"Orang termiskin bukanlah ia yang tidak memiliki harta benda, tetapi mereka yang tidak 
mempunyai hubungan baik dengan sesama."

 Ketika saya mengikuti acara outing teman-teman F&A di Anyer beberapa waktu lalu, saya 
melihat "tehnik baru" penangkapan ikan oleh nelayan yang belum pernah saya lihat 
sebelumnya di sana. Mereka membuat jala yang sangat panjang, yang kemudian dengan 
menggunakan tali plastik yang sangat panjang (ratusan meter), jala itu ditarik dengan 
meggunakan kapal motor membentuk setengah lingkaran menghadap pantai. Di bagian 
permukaan,dalam jarak tertentu di atas tali panjang itu diikatkan pelampung-pelampung 
kecil untuk menjaga agar jala bagian atas tetap mengapung, sedangkan bagian jala di 
bawah, pada tali-talinya diikatkan pemberat layaknya jala ikan kecil yang sering 
dipakai nelayan. 

Setelah beberapa lama jala raksasa itu dibiarkan mengapung, kemudian masing-masing 
ujung tali atas dan bawah jala itu ditarik beramai-ramai ke pantai. Jala yang panjang 
dan membentuk setengah lingkaran itu makin lama makin mengecil, dengan demikian 
ikan-ikan yang ada di dalam area setengah lingkaran jala itu akan "tergiring" 
mendekati pantai, untuk kemudian diringkus ke dalam jala yang semakin lama semakin 
menyempit. 
 "Wah ini cara baru ..." kata saya spontan.
 Mendengar ini anak saya yang sedang asyik main pasir, kebingungan, "Apanya yang baru 
Pa?".
 Saya lalu menjelaskan kepadanya mengenai cara mereka menangkap ikan yang barusan 
dilakukan nelayan itu adalah cara baru dibandingkan yang selama ini dilakukan dengan 
melaut sendiri-sendiri. Meskipun teknik itu sangat sederhana, saya memberikan 
apresiasi kepada semangat mereka untuk 'berkolaborasi' untuk mencari ikan 
bersama-sama. Justru di tengah-tengah persaingan mereka sebagai individu nelayan yang 
semakin hari semakin ketat. "Dengan bekerja bersama begini, hasil ikan bisa lumayan 
banyak, waktunya sebentar dari pada kami melaut sendiri-sendiri dengan menggunakan 
kapal masing-masing." kata seorang nelayan sambil tersenyum gembira memungut ikan-ikan 
yang sudah terperangkap di jala besar itu. 

Luar biasa. Saya lalu teringat pula akan makna kebersamaan dalam "gotong-royong" atau 
"sambatan" di kehidupan pedesaan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di sana, kalau orang 
mendirikan rumah, tidak perlu memanggil tukang dengan membayar upah seperti umumnya 
kita membangun rumah, tetapi dengan pola "sambatan". Cukup keluarga yang mendirikan 
rumah memasak makanan istimewa untuk para tetangga yang dengan sukarela membantu 
mendirikan rumah itu.

 Kebersamaan yang seperti ini kita tidak rasakan lagi di Jakarta yang serba 
individualistik. Boro-boro "gotong-royong" atau "sambatan", lha wong kenal tetangga 
saja belum tentu ... 
 "Lho aku kenal, sama teman-temanku !" anak saya memprotes pernyataan generalisasi ini 
dengan polosnya. 
 Bagaimana dengan Anda? 
 Bulan Puasa dan Hari Raya ini, mari kita gunakan sebaik-baiknya untuk memperpanjang 
tali silaturahmi dengan tetangga, dengan kerabat, dengan siapa pun, karena toh kita 
tidak bisa hidup tanpa sesama.



Mr. C-mp3
[AnakKepolahBopoKepradah]
" Tut Wuri Handayani - Ngetut mburi jenenge ra wani ".


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/x3XolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY <================
Posting   : [EMAIL PROTECTED]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/
                www.mitek.unibraw.ac.id || www.himamitek.cjb.net
************************************************************************************ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke