Maaf infonya ketinggalan .. Indra K <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bagi yang suka melihat iklan lowongan di harian Jawa Pos edisi Sabtu, pernahkah melihat iklan lowongan seperti ini:
PT BAL Technic Multinasional. Dibutuhkan segera : 40 orang teknisi, gaji Rp 600 rb/bln 35 orang supervisor, gaji Rp 800 rb/bln . . . 8 orang manager, gaji Rp 2jt/mgg 5 orang administrasi, gaji Rp 800rb/bln Alamatnya selalu berpindah, kalau bukan Surabaya, ya Sidoarjo. Di situ disebutkan pula bahwa yang diterima akan mendapatkan training manajemen, asrama, tunjangan dll, pokoknya betul-betul bikin yang baca terpesona. Juga disebutkan bahwa mereka tidak mengutamakan pengalaman. Nah, sebelum terlambat, saya perlu memberitahu bahwa itu cuma bualan mereka saja. Kenyataannya, jauh lebih mengenaskan dari iklan mereka. Saya tahu persis, karena saya pernah mengalaminya sendiri. Tahun 2003, saat PT BAL (singkatan dari Budaya Agung Lestari) bermarkas di sebuah rumah yang belum betul-betul jadi di Jalan Loncat Indah, Sidoarjo, saya yang masih menganggur tertarik dengan iklan mereka. Saya pun langsung melamar, terlebih di situ disebutkan bahwa mereka mencari tenaga kerja dari berbagai jurusan. Saat itu, belum ada tawaran jabatan administrasi. Di sana ada puluhan orang menunggu, karena sistem wawancaranya walk in interview. Menurut penjelasan, perusahaannya bergerak di bidang instalasi gas. Satu hal lagi, PT BAL menyebut perusahaannya perusahaan baru (padahal sudah berdiri sejak 1997), sehingga saya berpikiran bahwa mereka membuka cabang baru, sehingga perlu merekrut orang baru dari berbagai jurusan, untuk ditempatkan sesuai kemampuan dan pendidikannya. Namanya saja orang masih belum berpengalaman. Mestinya saat itu saya langsung curiga, karena saya langsung disuruh datang beberapa hari kemudian, tanpa mereka melakukan seleksi layaknya perusahaan bonafit. Bisa dikata, semua yang melamar langsung diterima tanpa syarat. Juga saya mestinya curiga melihat kondisi "kantor"-nya. Saat datang beberapa hari kemudian itu, ternyata para manajer tidak menjelaskan job description-nya, dan para orang baru itu langsung diajak oleh seniornya mendatangi rumah-rumah. Dalam perjalanan, para senior tersebut tidak mau menjelaskan apa yang sebetulnya dikerjakan, hanya mengatakan, pokoknya tugas saya hanya mengamati (observasi) terhadap pekerjaan mereka. Setelah mendatangi beberapa rumah dan akan kembali ke kantor, barulah si senior (yang dianggap berjabatan supervisor) itu menjelaskan, bahwa tugas saya nantinya ya seperti itu, berjualan perlengkapan tabung gas (selang dan kepala) secara door to door. Nah, yang bikin kesal, kenapa tidak dijelaskan sebelumnya, sehingga yang tidak berminat bisa langsung keluar? Toh, mereka juga rugi sendiri karena harus membayar ongkos transport dan uang makan untuk saya pada satu hari tersebut. Juga, kenapa pula mereka seolah menghalalkan segala cara agar barangnya laku? Asal tahu, meski diketahui kalau perlengkapan yang ada di suatu rumah masih baik dan belum perlu ganti baru, si supervisor mengatakan bahwa alat mereka sudah tak layak pakai. Juga, kalau mendatangi rumah, dia selalu beralasan bahwa kami bermaksud mengecek kondisi tabung gas beserta perlengkapannya, karena sering terdengar berita kebakaran akibat perlengkapan yang tak layak pakai. Terkadang, dia terlebih dahulu menanyakan bulan dan tahun kadaluwarsa tabung gas yang mereka gunakan. Hal-hal busuk lainnya yaitu: 1. Bila ditanya kenapa bukan orang dari Pertamina yang melakukan ini, dia beralasan bahwa perusahaannya mendapat proyek ini dari Pertamina. Ini bohong besar. 2. Bila ditanya kenapa mengeceknya ke rumah-rumah, alasannya karena kami berada di divisi yang bertugas mendatangi rumah-rumah. Dia bilang ada dua divisi lagi, masing-masing mensurvey pabrik dan mensurvey toko-toko penyalur. Padahal kedua divisi yang terakhir disebut tidak pernah ada. Dia menjelaskan pula soal jabatan dan gaji. Dia bilang, apapun jabatan yang dilamar, jabatan awal adalah teknisi, sebagai jabatan terendah. Bahkan kurang tepat bila disebut sebagai "jabatan", karena ternyata sistem kerjanya layaknya MLM. Sehingga, sebutan manager hanyalah "embel-embel" buat yang sudah punya banyak downline. Pantas saja saat briefing itu si "manajer" menjanjikan kenaikan jabatan yang relatif cepat, 1/2 tahun bisa jadi manajer. Bahkan bercerita bahwa ada manajer berusia 20 tahun. Soal gaji (seperti yang Anda duga kalau mencermati ulasan ini), tidak ada yang namanya gaji tetap, kecuali bagi manajer dan yang lebih tinggi tingkatnya. Jadi, angka yang disebutkan dalam iklan itu adalah jumlah maksimal, dan bisa tak mendapat uang sepeser pun kalau barangnya tidak laku. Lalu untuk apa saya bekerja kalau seluruh kemampuan dan pendidikan saya diabaikan, untuk pekerjaan yang sama sekali berbeda? Saya ini sarjana teknik, kok kerjanya beginian. Cara kerjanya banyak menipu orang lagi. Juga satu hal yang saat itu tidak saya sadari, kalau manajernya bergaji jutaan per bulan, kok mereka tidak tampak seperti orang kaya. Bahkan salah satu asisten manajernya saja pulang pakai angkot. Akhirnya, waktu saya ditanya apakah saya ingin terus kerja di sini, saya langsung menolaknya. Waktu mau pulang, saya melihat dua orang trainee yang merupakan pasutri keluar dengan wajah lesu. Alasannya, mereka tadinya guru. Mereka bela-belain cuti demi perusahaan yang kelihatannya lebih baik ini, tapi nyatanya berakhir kecewa. Untunglah, kemudian saya mendapat kerja yang lebih bonafit, meski hanya sebagai bagian administrasi. -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= Lalu adik teman saya semakin memperpanjang bukti bahwa PT BAL adalah perusahaan yang semestinya dibubarkan saja, karena manajemennya tidak becus. Adik teman saya itu, namanya Tio (bukan nama sebenarnya) adalah mantan staf administrasi di sebuah perusahaan. Dia pada 2005 menganggur karena perusahaan tempat dia bekerja bubar. Tio, seorang lulusan D3 ekonomi, sebenarnya pernah mendapat cerita dari kakaknya (teman saya) tentang kasus yang saya alami itu. Dan supaya tidak menganggur, Tio mencoba melamar di PT BAL sebagai staf administrasi. Alasannya, selain dia sudah punya pengalaman, dia ingin menghindari kerja sebagai salesman door to door. Juga karena kantor mereka kini memakai ruko, bukan rumah biasa lagi. Ternyata, sekalipun melamar sebagai staf administrasi, yang terjadi pada Tio SAMA SAJA dengan saya. Bahkan Tio sudah merasa aneh sejak menyerahkan surat lamarannya, karena oleh mereka, surat lamaran Tio hanya dilihat kelengkapannya, dan mereka tidak mendalami potensi diri Tio. Tio langsung disuruh datang dua hari kemudian. Tapi Tio tetap mencoba datang. Ternyata, kecurigaan Tio terbukti. Semua pelamar harus melakukan observasi seperti saya dulu. Merasa diperlakukan seperti topeng monyet, Tio kesal. Sekembalinya ke kantor (saat itu pindah ke Jl Nginden, Surabaya), Tio langsung melabrak orang yang harus dia temui. Tio bilang, masa sebagai pelamar bagian administrasi, dia harus observasi bersama teknisi dan supervisor yang "berjualan dengan kedok surveyor dan teknisi", bukannya observasi ke ruangan administrasi. Jawab mereka, entah bohong atau betulan, karena biarpun bagian administrasi juga harus tahu seluk beluk pekerjaan perusahaan. Tentu saja hal ini tak masuk akal. Contohnya saya. Biarpun perusahaan saya adalah multi distributor, tidak lantas saya observasi bersama salesman ke toko-toko, karena saya di bagian administrasi. Jadi saya tentunya hanya berkutat di ruangan tempat saya bekerja saja. Apalagi supervisor yang menemui Tio kemudian "merayu" Tio agar melupakan keinginannya menjadi staf administrasi, karena dianggap tidak menjanjikan apa-apa. Nah, perusahaan seperti apa ini? Satu hal lagi, di pintu kantor Tio melihat tulisan berbunyi, "DIBUKA LOWONGAN SEBANYAK-BANYAKNYA". Apa nggak salah, bukankah perusahaan harus efisien dalam jumlah pegawai? Siapa tuh yang mau bayar? Ternyata selama dua tahun itu, sama sekali tidak ada perbaikan manajemen perusahaan............. -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= Oke, kepada para pembaca, saya himbau untuk tidak tergiur dengan iklan lowongan dari PT BAL itu, karena Anda akan kecewa pada akhirnya. Hati-hati juga kepada orang yang datang ke rumah dengan alasan tanya kadaluwarsanya tabung gas dll, karena tujuan utama mereka adalah menjual barang, dan mereka akan mengatakan bahwa perlengkapan Anda tidak memadai. Lalu kepada Jawa Pos, saya meminta untuk tidak lagi memasang iklan dari PT BAL. Jangan mencari keuntungan yang justru merugikan orang banyak. Jujur saja, saya, Tio dan kakaknya kalau kebetulan melihat iklan PT BAL itu, selalu berkata dalam hati, "Ih, nggak bosen-bosennya nih PT BAL membohongi orang". Lagipula, Jawa Pos tak akan rugi secara finansial hanya dengan menolak satu iklan, bukan? Tingkatkan bonafiditas Jawa Pos sebagai salah satu harian terkemuka di Indonesia, dengan lebih selektif dalam memuat iklan! -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= ___________________________________________________________ All New Yahoo! Mail Tired of [EMAIL PROTECTED]@! come-ons? Let our SpamGuard protect you. http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html Dapatkan artikel2 yang menarik untuk anda baca di sela2 kesibukan anda bekerja. Ada joke2 yang bisa membuang stress dan penat anda; artikel2 renungan yang bisa memberi anda inspirasi; tip2 yang mungkin bermanfaat buat anda; info yang sedang beredar; cerita2 yang menyentuh; dan masih banyak lagi... ^_^ untuk berlangganan :[EMAIL PROTECTED] mengirim article :[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti :[EMAIL PROTECTED] membaca message2 terdahulu :http://groups.yahoo.com/group/indonesia-community/messages Yahoo! Groups Links Segeralah Melangkah !!!..... --------------------------------- Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people who know. [Non-text portions of this message have been removed] ================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY <================ Posting : [email protected] Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/ www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id ************************************************************************************ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mitek/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/mitek/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
