Maaf kalo repost....
------------------------------

Mamat Kenal Semua Orang

Mamat, pesuruh di kantor kami dikenal suka omong gede, ngakunya kenal
sama semua orang beken di negeri ini. Tingkahnya itu kadang-kadang
ngeselin. Suatu waktu, boss-nya penasaran dan ingin membuktikan
bualannya.

"Oke boss" kata si Mamat, "sebutin aja deh nama orangnya yang ane kagak kenal".

"Coba buktiin you kenal nggak sama si Meriem Bellina".

"Beres boss. 'Yuk kita ke pengadilan. Maklum si Meriem 'kan lagi
ngegugat-cerai lakinya."

Di pengadilan, menunggu sebentar, nggak lama kemudian muncul Meriem
diiringi pengacaranya.

Begitu lewat di depan si Mamat, langsung si Meriem negor:

"Eh, Mat ke mana aja udah lama nggak keliatan?", diiringi cium pipi
kiri dan kanan ala selebritis. "'Ntar kalo urusan udah selesai main ya
kerumah".

Sejenak si boss terpana, tapi tak lama kemudian dia ngomong: "Ah, saya
masih belum yakin. 'ngka li kebetulan aja. Ayo sekarang tunjukin kalo
you kenal sama si Liem Sioe Liong".

"Beres boss".

Esoknya mereka menunggu di lobby gedung BCA yang diagunin ke BPPN itu.
Tak lama kemudian muncullah si taipan diiringi bodyguard-nya.

Melihat si Mamat, eh si taipan nyamperin:

"Haiyya, Mat. Tumben elu baru nongol. Owe udah lama nyariin elu. Ke
mana ajah? Yuk keatas dulu, kita ngopi sebentar".

"Wah, 'koh, ane lagi banyak urusan nih. Kamsia deh. Kapan-kapan ane
pasti mampir lagi".

Si taipan nyautin: "Iya dah. Jangan lupa ya", sambil tangannya
menyisipkan sesuatu ke kantong si Mamat.

Beberapa saat si boss melongo menyaksikan semua adegan pembicaraan.
Tapi si boss masih penasaran, katanya:

"Oke deh, saya udah hampir percaya semua yang saya saksikan. Tapi ini
test yang terakhir. Coba buktiin kalo you kenal sama Gus Dur".

"Yakh boss, terang ane kenal, 'kan saben hari nongol di TV".

"Bukan itu maksudku, tapi kenalnya kenal beneran", sergah si boss.

"Beres deh boss, 'ka n hari Minggu ada Gus Dur di Senayan. 'Ntar kita ke sana."

Hari Minggu sungguh luar biasa, ribuan massa sudah luber di Senayan.

"Wah, boss kalo gini caranya susah juga ya. Gimana caranya dia tau ane
ada di sini. Tapi… gini aja deh, boss. Boss tunggu aja di sini. Boss
liat aja nanti ane keluar di podium barengan ame Gus Dur. Ane kenal
kok sama Banser-Banser yang tugas di podium."

Ditunggu-tunggu, setengah jam kemudian tepuk tangan bergemuruh nyambut
Gus Dur keluar dari podium, dan… keluar dengan digandeng si Mamat di
sebelahnya. Di sebelah satunya jelas si Yenny, putrinya. Tak lama
kemudian si Mamat balik mau nemuin boss-nya.

Kaget dia nemuin bossnya pingsan dikelilingi Petugas P3K,
jangan-jangan serangan jantung. Setelah ditunggu beberapa lama
kemudian, pelan-pelan dia ngomong ke si bossnya:

"Boss, boss kenapa ente?"

Nggak lama si boss buka matanya, setengah berbisik, "Nggak apa-apa.
Aku nggak apa-apa".

"Abis kenapa bisa kejadian begini?", tanya si Mamat.

"Tadi waktu you keluar bareng Gus Dur di podium, orang di sebelah saya
ngomong: "EH, SIAPA TUH YANG DIGANDENG SI MAMAT???"


Pelaku yang Menandatangani Perjanjian Linggarjati

"Hei, kamu yang berdiri di belakang," ucap dosen sejarah. "Coba
sebutkan para pelaku yang menandatangani Perjanjian Linggarjati!"

"Maaf, saya nggak tahu, Pak."

"Apa? Nggak tahu? Baiklah, kalau begitu sebutkan saja tahun berapa
perjanjian itu ditandatangani?

"Maaf, saya nggak tahu juga, Pak."

"Nggak tahu sama sekali? Bahan itu kan sudah saya tugaskan untuk
dibaca minggu lalu. Lantas untuk apa kamu datang ke sini?"

"Mau memeriksa kabel lampu ini, Pak. Saya petugas PLN."




Shampo Sabun dan Pasta Gigi Baba

Seorang salesman sedang mempromosikan produk perusahaannya kepada
seorang anak kos. Dia menanyakan pertanyaan tentang produk yang
dipakai anak kos itu.

"Sabun mana yang Anda gunakan selama ini?"

Anak kos dengan santai menjawab, "Sabun Baba."

"Kalau odol, odol mana yang Anda gunakan?"

"Odol Baba," jawab anak kos.

"Parfum?"

"Parfum Baba."

"Sampo?"

"Sampo Baba."

Akhirnya dengan frustrasi si salesman bertanya lagi, "Ok, apakah Baba
ini perusahaan lokal atau multinasional karena saya belum pernah
dengar? Siapa tahu Anda selama ini memakai produk yang tidak sehat."

Anak kos itu menjawab, "Bukan perusahaan kok, Mas. Baba itu teman kos saya."


Tipe Cowok dari Cara Minum Kopi

1. Cowok Pendiam
Melihat secangkir kopi mengepul panas-panas dia hanya diam saja dan
hanya memandang jauh ke dalam cangkir itu… sampai kopinya dingin masih
didiemin saja…

2. Cowok Penyabar
Di depan sudah terhidang kopi panas… dia tunggu dengan sabar sampe
kopi itu dingin, terus dia minum pelan-pelan, sesekali disruput
dalam-dalam… bisa berjam-jam menikmati secangkir kopi itu…

3. Cowok Pencemburu
Gak bisa diem dia liat temennya srupat-sruput kopi aceh sementara dia
hanya dapet kopi instan…

4. Cowok Penyayang
Sebelum minum kopi dia pegangin cangkir itu… diusap pelan-pelan
bibirnya (bibir cangkir maksudnya, siapa tahu ada bakteri nempel),
setelah itu dia berkata… oh my coffee, i miss u, i like u, i need u…
slurpssss…

5. Cowok Gak Penyabar
Begitu liat di meja ada secangkir kopi dia embat saja tanpa permisi…
(bahkan dia rela minum kopi panas-panas… biar gak keburu ketahuan
heheheh)

6. Cowok Pemalu
Gak berani nyruput kopi di muka umum… apalagi di depan calom mertua…
biasanya dia bawa secangkir kopi itu ke toilet atau kalo nggak mukanya
ditutupin koran pas dia minum…




Teknik Berjalan di Atas Air

Tiga orang filsuf bermaksud untuk bersemedi di tepi sebuah danau.

"Waduh, aku lupa membawa alas duduk," kata filsuf pertama.
Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau, dan
menyeberanginya menuju ke tempat tinggal mereka di seberang danau.

Ketika ia kembali. Filsuf ke dua berkata, "Aku lupa menjemur bajuku.
Aku pergi dulu ya." Ia berjalan di atas air danau dan menyeberanginya
dengan mudah.

Filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti ingin unjuk
kebolehan di hadapannya.
"Ah, aku juga bisa. Lihat saja," katanya. Ia lalu melangkahkan kakinya
ke atas air danau dan langsung tenggelam. Filsuf ke tiga ini berenang
ke tepi, dan kemudian mencoba lagi untuk berjalan diatas air dan
kembali gagal.

Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata kepada filsuf
Pertama, "Sebaiknya kita beritahukan saja letak batu-batunya."

-- 
.: Bram Andrian :.

------------------------------------

================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY 
<================
Posting   : [email protected]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
                www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************Yahoo!
 Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke