(Ini artikel usang yg ada dalam box archivku, entah darimana saya dapat copy 
cerita ini, dulu  suka cari2 cerita motivator , salah satunya seperti ini. 
Mohon maaf apabila sudah pernah dipostingkan.)
 
Ada kisah seorang bernama Mr. Stevens, ia tinggal di sebuah kota di 
 Amerika. Dia adalah seorang programmer dan bekerja di sebuah perusahaan 
 perangkat lunak selama 8 tahun. Dia selalu merasa bahwa dia dapat 
 menyelesaikan kariernya di perusahaan itu sampai pensiun. Tetapi secara 
 tiba-tiba perusahaan tersebut bangkrut. Anak ketiganya baru saja lahir 
 dan dia harus segera mencari pekerjaan. Akan tetapi setelah sebulan 
 mencari kerja, dia belum dapat menemukan sebuah pekerjaan. Dia tidak 
 mempunyai keahlian lain selain menjadi seorang programmer 
 
Akhirnya dia menemukan sebuah perusahaan software yang sedang mencari 
 seorang programmer di surat kabar. Banyak orang telah melamar untuk 
 posisi yang sama, dan persaingan sangat tajam. Setelah melewati 
 wawancara pertamanya, perusahaan itu menyuruhnya untuk mengikuti ujian 
 tertulis seminggu setelahnya. Dengan pengetahuan spesialis-nya, dia 
 melewati ujian tertulis dengan mudah. Dua hari kemudian, dia pergi untuk 
 wawancara selanjutnya. Pada saat dia berangkat, dia sangat yakin bahwa 
 dia dapat melakukannya dengan baik karena bagaimanapun dia adalah 
 seorang programmer yang handal. Akan tetapi pada saat wawancara kerja 
 tersebut, pihak pewawancara tidak menanyakan mengenai pertanyaan teknis. 
 Akan tetapi, mereka bertanya tentang ke manakah arah industri perangkat 
 lunak ini akan berkembang. Dia belum pernah berpikir mendapat pertanyaan 
 seperti itu sebelumnya, dan tidak mempunyai sebuah jawaban yang bagus. 
 Beberapa hari kemudian, dia diberitahu kalau dia tidak mendapatkan 
 pekerjaan tersebut. 
 Meskipun dia tidak mendapatkan pekerjaan tersebut, Mr. Stevens berpikir 
 bahwa dia telah belajar banyak selama proses wawancara kerja tersebut. 
 Dia memutuskan menulis surat untuk menunjukkan penghargaan dia. Dia 
 menulis sebuah surat yang panjang kepada perusahaan tersebut. Dia 
 berkata "saya ingin berterima kasih untuk tenaga dan sumberdaya lainnya 
 yang telah dipergunakan untuk memberikan kepada saya kesempatan 
 berpartisipasi dalam ujian tertulis dan wawancara. Meskipun saya tidak 
 diterima, melalui proses lamaran kerja ini, saya telah belajar hal-hal 
 baru mengenai industri perangkat lunak. Terima kasih atas segala kerja 
 yang telah kalian lakukan untuk lamaran kerja saya. Sekali lagi terima 
 kasih." 
 Perusahaan ini belum pernah menerima surat seperti ini sebelumnya dari 
 seorang pelamar kerja yang tidak diterima. Surat ini disampaikan ke 
 berjenjang-jenjang pemimpin perusahaan tersebut, dan akhirnya sampai ke 
 meja dari presiden perusahaan tersebut. Setelah dia membaca surat 
 tersebut. Dia tidak berkata apa-apa, tetapi menyimpan surat tersebut 
 dalam laci kerjanya 
 
Tiga bulan kemudian, pada saat hari Natal, Mr. Stevens menerima kartu 
 yang indah, sebuah kartu selamat tahun baru. Kartu tersebut dikirimkan 
 oleh perusahaan perangkat lunak di mana Mr. Stevens mengirimkan surat 
 ucapan terima kasihnya. Dalam kartu itu tertulis "Mr.Stevens, kami ingin 
 mengundang Anda untuk merayakan liburan tahun baru bersama kami". 
 Akhirnya, ketika perusahaan tersebut mencari tenaga kerja baru, presiden 
 dari perusahaan tersebut dengan cepat langsung berpikir kepada 
 Mr.Stevens karena suratnya tersebut. 
 Perusahaan perangkat lunak tersebut ialah Microsoft Corporation. Setelah 
 bekerja di perusahan tersebut lebih dari 12 tahun, karier Mr. Stevens 
 melejit ke posisi wakil presiden perusahaan. 
 
Meskipun semua orang mengetahui mengenai rasa bersyukur dan berterima 
 kasih adalah sebuah kualitas moral, baik pada masyarakat yang dipenuhi 
 dengan keuntungan materi, dalam sebuah lingkungan di mana kita percaya 
 bahwa uang dapat berbuat segalanya, kita lupa akan rasa bersyukur. 
 Ketika kita bisa melihat segala dengan rasa berterima kasih dan 
 bersyukur, meski ketika kita mengalami kegagalan, hidup ini akan tetap 
 indah dan menyenangkan. Bersyukur adalah rasa yang dalam, dia dapat 
 menguatkan karakter seseorang. Bersyukur adalah awal dari kebahagiaan 
 dan juga puncak dari keberhasilan. Karena dengan bersyukur kita 
 menghargai hubungan yang telah ditakdirkan dan keberuntungan baik. 
 Secara terus menerus mempertahankan rasa syukur akan memberikan 
 keuntungan terbesar tidak saja kepada orang lain, tetapi kepada diri 
 kita sendiri...



-Hendrik-
http://hendrikc.blogspot.com
       
---------------------------------
  Dapatkan nama yang Anda sukai!  
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY 
<================
Posting   : [email protected]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
                www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************Yahoo!
 Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke