*Hal Kecil yang Memanusiakan Bawahan*
*Oleh: Donni Hadiwaluyo*
Baru bersih-bersih data di laptop, nemu ebook ini. Buku ini berjudul "The
Biz; 50 Little things that make a big difference to team motivation and
leadership" karya David Freemantle, terbitan Nicholas Brealey Publishing,
London 2004. Saya temukan banyak tips berharga yang dapat dilakukan para
pemimpin. Langkah yang ditulis sangat praktis, mudah, tapi efeknya bisa
magical dan luar biasa.
Ide utamanya sederhana. Yaitu membuat karyawan merasa bahwa ia adalah
seorang manusia bagi Anda. Nguwongke -bahasa jawanya. Suasana kantor memang
secara alamiah akan membuat persona menjadi impersona. Manusia menjadi
bukan manusia. Sekedar objek, angka, atau nomor induk. Tidak ada orang yang
ingin dianggap sebagai sekedar objek, angka, atau nomor induk. Namun tanpa
disadari sebenarnya begitu banyak pemimpin yang perlakuannya demikian.
Contohnya, saat pemimpin sedang memarahi bawahannya, jarang sekali ia
berpikir bahwa bawahannya adalah seorang ayah dengan dua anak yang sudah
dewasa, yang sebenarnya sudah tidak layak lagi dimarahi seperti anak kecil.
Kegiatan-kegiatan yang dituliskan dalam buku itu dapat membuat kantor
menjadi kumpulan manusia 'lagi', bukan mesin. Dan memang, personalisasi
adalah pendorong utama dalam melekatnya hubungan antar pribadi.
Tips-tipsnya sebenarnya sederhana. Misalnya sesekali katakanlah sesuatu
yang positif tentang gaya rambutnya. Buatlah kartu ucapan yang personal
tentang hari raya yang ia rayakan, hubungkan dengan situasi yang ia alami.
Misalnya: Selamat idul Fitri ya. Mohon maaf lahir batin. Turut senang
mendengar bahwa papamu sudah keluar dari rumah sakit sehingga bisa ikut
liburan bersama kalian. Ini jauh lebih efektif daripada tanda tangan
sederhana atau kartu cetakan perusahaan yang dingin dan kering, dengan
ucapan ‘template’ yang bisa di-copas dan sudah beredar dimana-mana.
Tim Waterstone, pengusaha jaringan toko buku terbesar di Inggris dengan
4500 karyawan mengatakan, "Setiap hari saya mencoba untuk menulis
setidaknya enam memo untuk staf yang berbeda. Kalau saya sedang berjalan
dan melihat tampilan display buku di jendela Waterstones (jaringan toko
buku miliknya) yang sangat baik, maka saya tulis memo dan memujinya.”
Hal kecil semacam ini sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan. Namun
seringkali diabaikan oleh para pemimpin. Dalam artikel ini ada beberapa
tips yang akan coba saya share.
*1. Menulis email spontan*
Pakai peristiwa yang spontan sebagai bahan untuk menulis email kepadanya.
Pastikan email itu benar-benar personal. Misalnya:
Budi, sekedar info, tadi saya bertemu dengan klien kita Ibu Nita. Ia
menanyakan kamu. Saya bangga lho, dia bisa ingat kamu.
Marta, good luck untuk proyek di Cirebon ya. Saya yakin kamu akan
berhasil.
Saya baru saja selesai meeting dengan CEO kita, ia bilang laporan yang
kamu sangat lengkap dan membantu. lho.. Keren.
Terima kasih sudah ikut lembur sampai larut malam kemarin, saya sangat
menghargainya.
*2. Menulis memo pribadi*
Contoh:
Letakkan memo di meja kerjanya, yang bertuliskan, “Presentasimu tadi
bagus.”
Kirim catatan di balik kartu nama Anda, “Terima kasih atas usulmu tadi
di meeting.”
Tempelkan ‘post it’ di layar komputernya, “Saya suka dengan kerapian
mejamu.”
Lampirkan catatan personal pada artikel yang anda email kepadanya.
"Waktu saya baca ini, saya ingat kamu. Saya rasa, kamu akan suka artikel
ini."
*3. Menelponnya pada saat tak terduga*
Contoh:
Saat anda di perjalanan ke luar negeri, habiskan 5-10 menit untuk
menelpon anggota tim Anda. Jangan membahas pekerjaan, tapi hanya untuk
mengobrol.
Menyampaikan salam untuk anak dan istri karyawan Anda, ucapkan terima
kasih, karena rela suaminya lembur kemarin malam.
Menelpon Andi dan menanyakan apakah ia menonton pertandingan bola tadi
malam, dan bagaimana pendapatnya tentang gol yang terjadi.
Menelpon Meri dan menanyakan apakah ibunya sudah sembuh dari sakit.
*4. Ingatlah tanggal-tanggal yang penting bagi mereka*
Contoh:
Memastikan bahwa setiap anggota tim menerima kartu ulang tahun dengan
komentar yang personal.
Mencatat dan memberi perhatian pada tanggal dimana mereka pertama kali
bergabung dengan perusahaan, kirimi kartu kecil untuk berterima kasih atas
dukungan mereka selama setahun itu.
Menciptakan hari peringatan khas setiap orang. Misalnya hari ketika
Willi pertama kali mendapat klien besar. Anda perlu peka dan segera menulis
di buku harian untuk bisa melakukan ini.
Menemukan hari, saat anggota tim merayakan sesuatu yang besar (seperti
sepuluh tahun menikah), dan berikan kartu khusus dengan tulisan tangan
kepadanya.
Ada ribuan cara yang berbeda dan kreatif Anda dapat menggunakan email,
pesan teks, catatan, panggilan telepon, atau kartu untuk memotivasi orang.
Disiplinkan diri Anda untuk mengirim satu pesan yang tak terduga dan
membuat satu panggilan tak terduga untuk anggota tim yang berbeda setiap
hari.
Menurut Simon Sinek (dalam buku: Start With Why), hal penting dalam
membangun hubungan adalah jangan berharap untuk instan. Anda perlu
mengeluarkan sumberdaya, waktu, dan energi Anda untuk membangunnya. Semakin
besar pengorbanan Anda (dalam hal sumberdaya, waktu, dan energi) semakin
kuat hubungan yang terbentuk. Tulisan tangan dan jabat tangan akan lebih
kuat efeknya daripada email. Karena tulisan tangan perlu energi, waktu, dan
sumberdaya lebih dibanding email.
Penting. Jangan sampai membuat ucapan yang rutin dan template saja. Setiap
ucapan harus spontan, original, dan tak terduga. Mudah kan? Mulailah saat
ini juga. (*dhw*)
--
Info program lengkap dan jadwal training Proaktif terdekat silahkan hubungi
kami di:
Tel. 021-3260 3383; 0815 896 3889
Email: [email protected]
Website: www.mitrapembelajar.com, www.pembelajar.com
Untuk keluar dari grup ini, kirimkan email ke:
[email protected]
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Proaktif Network" dari
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.