Ternyata Jakarta sudah membuatmu melihat manusia cuma dari besarnya rupiah yang didapat ya....sedih euy....
- setiaji - Bram Andrian wrote: > > > nice, Hampir mengena... ;) > saatnya aku tambah clue lagi. > > intinya adalah penghargaan? > penghargaan memang benar tidak bisa di ukur dari materi, tapi materi itulah > cara paling ekonomis untuk menganti, unsur biaya, usaha dan kesempatan > atau waktu. > > bangsa ini di bangun atas usaha bersama di atas peraturan yang di > taati, bener tidak. > > Jika anda seorang pengusaha yang memiliki kesempatan, dan mengaji > karyawan asal-asalan. > asal untung itu bagi anda (dasar ekonomi memang demikian). karyawan > anda tidak memiliki kemampuan > dalam segi finasial, ketika membutuhkan rumah, membutuhkan kendaraan, > solusi yang sekarang lagi trendy > saat ini adalah mengambil pinjaman/hutang pada bank/finance. > > jika kebetulan karyawan tersebut bisa jadi adalah bapak-ibu anda. > yang memiliki tanggung jawab menyekolahkan anda, kakak anda atau adik anda. > artinya tanggungan yang beratkan. > > jalur sekolah adalah harapan orang tua, dengan harapan anda memiliki > penghidupan yang lebih baik > dari orang tua anda. statement ini bener atau tidak ? > pasti benar, karena orang tua yang mulia, pasti ingin anaknya sukses. > > sedangkan sekarang ? > apa anda sudah termasuk orang sukses? atau bahkan anda, bisa jadi > anda lebih sukses dari saya. > dan jika anda sukses? maukan anda untuk sharing kepada kami bagaimana > anda bisa sukses ? > pernahkah terlintas dalam benak anda untuk sukses bersama dengan > sharing ilmu misalnya. > > ok, kita kembali ke jalur. > > saya bantu anda menghitung secara finansial apakah anda lebih sukses > dari orang tua anda? > > 1. Tahukah anda penghasilan kedua orang tua anda ? jika tidak sudah > saatnya anda bertanya. [GajiOrtu] > 2. Catat penghasilan (gaji,ceperan,sampingan,dsb ) yang anda miliki > dan atau tambahkan > dengan pasangan anda jika ada ? [GajiKita] > jika tidak jelas nominalnya cobalah hijrah dan mencari penghasilan > yang lebih stabil. > > Saat nya kita menghitung ..... > > 3. Tahukah anda alat apa yang cukup mereprensentasikan kedua nominal > tersebut ? > dan dapat di pakai sebagai ukuran saat membandingkan? > > Jawabannya : harga emas , mengapa kita mengunakan emas, > harga emas adalah besaran yang bisa di pakai barter atau alat bayar > antar negara > yang memiliki mata uangnya yang berbeda, bener kan ? > harga emas susah untuk turun, harga emas naik mengikuti kenaikan > harga-harga apapun. > > ok balik lagi. > > 4. Coba tanyakan pada orang tua anda harga emas pada saat orang tua > anda berkerja [HEmasOrtu] > 5. Catat Harga emas sekarang [HEmasNow] > > ok sekarang saatnya saya bocorkan rumusnya : > > [GajiOrtu] X [HEmasOrtu] = [HEmasNow] X [Kemakmuran] > > Jadi : [Kemakmuran] = ( [GajiOrtu] X [HEmasOrtu] ) / [HEmasNow] > > Jika [Kemakmuran] < [GajiKita] artinya kita wajib dan harus > bersyukurlah, bersedekah, mulailah usaha mandiri > yang menarik atau memberi lowongan pekerjaan bagi orang lain. > > Jika [Kemakmuran] > [GajiKita] artinya instropeksilah, apa kita > sudah maksimal ikut andil untuk bangkit dan > memberikan sesuatu yang berharga dan secara maksimal > pada bangsa ini? > anda puas pada state kondisi ini ? eiitt... jangan tutup mata. > coba jika orang tua anda tahu si anak yang di > banggakan yang sudah di sekolahkan dengan > sangat mahal-mahal tidak bisa mendapat kehidupan lebih > baik dari beliau. > > Jika anda tergugah akan tulisan ini. mulailah bersyukur dan > bersemangatlah untuk maju dan berubah. > dapatkan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan stay fokus. > > Happy sharing,semoga bermanfaat. > Terima kasih.
