dicomot mentah-mentah dari detik

31/03/2008 13:55 WIB
Kisah Fian, Bocah 9 Tahun Kabur Bawa Duit Rp 92 Juta
 Chazizah Gusnita - detikcom

   <http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-zyrex012008.ad> *Jakarta* - Ahmad
Legal Cifiandi, bocah 9 tahun yang kabur dari rumah dengan membawa uang US$
10.000 atau setara Rp 92 juta sampai sekarang belum ditemukan. Anak kedua
dari Ahmad Mugianto ini kabur dari rumah sejak Kamis 27 Maret 2008.

"Malam Jumat Fian kabur dari rumah. Pas paginya habis salat subuh saya baru
sadar," kata Ahmad Mugiarto, ayah Fian, kepada detikcom, Senin (31/3/2008).

Mugiarto mengatakan, Kamis 27 Maret malam, Fian memang sedang diberi hukuman
oleh ibunya karena tidak mengerjakan PR dengan tidur di ruang tamu. Pukul
09.00 WIB, pembantu rumah tangga masih melihat Fian berada di sofa.

"Saya baru tahu kalau dia setelah itu kabur," ujar pria yang sehari-hari
berkerja sebagai notaris di daerah Depok, Jawa Barat, ini.

Mugiarto menjelaskan, sebelumnya pada pukul 08.00 WIB, dirinya pulang dari
kantor. Namun sampai di rumah, Mugi hanya meletakkan tas kerjanya. Tak lama
dia dijemput temannya kemudian pergi lagi. "Di tas itu uangnya disimpan,"
jelasnya.

Mugi menceritakan, setelah kabur membawa uang itu, Fian menuju Cilandak Town
Square (Citos), Jakarta Selatan. Di Citos, Fian sempat diamankan sekuriti
Citos selama 2 jam. Karena Citos akan tutup, Fian pun dibawa ke rumah salah
satu sekuriti bernama Asep Eka.

"Dengan Asep, Fian nunjukin uang itu. Fian minta uang itu disimpan sama
Asep. Tetapi Asep nggak mau. Asep bilang saya hanya bertugas mengamankan,"
ungkapnya.

Akhirnya, lanjut Mugi, Fian meminta Asep menukarkan uang dolar itu ke money
changer di daerah Cilandak sebesar US$ 100.

Kemudian Asep meminta izin komandan sekuriti Citos untuk mengantarkan Fian
ke rumah. Namun Fian meminta Asep agar mengantarnya ke Melawai dan
menukarkan kembali uang dolar sebesar US$ 800.

Setelah menukarkan uang tersebut, Fian meminta Asep membelikannya MP3,
Playstation 3, dan HP di Blok M. Asep lalu mengantarkan Fian ke sekolahnya
di Dwi Matra belakang Citos.

"Itu karena diminta Fian juga. Tetapi sampai di sana, setelah Asep ketemu
salah satu guru Fian, Fian kabur naik bajaj," kata Mugi.

Fian kemudian balik lagi ke money changer di Melawai untuk menukarkan
kembali uang dolar itu. Pihak money changer tidak curiga sedikit pun. Karena
sebelumnya Fian datang bersama Asep yang dianggap sebagai pamannya Fian.
--------------------------------------------------

"Itu yang saya sayangkan kok bisa seperti itu. Mereka nggak ada sedikitpun
curiga," ujar Mugi dengan nada yang pelan.

Pihak security money changer itu kemudian mengantarkan Fian ke Pondok Indah
Mal. Fian beralasan akan bertemu kakaknya di sana.

Setelah sampai di sana, Fian menunjuk sembarang orang yang dia sebut
kakaknya. Pihak sekuriti pun percaya dan akhirnya meninggalkan Fian tanpa
bertanya lagi kepada orang yang ditunjuk Fian sebagai kakaknya itu.

"Habis itu putus sudah saya nggak tahu lagi kemana Fian. Kok bisa sekuriti
itu nggak tanya dulu. Saya juga bingung," tandasnya.* ( ziz / nrl ) *


sumber :
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/31/time/135540/idnews/915931/idkanal/10

-- 
.: Bram Andrian :.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke