Hemm ... curahan hati banget ,.. hehe ..
trus tulisan yang buat calon suami nya mana ?..hehe


--- wong sableng <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> nah loh mau dah ditentuin waktunya ... masih bingun
> cari lokasi calonnya :D
> 
> 
> On 9/8/05, setiaji kurniawan
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > Kepada Calon Istriku...
> > Where ever u r
> > 
> > Assalammu'alaikum Wr. Wb....
> > 
> > Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take
> care... Allah selalu 
> > bersama kita.
> > 
> > Calon Istriku...
> > Masihkah menungguku...? Hm... menunggu, menanti
> atau whateverlah yang 
> > sejenis dengan itu kata orang membosankan.
> Benarkah?! Menunggu... hanya 
> > sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang
> 'istimewa'. Dan bagiku, 
> > menunggu adalah hal istimewa. Karena banyak
> manfaat yang bisa dikerjakan dan 
> > yang diperoleh dari menunggu. Membaca, menulis,
> diskusi ringan, atau hal 
> > lain yang bermanfaat.
> > 
> > Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk
> mengagungkan-Nya, melihat fenomena 
> > kehidupan di sekitar tempat menunggu, atau sekadar
> merenungi kembali hal 
> > yang telah terlewati. Eits, bukan berarti melamun
> sampai angong alias ngayal 
> > dengan pikiran kosong. Karena itu justru
> berbahaya, bisa mengundang makhluk 
> > dari 'dunia lain' masuk ke jiwa.
> > 
> > Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat
> menunggu. Percayalah bahwa tak 
> > selamanya sendiri itu perih. Ngejomblo itu nikmat,
> jenderal! Ups, itu judul 
> > tulisanku beberapa waktu lalu.
> > 
> > Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa
> lebih produktif. Mumpung 
> > waktu kita masih banyak luang. Belum tersita
> dengan kehidupan rumah tangga. 
> > Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih
> banyak. Karena permasalahan 
> > ummat saat ini pun makin banyak.
> > 
> > Karenanya wahai bidadari dunia...
> > Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang.
> Bukan ku tak ingin, 
> > bukan ku tak mau, bukan ku menunda. Tapi persoalan
> yang mendera bangsa ini 
> > kian banyak dan kian rumit. Begitu banyak anak tak
> berdosa yang harus 
> > menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh
> layuh hingga muntaber. 
> > Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat
> tinggi yang membuktikan bahwa 
> > negeri ini 'sarang tikus'.
> > 
> > Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda
> negeri ini. Meski saat ini 
> > hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit.
> Namun seperti seorang 
> > ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang
> lain adalah sebuah 
> > kemuliaan. Memberi di saat kita sedang sangat
> kesusahan adalah pemberian 
> > terbaik. Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya
> hidup untuk diri sendiri.
> > 
> > Calon Istriku...
> > Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah,
> janganlah gelisah. Telah 
> > kubaca tulisanmu dan aku mengerti. Betapa
> merindunya dirimu akan hadirnya 
> > diriku di dalam hari-harimu.
> > 
> > Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu. Aku
> akan datang, tapi 
> > mungkin tidak sekarang. Karena jalan ini masih
> panjang. Banyak hal yang 
> > menghadang. Hatiku pun melagu dalam nada angan.
> Seolah sedetik tiada 
> > tersisakan. Resah hati tak mampu kuhindarkan.
> Tentang sekelebat bayang, 
> > tentang sepenggal masa depan. Karang asaku tiada
> 'kan terkikis dari panjang 
> > jalan perjuangan hanya karena sebuah kegelisahan.
> Lebih baik mempersiapkan 
> > diri sebelum mengambil keputusan. Keputusan besar
> untuk datang kepadamu.
> > 
> > Calon Istriku...
> > Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan
> di dalam hatimu. 
> > Percayalah padaNYA, Yang Maha Pemberi Cinta, bahwa
> ini hanya likuan hidup 
> > yang pasti berakhir. Yakinlah saat itu pasti 'kan
> tiba.
> > 
> > Tak usah kau risau karena makin memudarnya
> kecantikanmu. Karena kecantikan 
> > hati dan iman yang dicari. Tak usah kau resah
> karena makin hilangnya aura 
> > keindahan luarmu. Karena aura keimananlah yang
> utama. Itulah auramu yang 
> > memancarkan cahaya syurga. Merasuk dan menembus
> relung jiwa.
> > 
> > Wahai perhiasan terindah...
> > Hidupmu jangan kau pertaruhkan. Hanya karena kau
> lelah menunggu. Apalagi 
> > hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan
> tak dibangun dalam sesaat, 
> > tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota
> Iraq yang dibangun berpuluh 
> > tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.
> > 
> > Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil. Kita tak
> akan pernah bisa 
> > mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup.
> Pasrahkan inginmu sedalam 
> > kalbu pada tahajjud malammu. Bariskan harapmu
> sepenuh rindumu pada 
> > istikharah di shalat malammu. Pulanglah padaNYA,
> ke dalam pelukanNYA. Jika 
> > memang kau tak sempat bertemu diriku, sungguh itu
> karena dirimu begitu 
> > mulia, begitu suci. Dan kau terpilih menjadi ainul
> mardhiyah di jannahNYA.
> > 
> > Calon Istriku...
> > Skenario Allah adalah skenario terbaik. Dan itu
> pula yang telah Ia 
> > skenariokan untuk kita. Karena Ia sedang
> mempersiapkan kita untuk lebih 
> > matang merenda hari esok seperti yang kita
> harapkan nantinya. Untuk 
> > membangun kembali peradaban ideal seperti cita
> kita.
> > 
> > Calon istriku...
> > Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah
> 'kan menjelang jua. Saat 
> > kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan.
> Apa kabarkah kau disana? 
> > Lelahkah kau menungguku berkelana, lelahkah
> menungguku kau disana? Bisa 
> > bertahankah kau disana, tetap bertahanlah kau
> disana. Aku akan segera 
> > datang, sambutlah dengan senyum manismu. Bila
> waktu itu telah tiba, 
> > kenakanlah mahkota itu, kenakanlah gaun indah itu.
> Masih banyak yang harus 
> > kucari, 'tuk bahagiakan hidup kita nanti...
> > 
> > Calon istriku...
> > Malam ini terasa panjang dengan air mata yang
> mengalir. Hatiku terasa kelu 
> > dengan derita yang mendera, kutahan derita malam
> ini sambil menghitung 
> > bintang. Cinta membuat hati terasa
> terpotong-potong. Jika di sana ada 
> > bintang yang menghilang, mataku berpendar mencari
> bintang yang datang. Bila 
> > memang kau pilihkan aku tunggu sampai aku datang.
> > 
> > Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan
> shalawat. Dan mendo'akanmu agar 
> > kau selalu sehat, bahagia, dan mendapat yang
> terbaik dari-Nya. Aku tak 
> > pernah berharap kau 'kan merindukan keberadaanku
> yang menyedihkan ini. Hanya 
> > dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup.
> Maka hanya dengan mengikuti 
> > jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini.
> Mungkin kau tak pernah 
> > sadar betapa mudahnya kau 'tuk dikagumi. Akulah
> orang yang 'kan selalu 
> > mengagumi, mengawasimu, menjagamu dan mencintaimu.
> > 
> > Calon Istriku...
> > Saat ini ku hanya bisa mengagumimu, hanya bisa
> merindukanmu. Dan tetaplah 
> > berharap, terus berharap. Berharap aku 'kan segera
> datang. Jangan pernah 
> > berhenti berharap. Karena harapan-harapanlah yang
> membuat kita tetap hidup.
> > 
> > Bila kau jadi istriku kelak, jangan pernah
> berhenti memilikiku dan 
> > mencintaiku hingga ujung waktu. Tunjukkan padaku
> kau 'kan selalu 
> > mencintaiku. Hanya engkau yang aku harap. Telah
> lama kuharap hadirmu di 
> > sini. Meski sulit harus kudapatkan. Jika tidak
> kudapat di dunia, 'kan 
> > kukejar sang ainul mardhiyah yang menanti di
> syurga.
> > 
> > Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
> aku takut mungkin diriku 
> > terlalu liar bagimu. Namun sejujurnya, semua itu
> hanyalah persinggahan 
> > egoku, pelarian perasaanku dan sikapmu telah
> meluluhkan jiwaku. Waktu pun 
> > terus berlalu dan aku kian mengerti apa yang akan
> ku hadapi dan apa yang 
> > harus kucari dalam hidup.
> > 
> > Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini untuk
> dirimu yang selalu bijaksana. 
> > Aku goreskan syair sederhana ini, untuk dirimu
> yang selalu mempesona. 
> > Memahamiku dan mencintaiku apa adanya. Semoga
> Allah kekalkan nikmat ini 
> > bagiku. Semoga...
> > 
> > Kau terindah di antara bunga yang pernah aku
> miliki dahulu
> > Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui
> dahulu
> > Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku
> mengerti
> > Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku
> lewati
> > Begitu indah kau tercipta bagi Adam
> > Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
> > Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa
> aku miliki
> > Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa
> aku miliki
> > ......
> > (Dewi Khayalan - Daun Band)
> > 
> > Ya Allah... ringankanlah, kerinduan yang mendera.
> Kupanjatkan sepotong doa 
> > setiap waktu, karena keinginan yang menyeruak di
> dalam diriku.
> > Ya Allah... ampuni segala kesilafan hamba yang
> hina ini ringankan langkah 
> > kami. Beri kami kekuatan dan kemampuan tuk
> melengkapkan setengah dien ini, 
> > mengikuti sunnah RasulMu jangan biarkan hati-hati
> kami terus berkelana tak 
> > perpenghujung yang hanya sia-sia dengan waktu dan
> kesempatan yang telah 
> > Engkau berikan.
> > 
> > Wassalamu'alaikum.
> > 
> > Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah...
> ([EMAIL PROTECTED])
> > 
> > --
> > Best regards,
> > setiaji mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER
> INI JIKA ME-REPLY 
> > <================
> > Posting : [email protected]
> > Archive :
> http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> > www.mitek.unibraw.ac.id
> <http://www.mitek.unibraw.ac.id> || 
> > himamitek.brawijaya.ac.id
> <http://himamitek.brawijaya.ac.id>
> > 
> >
>
************************************************************************************
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/G7lQgA/FpQLAA/HwKMAA/x3XolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY 
<================
Posting   : [email protected]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
                www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke