From: just_rick <[EMAIL PROTECTED]
Subject: [Thunder 125] Balada Pengendara Roda Dua


 Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila
 tulisan berikut kurang
 berkenan.

 Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak   ibu
 pengguna roda empat
 mengenai perilaku kami di jalan raya.
 Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk
 'mengganggu' kenyamanan anda.
 Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau
 kekiri, itu hanyalah
 karena kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat
 jaket, helm, sarung
 tangan, masker, yang kami gunakan di siang bolong.
 Tentunya rasa
 kepanasan ini tidak anda rasakan, karena dinginnya
 hembusan AC yang
 keluar dari kisi kisi dashboard mobil anda.
 Sedangkan kami hanya
 mengandalkan kisi kisi ujung jaket, ataupun bagian
 bawah helm, he he he.

 Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun
 mengambil jalur kanan
 yang berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago.
 Tapi kami hanya
 mencari alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan
 tertutup oleh MPV
 ataupun SUV bapak   ibu. Rasanya kami nggak kuat
 jika harus menunggu
 dibelakang knalpot anda, yg belum tentu bebas emisi
 (maaf ya).

 Belum lagi kami takut di PHK, hanya karena telat
 masuk kerja. Tentunya
 khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen
 kan?, kalo masuk
 kerja? Sebab kalo sebagian besar dari kami, ...
 minimal dipotong uang
 transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila
 harus melewati
 resepsionis nan cantik yang menutup hidung kecil
 mereka, karena mereka
 mencium aroma knalpot dan 'bau matahari' dari jaket
 lusuh kami. Walau
 deodorant 5 ribuan telah kami semprot, tentu tidak
 sebanding dg parfum
 mobil anda yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.

 Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami
 juga gak pernah
 memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok,
 dengan pajak yg super
 murah kami, sehingga kami harus rela mengalah bila
 berbicara tentang
 parkir.
 Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai
 tempat parkir kami.
 Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang
 sih, tarif parkirnya
 aja beda.

 Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda
 empat yang telah
 oleh pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan
 rupiah telah
 dibangun, diatas gusuran tanah dan rumah kami. Kami
 harus putar otak
 mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, hanya
 demi bapak-ibu bisa
 cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman safari.

 Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda
 sering melihat kami
 berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi
 ke dufan. Tapi kami
 gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan,
 kaki dan bahu
 mereka yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara
 duduk mereka yg
 sedikit berakrobat di atas motor kami. Tentunya
 berbeda dengan lucunya
 putra-putri anda yang asyik bermain game di dalam
 mobil, atau tidur
 pulas di jok belakang.

 Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil
 bapak-ibu, bila melihat kami
 panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru,
 loncat dari motor,
 buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas
 hujan. Terkadang kami
 membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau
 gerimis kek, mau hujan
 gede kek, bodo' amat, cukup putar tuas kecil
 disamping stir, maka wiper
 kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca
 depan   belakang.
 Aaaah enaknyaa di mobil.

 Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu
 yang terbiasa
 menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup
 mengerti bila anda tidak
 pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja
 di malam hari dengan
 motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua,
 yang mengatakan, kalo
 kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah
 isapan jempol semata.
 Amit-amiiiit. ..!

 Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda
 menjentikkan abu
 rokoknya lewat jendela, sehingga mengenai jaket
 kami. Ataupun celana
 kami harus 'menerima' sampah, yang anda buang lewat
 jendela. Mungkin
 kami dengan jaket hitamnya, tampak seperti tong
 sampah kali yeee. Hi hi
 hi

 Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di
 depan anda. Hmm
 sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik
 motor, mata kami harus
 dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu
 berhenti, secara refleks
 mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
 Maaf ya pak-bu. Peace !!!

 Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan
 raya, tapi setidaknya,
 kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin
 masalah buat negara ini.
 (Jadi gak enak nerusinnya)

 Memang siiih, rata rata dari kami tidak
 berpendidikan. Walau beberapa
 rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk
 mengantar kaum
 berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka
 diburu waktu atau
 hampir terlambat.

 Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata
 krama. Karena kami
 gak punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus
 kepribadian ataupun
 pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!).

 Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk
 tetap menganggukan
 kepala kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis,
 bila kami bertemu anda
 di koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu
 yang sedang
 bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana
 dan sepatu kami tampak
 kotor terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda
 menyalip kami.

 Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat
 mendengar sayup sayup
 lagu kesukaan kami, saat kita bersanding manis di
 lampu merah. Hilang
 rasa penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman
 sound system anda
 membagi lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he,
 pernah gak anda
 melihat kami juga terkadang mengangguk-anggukan
 kepala mengikuti lagu
 anda, walo
 cuma 10-20 detik.
 Jadi malu......

 Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak
 presiden menaiki
 motor roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks.
 Walau kami tau
 persis, itu hanya gara gara terlalu banyak roda
 empat yang membuat jalan
 tol menjadi padat. Sehingga pihak protokoler takut
 pak Presiden datang
 telat. Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari
 negara asing, udah gak
 sabar buat melesat, hanya untuk bisa dibilang
 sebagai yang tercepat, dan
 rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka
 angkat.
 What an ironic.....

 Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di
 TV. Dimana banyak
 artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun
 junior, politikus,
 budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami.
 Walau kami tau persis,
 gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri
 gala dinner dengan
 motor bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak
 pernah direpotkan oleh
 naik
 dan turun dari mobil, karena supir nan setia,
 membukakan pintu belakang
 bagi mereka.

 Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami
 cuma mau sharing aja
 kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa
 rasa sebel, muak,
 benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok
 dengan kondisi di atas.
 Tuhan Maha Adil kan?


-- 
Best regards,
 setiaji                            mailto:[EMAIL PROTECTED]



================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY 
<================
Posting   : [email protected]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
                www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke