malah banyak juga yang merasa pintar padahal bodoh --- In [email protected], "Bram Andrian" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ORANG BODOH AKHIRNYA PEGANG PERANAN > > 1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya > berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Boss-nya orang > pintar adalah orang bodoh. > > 2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang > pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil > orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh. > > 3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya > mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang > untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar. > > 4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang > pintar untuk membuatnya. > > 5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). Oleh > karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat > undang-undangnya orang bodoh. > > 6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu > orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena > telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada > diatas. > > 7. Orang bodoh berpikir pendek, untuk memutuskan sesuatu dipikirkan > panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi > staffnya orang bodoh. > > 8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang > pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, walhasil > orang-orang pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap > diberikan pekerjaan. > > 9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan > waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh > menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya. > > 10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata > orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan. > > 11. Bill Gates (Microsoft), Dell <http://www.dell.com/>, Hendri (Ford), > Thomas Alfa Edison, > Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah orang-orang bodoh > (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja > untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa > keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh. > > PERTANYAAN: > 1. Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh?? > 2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh?? > 3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?? > 4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh?? > > Kesimpulan: > 1. Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa > dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh. > 2. Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh. > 3. Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha", karena orang bodoh > berpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia > berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang > maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan > berusaha mengambil resiko tersebut, dan mengabdi pada orang bodoh. > > -- > .: Bram Andrian :. > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
------------------------------------ ================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY <================ Posting : [email protected] Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/ www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id ************************************************************************************Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mitek/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/mitek/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
