heppy o wrote: > Wah commentnya bagus-bagus, kalo aku mah setuju ma semua pendapat . > Bukanya aku nggak punya pendirian tapi kalau menurut aku memang sudut itu ada > 360 derajad. Dimana kita memandang dari mana kita memandang hasilnya akan > beda besar sudutnya. Yang penting jangan sampai keluar dari jalur agama. Yang > penting comitmen kita terhadap apa yang kita pilih dan jangan melakukan > sesuatu jangan separo2x. Kalau memilih nikah dulu monggo tapi harus ingat > dengan tanggung jawabnya. Janagn nikah tok tanpa mikirin beban yang dipikul. > Kalau kerja dulu ya monggo, tapi ingat serius dalam kerjaan dan kalu sudah > siap nikah ya jangan main2x trus2x an serius donk. > He3x jadi ikut2x an macak filosof > > kesimpulan terakhir bagi saya, keputusan untuk menikah atau kerja berbalik pada pribadinya sndiri-sndiri, tidak selamanya jika ada orng yang bisa menjalankan dengan baik point 1 (menikah dulu) lalu bisa juga dijalankan dengan baik juga oleh orang lain, dan sebaliknya, karena variable (prinsip, pemikiran, situasi dan kondisi, mental, lingkungan) yang dimiliki tiap orang itu berbeda. Tidak ada jaminan bahwa orang yang menikah dulu lantas akan memperoleh rizki yang lebih dari sebelum menikah dan juga tidak ada jaminan jika orang meniti karir dulu hingga mapan lalu menikah kemudian akan selalu terjaga rizki nya. Menurut saya rizki ditentukan dari usaha orang tersebut bukan dari ukuran menikah/tidak menikah.
Jadi ya kalo ada yang mengambil keputusan utk menikah dulu ya monggo, kalo kerja dulu ya monggo, yang penting nggak kesusu-susu dan juga nggak di tunda-tunda, kalo belom mantep ya jangan dulu, kalo udah mantep .. sikat bleh!.... heheheheh... * masih noleh kanan kiri nyari jodoh * -- Best Regards, Sandy Suryadinata Mi-00
