*Merancang Fondasi Keahlian Memimpin*
Oleh: Jazak YA*
@jazakYA

“Jika anda memberi seseorang ikan, anda memberinya makan sehari, jika anda
mengajarinya memancing, anda telah menghidupinya seumur hidup.”

Melanjutkan perjalanan kita untuk meraih keahlian memimpin pada edisi
minggu lalu, sekarang untuk melengkapi kompetensi seorang pemimpin atau
leader, maka dibutuhkan suatu keahlian dasar bagaimana bisa menjalankan
fungsi-fungsi kepemimpinan.

Kembali kepada tugas utama seorang leader yaitu bertanggung jawab terhadap
pengembangan orang, organisasi dan bisnis, kemampuan mengembangkan dan
memperbaiki orang adalah mutlak.

Coaching Skill atau keahlian melatih adalah rangkaian teknik yang
diciptakan untuk membantu pemimpin mengembangkan anak buahnya, sedangkan
counseling skill adalah teknik yang didesain untuk membantu pemimpin
memperbaiki kinerja anggota timnya.

Sehingga coaching skill dan counseling skill adalah rangkaian keahlian
dasar memimpin yang wajib dimiliki oleh para pemimpin.

Coaching Skill (Keahian Melatih)
Definisi coaching adalah proses berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja
karyawan melalui proses pengembangan pada aktivitas sehari-hari.

Secara harfiah coaching berarti melatih, namun yang dimaksudkan disini
adalah bagaimana seorang pemimpin mampu melatih anggota timnya sehingga
mereka menjadi mandiri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Berkat coaching, seorang leader tidak perlu lagi bangun tengah malam hanya
untuk menjawab pertanyaan atau permintaan yang sebenarnya bisa dilakukan
oleh anggota timnya.

Mengurangi ketergantungan terhadap leader dan membuat anggota tim menjadi
mandiri adalah tujuan utama mengapa proses coaching diperlukan oleh
pemimpin dalam mengembangkan organisasinya.

Kapan dan kondisi seperti apa coaching dapat dilakukan? Coaching hanya bisa
dilakukan jika karyawan memiliki kesadaran (awareness) dan mau bekerjasama
(cooperation) bahwa mereka membutuhkan pengembangan. Jika kondisi tersebut
tidak ada, maka coaching tidak dianjurkan karena tidak akan menghasilkan
apapun, apalagi jika karyawan memiliki resistensi atau penolakan terhadap
proses coaching.

Resistensi terhadap Coaching mengindikasikan karyawan tersebut harus
dikelola dengan pendekatan Counseling.

*Elemen Melatih*
Coaching atau melatih terdiri dari 2 elemen pendukung utama yaitu giving
direction atau memberikan arahan dan perintah, kedua adalah coaching asking
yang bermakna melatih dengan melibatkan.

Kita bahas secara singkat apa dan bagaimana kedua elemen coaching tersebut,
serta keunggulan dan kerugian elemen tersebut.

*Give Direction (memberikan arahan)*
Memberikan arahan kepada anggota tim sebagai bagian dari proses coaching
adalah dibenarkan jika dalam kondisi yang memerlukan pendekatan ini,
situasi tersebut adalah jika, keamanan terancam akibat karyawan sangat baru
terhadap tugas dan tanggung jawabnya, sehingga jika tidak diberikan arahan
akan menyebabkan kesalahan yang fatal. Alasan kedua, pemimpin perlu
memberikan arahan bila karyawan belum mampu menghasilkan kinerja yang yang
ditargetkan.

*Kerugian Giving Direction*
Tapi tunggu dulu. Giving direction tidak 100 persen ideal. Giving direction
memiliki beberapa kelemahan yang perlu diwaspadai sehingga harus diketahui
kapan sebaiknya arahan dikurangi atau dihentikan. Kerugian itu adalah:
• Karyawan menjadi sangat tergantung kepada pemimpin
• Menurunkan motivasi
• Pemimpin kehilangan peluang untuk mengembangkan anak buahnya
• Menurunkan komitmen karyawan melaksanakn tugas, karena merasa disuruh
saja tanpa dilibatkan
• Pemimpin kesulitan mengenali dan menemukan bakat atau talenta yang
dimiliki anggota timnya

*Coaching-Asking*
Elemen berikutnya dalam proses coaching adalah coaching-asking, yaitu
melatih dengan melibatkan karyawan dalam semua proses dan tahapan coaching.
Coaching-asking memiliki kemiripan dengan democratic leadership style.

Coaching asking merupakan pendekatan yang sangat baik dan terbukti mampu
meningkatkan efektifitas kepemimpinan, sehingga sangat dianjurkan untuk
selalu digunakan jika kondisi tim kondusif dan memenuhi syarat untuk
dilakukan.

Syarat tersebut adalah jika anggota tim memiliki kesadaran dan mau
bekerjasama dalam pengembangan dirinya.

*Keuntungan Coaching-asking*
Coaching dengan melibatkan karyawan memiliki banyak keuntungan yang
memungkinkan kedua belah pihak- pemimpin dan anggota tim- mendapatkan
dampak positif dari proses coaching.
• Dapat berbagi ide-ide yang positif dan konstruktif
• Meningkatkan komitmen anggota tim
• Solusi lebih banyak atau variatif
• Meningkatkan manajemen diri masing-masing anggota
• Meningkatkan rasa percaya diri anggota tim
• Meningkatkan kemandirian dari yang dipimpin


* Jazak Yus Afriansyah adalah seorang Author , Coach, Trainer (ACT) of
Professional Skill Series. Ia menulis Buku Seri Keahlian Profesional yang
didesain untuk melengkapi dan membekali para professional dan entrepreuner
dengan Knowledge dan Skill yang diperlukan untuk menjawab tantangan dan
menangkap peluang bisnis sekaligus menumbuhkan dan mengembangkan karir
profesional, beberapa buku Seri Keahlian Profesional yang telah terbit dan
akan terbit.

Berikut buku yang ditulis Jazak: Basic Leadership Skill: Coaching and
Counseling (2012), One Minute Selling in Ethical (2013), High Impressive
Presentation Skill (2013),
 Stress! So What? Stress Management Skill (2014), Kiss the King Kong: Key
Account Management Skill (2014), Hot Deals! High Productive Negotiation
Skill (2015), Toxic Boss: Ten Most Poisoned Leader Sins (2015).

-- 
Info program lengkap dan jadwal training Proaktif terdekat silahkan hubungi 
kami di: 

Tel. 021-3260 3383; 0815 896 3889
Email: [email protected]
Website: www.mitrapembelajar.com, www.pembelajar.com

Untuk keluar dari grup ini, kirimkan email ke:
[email protected]
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Proaktif Network" dari 
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke