai argumentasi rasional yang sayangnya jangkauannya pendek. Mungkin memang kita kurang mampu berpikir, bersikap dan bertindak untuk kepentingan yang lebih besar, untuk kepentingan masyarakat yang lebih banyak, untuk kepentingan yang lebih jauh, untuk kepentingan yang lebih mendasar. Benarkah kita begitu ?
Martiono
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke