----- Original Message -----
From: Fahmi Rafsanjani
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, May 01, 2006 7:25 AM
Subject: [smunsa-99] Fw: [IA-ITB] Fwd: SURAT KEPADA BAPAK PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
----- Original Message -----
From: Fahmi Rafsanjani
To: Maryo Maralex ; Ferdy Ferdinand Ventura ; Romi Saputra ; melly endang fathiasari ; Roy Yudhi Ananta Kuntjoro ; Satia Darajat ; Parjan ; Andreas Pramadia S. ; Lawat Wiratmono
Sent: Monday, May 01, 2006 7:17 AM
Subject: Fw: [IA-ITB] Fwd: SURAT KEPADA BAPAK PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, April 30, 2006 1:40 PM
Subject: [IA-ITB] Fwd: SURAT KEPADA BAPAK PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
yth,berikut kami sampaikan imbauan dari mas Eddy Purnomo,yang alumni ITB juga
salam..gerah juga rupanya disana
yanri
----- Forwarded message from [EMAIL PROTECTED] -----
Date: Sun, 30 Apr 2006 01:48:11 +0700
From: purnomo <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: purnomo <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: SURAT KEPADA BAPAK PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
To: [EMAIL PROTECTED]
Yth Bapak Presiden Jendral Purnawirawan Susilo Bambang Yudhoyono dan
Yth Bapak Wakil Presiden Pengusaha Besar Yusuf Kalla.
Salam Sejahtera.
Saya sebagian dari rakyatmu, rakyat Indonesia, sungguh bangga mempunyai seorang Presiden yang jujur, pintar, disiplin dan selalu menghargai sesamanya. Seorang presiden yang mungkin dapat menjadi figur, panutan dan contoh bagi bangsaku yang sedang sakit karena banyaknya koruptor dan pengusaha hitam yang masih bergentayangan dan berkolaborasi . Jendral Purnawirawan Susilo Bambang Yudhoyono dan Pengusaha Besar Yusuf Kalla adalah sosok presiden dan wakil presiden pilihan langsung rakyat Indonesia, termasuk petani, buruh,karyawan, pegawai negeri sipil dan berbagai keluarga besar bangsa Indonesia. Jendral adalah tumpuan dan harapan rakyat untuk membawa bangsa besar ini kedepan, sejajar dengan bangsa-bangsa lain dengan mengikis habis korupsi, nepostime, kolaborasi dan setumpuk persoalan yang menyengsarakan masyarakat. Jendral mendapat mandat rakyat untuk mengambil kembali Lebih 420Triliun uang BLBI (Bantuan Liquiditas Bank Indonesia) yang dijarah oleh para KONGLOMERAT HITAM berkolaborasi dengan para PEJABAT SESAT . Diperkirakan selama 3 tahun kala itu, lebih dari 900 Triliun uang rakyat Indonesia, tak tentu rimbanya masuk kekantung-kantung para Cukong, Pengusaha Rakus maupun Pejabat Korup.
Namun sungguh suatu yang tidak bisa diterima akal bahwa akhir-akhir ini Yth. Bp. Presiden SBY kurang mau mendengarkan aspirasi wong cilik dibandingkan mendengarkan suara pengusaha kelas kakap sekelas Sofyan Wanandi. Seorang yang menjadi juru bicara kelompok Jimbaran pada masa Orde Baru, yang banyak anggotanya mencicipi uang haram rampokan yang bernama BLBI. Presiden seakan sudah tidak mau mendengar gerutuan Wong cilik, termasuk buruh/pekerja dengan keluarganya yang mencapai 24juta dan yang ikut andil mengantar seseorang yang bernama Susilo BY menjadi orang nomor satu dinegeri ini. Presiden seakan sedang bermain catur dengan apa yang disebut REVISI PELEBARAN KELAS , suatu kegiatan untuk melebarkan jarak antara Kelompok Marginal (Buruh/Pekerja) dan Kelompok Minoritas (Pengusaha Borjuis/Kapitalis). Dan yang lebih menyedihkan , para Elite politik dan birokrasi dinegeri ini ikut mengamini aktivitas presiden dengan suatu kalimat "REVISI UU Ketenagakerjaan 2003 masih berupa Draft dan akan ditunda pembahasannya ". Suatu kalimat silat lidah untuk meninabobokkan para buruh/karyawan yang sedang marah melihat pemimpinnya seakan bermain mata dengan pengusaha hitam. Suatu kemarahan wong cilik yang merasa DIKHIANATI oleh pemimpinnya yang akan meminggirkan mereka dengan alasan tidak masuk akal "AGAR INVESTOR LEBIH BANYAK MASUK KE INDONESIA DAN MEMBUKA LAPANGAN KERJA". Suatu kalimat manis namun sebetulnya pembodohan , yang sudah usang dan sering disuarakan para pengusaha hitam sejak orde baru. Suatu yang sudah terbukti selama 30tahun tidak berhasil, karena masalah utama bagi investor bukannya sector perburuhan . Bahkan Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz pun mengatakan bahwa masalah utama ketakutan investor asing masuk ke Indonesia adalah masalah korupsi. WORLD ECONOMIC FORUM pun menyatakan bahwa buruh menempati urutan ketujuh pada tataran persoalan investor/usaha , yang diantaranya :
1.. Pemerintah Yang Tidak Efisien .
2.. Infrastruktur Yang Tidak Memadai .
3.. Koropsi dan pungutan yang merajalela .
4.. Peraturan Perpajakan .
5.. Kualitas Sumber Daya Manusia
6.. Instabilitas Kebijakan
7.. Kegiatan Buruh/Pekerja
Bapak Presiden , jadi apakah masuk akal kalau assumsi sebagian Pengusaha dan Birokrat mengatakan bahwa UU Perburuhan yang ada menghambat investor masuk ke Indonesia ?. Formula yang bagaimana yang dapat mengamini assumsi-assumsi sesat tersebut?. Apakah Stabilitas Nasional akan dipertaruhkan hanya untuk mengamini Formula Pengusaha Hitam yang memunculkan Notasi Matematis :
COST_TEKAN_1,2,3,4,6 > COST_TEKAN_5,7 à EXECUSI_5,7 .
Assumsi : Abaikan Social_Cost .
Dan kamipun bisa mengetahui , bagaimana posisi Biaya Buruh Indonesia dibandingkan Negara-negara lain atau dibandingkan dengan Variabel lain yang merupakan factor-faktor produksi. Biaya buruh yang merupakan Fix Cost adalah yang paling rendah (0.32 atau hanya 6% dari yang tertinggi), sedangkan biaya siluman (Variable Cost) adalah yang tertinggi (151 atau 686% dari yang terendah ). Suatu angka yang sudah tidak bisa diterima akal sehat jika angka 6% disandingkan dengan 686% dan kemudian angka 6% akan lagi ditekan hingga menjadi 4%.
Memulai Kegiatan Usaha (Hari)
Prosedur Usaha (macam)
Biaya Mem-pekerjakan (% x Gaji)
Gaji/Cost (dlm $ )
Biaya Pemecatan
Indonesia
151
12
10.2
0.32
145
Malaysia
30
9
13.3
1.13
65
Thailand
33
8
5.0
1.18
47
Filipina
48
11
9.3
0.98
90
China
48
13
30.0
0.69
90
Korsel
22
12
17.0
5.32
90
Sumber : - Doing Bussiness in 2006: Creating Jobs , Bank Dunia 2005
- An Overview of Implementation Labor Standard , Kenan Institute Asia , Thai.
Dan seandainya Formula diatas dijalankan dengan Katalisatornya adalah Revisi UU 13/2003, maka diperkirakan orang miskin di Indonesia akan naik dengan 20% menjadi 60 Juta . Seperti yang dikutip dari Biro Pusat Statistik, bahwa akibat dua kali kenaikan BBM lalu maka tingkat kenaikan orang miskin di Indonesia adalah 50% menjadi 50 Juta orang, dengan tingkat tertinggi bertambahnya orang miskin ada di Tangerang dengan 150%.
Untuk itu saya memohon dengan sangat kepada Bapak Presiden, untuk tidak lagi memberikan ruang gerak PEMIKIRAN SESAT tersebut di negeri tercinta ini. Pemikiran yang bisa menjerumuskan bangsa ini pada tataran KETIDAKSTABILAN dan PELEBARAN KELAS , yang hanya akan menguntungkan segelintir PENGUSAHA HITAM, BIROKRAT KORUPTOR dan munculnya lagi kaum MAXIS-LENINIS . Jangan ada lagi kata-kata Revisi UU 13/2003 DITUNDA , karena kata-kata itu berkonotasi bahwa Pengusaha Hitam dan birokrat kolaboratornya akan bergerilya dan mencari waktu yang tepat untuk menghunus pedang menabuh genderang perang melawan kaum buruh/karyawan terjajah.
Dan untuk itu kepada para karyawan/buruh agar :
a.. SELALU MELAKUKAN KONSOLIDASI NASIONAL
b.. MENDESAK PEMERINTAH MENCABUT INPRES 3/2006 TENTANG IKLIM INVESTASI
c.. MENGAWAL UU KETENAGA-KERJAAN 13/2003
d.. MENGAMATI MANUVER-MANUVER PARA PENGUSAHA HITAM
e.. MENYIAPKAN MOGOK NASIONAL JIKA PEMERINTAH MEMAKSAKAN BERKOLABORASI DENGAN PENGUSAHA HITAM.
f.. MEMINTA KEPADA REKAN-REKAN PEKERJA DARI KALANGAN MEDIA CETAK DAN ELEKTRONIK YANG MERUPAKAN KOMPONEN UTAMA PENGAWAL DEMOKRASI, UNTUK BISA LEBIH MEMBANTU MENYUARAKAN PERJUANGAN RAKYAT KECIL TERTINDAS
Jakarta April 2006
Rakyatmu
Eddy Purnomo-Serikat Karyawan BII.
Note : Kepada lebih dari 30.000 penerima email ini, mohon maaf jika tidak berkenan.
[Non-text portions of this message have been removed]
================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY <================
Posting : [email protected]
Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************
SPONSORED LINKS
| School education | Pre school education |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mitek" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
