ok dech karena thread ini sudah tidak mempunyai nilai daya tarik lagi dan
akan saya tutup dengan kesimpulan.

Selamat bagi para pujangga yang telah ahli dan sudah faham benar tentang
ilmu menikah dan kewajiban terhadap keluarga semoga anda cepat mendapatkan
jodoh yang di ridloi Allah. Sebaiknya segera saja menikah, hemat saya
pikirkan masalah umur, pikirkan jika anda sudah waktunya pensiun sedangkan
anda masih punya tanggungan mengkuliahkan anak. kalo punya bisnis anda
stabil mungkin lain cerita. dan semoga anda mempunyai pekerjaan yang mapan
dan di ridloi Allah.

dan kesimpulan OOT kali ini adalah sebagai berikut, jika kita membaca dengan
teliti pokok pertanyaan seeprti di bawah.
>mana yang akan kalian pilihan menikah dengan gadis dulu atau memilih
pekerjaan dulu ?
>boleh di ungkapkan juga dengan alasan-alasannya, semoga bagi yang masih
jomblo
>lebih bersemangat untuk mencari kerja atau mencari jodoh.

jika di lihat dari inti dari pertanyan ini, dan jika saya ada pada posisi
ini saya memutuskan tidak akan memilih atau tidak memilih salah satu pun
opsi pilihan diatas,

karena :
>Tapi aturannya jawaban disini tidak bisa di pilih keduanya.
Jadi pilihan saya tidak melanggar rulenya yang ada jadi masih valid

Dan saya akan memilih langkah yang saya rasa jauh lebih baik.

pertama saya tidak akan memilih menikah dengan gadis dulu walaupun cinta,
karena gadis dulu pada saat ini pasti umurnya sudah tua yang tentunya
beresiko besar saat melahirkan kala kita ingin mendapat keturunan. jadi saya
akan memilih gadis sekarang dan yang pada bisa di nikahi.

kedua pekerjaan dulu juga tidak belom tentu menjanjikan karena tawaran gaji
dulu pasti lebih sedikit dari pada tawaran gaji sekarang, tahu sendiri kan
sekarang serba mahal. Jadi saya lebih memilih pekerjaan yang di tawarkan
sekarang dengan penawaran gaji sesuai kurs dan biaya hidup sekarang.

saya pikir pilihan saya diatas jauh lebih baik
Terima kasih kepada yang telah berpartisipasi,
semoga komunikasi diantara kita makin segar dan hangat
-- 
.: Bram Andrian :.
Mutiara hari ini:
Cobalah berfikir keluar dari batas,
lihatlah kemungkinan penyelesaian masalah dengan lebih mudah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke