Kisah Sukses Mantan "Sales" Sedotan




Kehidupan ini sangat indah. Tak semua perjalanan hidup manusia berjalan
dengan mulus. Tentu banyak rintangan dan hambatan dalam meraihnya. Kuncinya
adalah kesabaran, keteguhan hati, memiliki prinsip yang kuat, jujur, apa
adanya, dan selalu melakukan inovasi. Di balik kesuksesan seseorang, ada
kisah-kisah mengharukan dan menyedihkan. Semua itu adalah proses yang harus
dilalui. Mulai hari ini, Kompas.com menurunkan serial artikel "Success
Story" tentang perjalanan tokoh yang inspiratif. Semoga pembaca bisa
memetik makna di balik kisahnya.



KESUKSESAN yang dicapai Bagus Susanto sebagai Managing Director PT Ford
Motor Indonesia di usia 37 tahun tidak lepas dari perjalanan hidupnya sejak
kanak-kanak hingga sekarang. Ia menyadari bahwa pencapaiannya saat ini
berkat tempaan yang diterimanya sejak muda.



Matanya menerawang saat ditanya sejak kapan mengasah bakatnya menjadi sales
andal sehingga kini mengantarkannya menjadi Managing Director PT Ford Motor
Indonesia. Tak butuh waktu lama baginya untuk mengingat masa lalunya.
Cerita kisah pengalamannya masa kecil meluncur deras dari mulutnya dalam
perbincangan santai dengan Kompas.comdi Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Bagus yakin bakat menjadi sales sudah dimilikinya sejak kecil. Kisah
menjadi penjual sedotan saat duduk di kelas 3 sekolah dasar di Tanggul,
Jember, sekitar tahun 1983-1984 itu pun sangat membekas di kepalanya.



"Jadi ceritanya, papaku jualan sarung dan jarik. Nah, ada orang yang nitip
sedotan ditaruh di rumah. Sedotan berapa sih harganya? Lalu saya lihat. Ini
apaan sedotan, berapa harganya? Segitu. Ya udah sini saya bawa," kata dia.



Ia pun membawa bungkusan sedotan yang teronggok di rumah. Naik sepeda
onthel, Bagus mendatangi depot-depot penjual es. Tak dinyana, cukup
berkeliling seharian, Bagus berhasil menjual habis barang yang sebelumnya
hampir tak tersentuh.



Dari situlah, kepercayaan dirinya tumbuh. Tidak hanya sedotan, Bagus juga
mencoba menerapkan bakatnya untuk menjajakan barang-barang lainnya.



"Terpaksa, jujur saja," kata Bagus. Ia mengakui keadaan ekonomi keluarganya
saat itu yang mendorongnya ikut membantu memenuhi biaya kebutuhan
sehari-hari.



Saya kelas 1 SMP, ia memilih mengisi liburan dengan berjualan jeruk dan
menjadi penyemir sepatu di Gang Dolly, kompleks pelacuran yang tak jauh
dari rumahnya di Jalan Banyu Urip, Surabaya. Tak tahan berjualan di Gang
Dolly karena lingkungan yang negatif, tanpa perlu malu ia beralih menjual
jeruk dari rumah ke rumah.



"Jadi balik lagi, loe mau 'bayar' apa enggak, keberanian, nekat, enggak
malu. Yang saya pikirin itu, karena sudah miskin, apa yang saya lakukan
tidak akan membuat saya lebih miskin. Jadi pilihannya naik terus," kata
Bagus.



Saat duduk di bangku SMA, Bagus tidak meninggalkan rutinitas berjualannya.
Ia membantu keluarganya berjualan kain.



"Kebetulan ayah saya itu salesman kain dan saya suka membantu kalau libur.
Suka ikut jualan kain. Karena Sabtu dan Minggu jadi uang makannya lumayan
nilainya," ujar Bagus.



Bahkan karena dianggap pintar berjualan, Bagus sempat ditawari majikan
ayahnya untuk bekerja di toko kainnya. Namun, Bagus menolak.



"Aku mikir. Niatku kuliah itu tinggi. Saya mikir, satu-satunya jalan saya
keluar dari kemelut kemiskinan hanya melalui pendidikan," kata Bagus.



Maka, menjelang kelulusan SMA, Bagus mendaftarkan diri untuk mendapatkan
beasiswa pendidikan kerja yang menawarkan sekolah bebas biaya bahkan
mendapat uang saku. Setelah mengikuti rangkaian proses, tinggal tes
terakhir wawancara di Jakarta harus dia lalui.



Sementara itu, dia juga sedang menunggu kelulusan ujian masuk perguruan
tinggi. Apalagi, ia memperkirakan kemungkinan besar lolos ke perguruan
tinggi yang diincarnya.



Di sinilah Bagus harus memilih jalan yang kelak mengantarkannya menduduki
jabatan Sales and Marketing Director Ford Motor Indonesia sebelum menjabat
Managing Director.



Apa pilihan yang akhirnya diambil Bagus? Ikuti lanjutan kisah perjuangannya
meraih kesuksesan di artikel berikutnya.


http://lipsus.kompas.com/

-- 
Info program lengkap dan jadwal training Proaktif terdekat silahkan hubungi 
kami di: 

Tel. 021 22103478
Email: [email protected]
Website: www.mitrapembelajar.com

Untuk keluar dari grup ini, kirimkan email ke:
[email protected]
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Pembelajar" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke