Berikut ini pendapat dari semua responden
dari sudut pandang dan dan sisi pengalaman yang berbeda
semoga tidak ada comment yang tertinggal dari sini
semoga bisa membuka wacana dan kita bisa mengambil manfaatnya.
opini ditutup
Terima kasih, buat semua atas partisipasinya.
========================
>ni baruuuuuuu aja kmaren siang ada temen nyari tenaga
buat kerja di CV-nya dia, tapi harus lulusan SMA, ku
tanya "kenapa SMA?", jawbnya "bosnya S1, anak buahnya
ngga boleh sama ato diatas bosnya"... salah satu
alasan udah kejawab kan mas BRAM?
> coba skr, lulusan POLTEK ama S1 lebih laku mana?
[nurut aku POLTEK], krn mereka nggak dihargai krn
pngalamannya, tapi krn harga ijasah D3 lbh rendah dari
S1, am i right? apalgi dibatasi umur, wah paling enak
tuh kalo disuruh2 he3, plus gajinya....minim dey
> alasan ketiga....
mmm tapi lucu juga, YANG MUDA YANG NGGAK DIPERCAYA,
knp gitu hrs berpenampilan lbh tua?? ogah ah
- Show quoted text -
best regards,
:: Treesna Vro::
Brawijaya University
[EMAIL PROTECTED]
==============
dear all,
setiap kriteria yang di inginkan oleh pemberi kerja tentunya dengan
maksud-maksud tertentu yang di sesuaikan dengan visi dan misi perusahaan dan
tentunya budaya dari perusahaan tersebut.
Budaya perusahaan kita sangat berbeda jika kita ingin membandingkan budaya
perusahaan di luar negeri.
Tentunya setiap perusahaan sudah perhitungan segala kemungkinan yang akan
terjadi jika menerima karyawan dengan kriteria yang mereka tentukan.
Thx.
Regards,
Teddy Arijady
[EMAIL PROTECTED]
==============
Bukan Basa-Basi :
Yang Muda Nggak Dipercaya
Dan nampaknya ini sudah menjadi pattern didalam mencari karyawan di
Indonesia. Jadi skill itu tergantung umur, memang umumnya semakin tua
artinya semakin matang dan semakin banyak pengalamannya tp sebaiknya para
pencari karyawan juga tidak menafikkan Yang Muda Juga Bisa, dan agar lebih
fair ada baiknya skill sang calon karyawan di test dulu bukan dengan hanya
melihat cvnya aja. Demikian sekilas pandangan untuk umur minimum, untuk umur
maksimal mungkin yang tua-tua yang lebih bisa memberikan pandangan.
rgds,
ff
[EMAIL PROTECTED]
==============
emangnya berapa sich batasan umur untuk seorang IT?
Wawan Sugiri
[EMAIL PROTECTED]
==============
ya begini guys...
no 1 nya pasti budget...
- kalo yang murah sudah cukup, ngapain pilih yang mahal
no 2 nya kecocokan kondisi orang dengan kerjaannya
- untuk pekerjaan satpam, nggak perlu cari S2
ya nggak?
jika sudah level S2 atau pernah jadi manager, ya nggak cocok lagi ngelamar
jadi junior programmer.
jika sudah umur 35, mau jadi ngelamar jadi junior, ya atasannya gimana
gitu....
jika baru lulus umur 25, ngelamar jadi manager membawahi karyawan umur 35,
ya susah dapet hormat...
some faktor non-skill atau soft-skill bakal lebih berpengaruh daripada
faktor skill
kemampuan karyawan dan company berkembang bersama-sama. tetapi jika
kemampuan karyawan berkembang lebih cepat daripada company. mungkin memang
saatnya mencari cangkang baru yang lebih muat.
-hen-
[EMAIL PROTECTED]
==============
Mas Bram...
Itulah Indonesia...(singkatnya gitu).
Jika kita bandingkan dengan sistem di barat sana, memang sangat beda. Kalo
anda sering surfing ke Jobsdb.com masuk wilayah USA ato selain indonesia,
anda jarang menemukan persyaratan dgn mencantumkan usia (nyaris tidak ada
kriteria usia/sex). Kenapa ? hal itu isu sensitif (diskriminatif) disana dan
perusahaan bisa dituntut karena dalam perundang-undangan tenaga kerja memang
dilarang. Tapi kalo soal jenjang pendidikan masih kadang dicantumkan, tapi
yg lebih sering adalah seperti ini misalnya :
As a minimum the candidate would have:
5 years previous experience with design and/ or support functions with
Oracle Finance Modules
Across the board knowledge of all Oracle modules (Except manufacturing).
Great willingness to learn
Full of enthusiasm
Strong team spirit (diambil dari jobsdb.com)
Disana Lebih mengarah ke skill and atitudenya ???
Kita bandingkan yang di Indonesia, yg pertama pasti umur, gender, bisa ini
bisa itu dan bertele-tele..bahkan sampai kepada single, berpenampilan
menarik, punya kendaraan sendiri lebih disukai, lebih disukai punya SIM A ,
agama, dll dsb.
Kalo anda memposisikan diri sebagai pekerja dan masih hidup di Indonesia,
jangan berharap bisa merubah kultur (jika masih berstatus pekerja).
Nah utk merubah kultur itu coba Anda bikin lowongan yg tidak diskriminatif.
Artinya apa ? Coba berkiprah dalam menciptakan lapangan pekerjaan
(wirausahawan). Anda tidak akan dipusingkan gender dan tetekbengek
itu.Namunkalo sudah masuk ke wirausaha, dihadapkan lagi pada urusan yg
tetekbengek
lagi di Indonesia....salah satunya yg bersangkutan dgn iklan APA KATA DUNIA
?!! Iklan yg setiap tayang aku ganti channel....iklan penuh kebohongan
didalamnya orang2 korup.
Semoga bisa menambah kazanah ....(dudu' kazanah tonggo sebelah lho..)
Ndx'97
[EMAIL PROTECTED]
==============
Makanya Hen, kalo udah bisa di posisi quadran berapa ya he he he
pokoknya quadran pengusaha yg udah bisa menggaji orang deh, jgn lagi
diskriminasi tingkat pendidikan ya ! Awas lo ! he he he
Saya paling alergi liat lowongan model begini di dunia IT. Kalo korannya
di depan saya, udah saya buang ke tempat sampah tuh..Tapi kalo
gender,usia, saya masih tolerir lah, lihat-lihat job desc-nya juga kan..
- setiaji -
setiaji.wordpress.com
[EMAIL PROTECTED]
=============
Share Opini:
Rekan-rekan, Jika selama ini anda sering hunting atau mengikuti iklan
lowongan pekerjaan,
mungkin pernah terlintas dalam benak pikiran anda seperti apa yg ingin saya
ketahui.
masalah menganjal di pikiran saya, saya berharap mendapat informasi dari
sudut pandang yg berbeda.
mengapa setiap penyedia lowongan (perusahaan Indonesia) selalu mencantumkan
batas umur ?
seperti umur : 25 - 35 thn
1. Tujuannya apakah mencari fresh granduate agar mudah di "akalin" dengan
peraturan perusahaan.
2. Adakah anggapan bahwa pengetahuan dan pendidikan di batasi oleh umur.
3. Memudahkan filtering pelamar pekerjaan.
4. Perusahan mau berhemat dengan membayar murah gaji orang yg belom
berpengalaman.
5. Atau manager perusahaan tidak bisa membawahi orang yg tua yang lebih
ahli.
6. Apakah orang berpengalaman cenderung susah di atur?
7. Atau umur diatas itu di anggap sudah loyo dan kurang produktif.
Tidak heran, jika banyak orang ahli dan pintar dari Indonesia cenderung
bercita-cita berkerja di negeri seberang.
Pencantuman batas umur maximum jarang saya temukan pada iklan lowongan pada
perusahaan luar negeri.
yang sering saya lihat adalah mereka mencari orang yg berpengalaman dengan
batas umur mimimun.
Mereka sepertinya sudah tahu bahwa orang yg berpengalaman lebih cepat
menyelesaikan pekerjaan
dan besaran gaji adalah harga pantas untuk menerima service pegawai seperti
target yang di harapkan.
Trus kira-kira kapan tercapai harapan Indonesia bisa maju kalo di handle
begineer .
apakah konsep pendidikan di Indonesia terlalu lambat sehingga orang baru
bisa mencapai stata expert
pada umur yang sudah lewah umur produktif.
replay yach pilih point mana yang anda setuju, atau
jika anda pendapat lain karena anda tahu kondisi dari sudut pandang lain
boleh tambahkan.
Terima kasih.
--
.: Bram Andrian :.
--
.: Bram Andrian :.
[Non-text portions of this message have been removed]