Buat yang cari nafkah di jakarta, mencari nafkah juga buat bayar pajak harus kena musti macet, telat, buang waktu, tenaga, dan bensin, gara-gara pembangunan jalan busway yang motong jalan 2 jalur jd 1 jalur. belom lagi BBM naik terus, gak jarang kena peraturan aneh, jd banyak penyelewengan karena petugas/aparat cari duit dengan mempersulit orang. Dan korbannya musti RIDLO (Rela tapi dongkol) tetap bayar pajak.
kalo di daerah secara adil dibangun dan peluang kerja sama seperti di ibukota, jalan di ibu kota tidak akan macet seperti sekarang. kalo dulu emang salahnya presiden korup. kalo sekarang kira-kira dinegara ini yang gak beres itu dimana ya, it's complicated <- Trade Mark FS :p apa bekas-bekasnya masih ada ya... -- .: Bram Andrian :. On Dec 14, 2007 6:02 PM, Setiaji Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Aslinya saya males mbayar pajak mas, tp berhubung gaji saya kena PPH > secara 'paksa' oleh pemerintah...yah...jadinya pasrah aja deh...tinggal > nunggu aja nih duit saya yang dipotong tiap gajian itu dipakai utk apa. > Enggak rela gitu loh, kita yang kerja banting tulang,eh dipotong jatah > preman hehehe (maap saya nggak bmaksud menyinggung siapa-2, ini cuma > pendapat pribadi saya, maap maap) > > - setiaji - > [Non-text portions of this message have been removed]
