--- On *Mon, 12/22/08, YUDIANA PARAMITA /<[email protected]
<mailto:[email protected]>>/* wrote:
From: YUDIANA PARAMITA <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Subject: [Alumni SMAN 3 Bogor 94] FW: Ini namanya pelayanan
Luarrrrr Biasaaa!!!
To: [email protected]
<mailto:[email protected]>
Date: Monday, December 22, 2008, 2:01 AM
*Ini Namanya Pelayanan Luarrrrrr Biasa!!!!!*
Kalo lo mau beli sepatu di toko, dan sepatu yang lo pilih nggak
tersedia ukurannya, apa yang biasanya dilakukan penjaga tokonya?
Kalo dia sekedar bilang, "Maaf, ukurannya nggak ada" mungkin lo
akan maklum.
Kalo dia bilang "Maaf, ukurannya nggak ada. Berminat dengan
model yang ini, barangkali?" lo mungkin akan sedikit terkesan
dengan upaya si penjaga toko untuk
membantu.
Tapi yang gue dan Ida alami kemarin bener-bener jauh melebihi
ekspektasi kami atas pelay ana n toko sepatu m ana pun yang
pernah kami kunjungi.
Ceritanya, kemarin gue dan Ida jalan-jalan ke Grand Indonesia,
refreshing dikit mumpung kerjaan lagi libur. Niat awalnya sih
cuma mau cuci
mata, tapi akhirnya jadi ngiler waktu liat tulisan
"discount" tergantung-gantung di toko Planet Sports. Ida lantas
inget pernah ngincer
sepatu merk Skechers beberapa waktu yang lalu.
Kamipun mampir. Pilih punya pilih, Ida akhirnya naksir sepasang
sepatu tipe casual, dan minta dibawain nomor 37 kepada Mbak
Pramuniaga. Si Mbak Pramuniaga yang belakangan kami tau bernama
Mbak Dhayu kemudian membawakan - bukan cuma satu - tapi 3 (tiga)
kotak sepatu bernomor 37 berlainan model. Maksudnya, biar
pembeli bisa lebih leluasa milih sepatu yang dirasa paling
cocok. Di sini Ida udah mulai terkesan dengan semangat proaktif
Mbak Dhayu.
Dari ketiga model yang disodorkan, Ida memilih sepatu warna krem
bermotif bunga-bunga kecil. Tapi... "Lho, mbak, ini kok ada noda
di ujungnya, ada yang masih baru nggak?" tanya Ida. "Wah
sayangnya model ini tinggal satu-satunya. .. Sebentar ya Bu,
saya coba bersihin dulu di belakang," katanya. Abis ngomong gitu
dia pergi ke belakang menenteng sepatu pilihan Ida. Beberapa
menit kemudian dia balik
dengan tampang menyesal,
"Bu, saya udah coba bersihin, tapi nodanya nggak mau
hilang...maaf ya Bu... Ibu mau model
lainnya?"
"Nggak mau, maunya yang itu aja... di toko lain ada
nggak?"
"Sebentar ya Bu, saya coba telepon ke toko kami yang lain di
Plaza Indonesia ya, siapa tau mereka masih punya stok sepatu
ini." Mbak Dhayu mencoba menelepon, tapi ternyata di cabang s
ana sepatu itu juga udah nggak tersedia.
"Ibu, mohon maaf sekali... ternyata di cabang lainnya juga nggak
ada..." kata Mbak Dhayu.
"Yaaah...."
"Iya, sayang sekali ya
Bu..."
"Tapi... hmmm... ya udah deh kalo gitu, saya beli yang ini aja,"
kata Ida.
Mbak Dhayu yang lagi sibuk membereskan kotak-kotak sepatu
ternganga kaget.
"Hah? Ibu mau? Tapi kan ... sepatunya kotor gini, Bu... nggak
papa?"
"Nggak papa deh, abis saya maunya yang ini. Lagian nodanya juga
nggak terlalu keliatan kok."
"Mohon maaf sekali ya bu, soalnya ini tinggal satu-satunya.
.."
"Iya, nggak papa," kata
Ida.
Di titik ini gue udah amat sangat terkesan dengan kesungguhan
Mbak Dhayu melayani pembeli. Dia udah berusaha ngebersihin noda,
nyariin ke toko lain, dan nampak bersungguh-sungguh ingin
memberikan yang terbaik buat pembeli. Gue bisik-bisik ke Ida,
"Luar biasa nih servisnya, oke banget... kasih tip
gih..."
Ida juga terkesan banget, tapi dia ngerasa sungkan dan serba
salah untuk
ngasih tip. "Gim ana ngasihnya, ntar diliat temen-temennya malah
nggak enak lho.."
"Ya udah ntar abis bayar kita belaga liat-liat sepatu lainnya,
nunggu sepi trus kasih tip ke dia... kan bisa."
Tapi ternyata waktu mau bayar di kasir, kejutan lainnya
menanti.
Kasirnya bilang, "Ibu, ini Dhayu merasa bersalah sekali karena
sepatu yang ibu beli ada cacatnya, oleh karena itu ibu mendapat
discount khusus sebesar sekian persen, yang diambil dari jatah
discount karyawan milik Dhayu..."
Jadi rupanya para pegawai toko Planet Sports punya jatah
discount khusus untuk karyawan. Setau gue, discount ini hanya
bisa digunakan secara terbatas. Wajar aja kalo dibatasi, sebab
kalo nggak ntar para pegawainya pada rame-rame jual sepatu di
rumahnya masing-masing, kan? Toh dengan fasilitas discount yang
sebenarnya terbatas itu, Mbak Dhayu merelakannya untuk digunakan
oleh pembeli, yang bukan siapa-siapanya, bukan saudara, bukan
temen, hanya karena dia mau memberikan pelay ana n terbaik!
Dan fakta bahwa ada noda nempel di sepatu itu kan sama sekali
bukan kesalahan dia,lho.
Orang dia bawa sepatu dari gudang, masih dalam kotak, tau-tau
setelah dibuka ada nodanya.
Gue dan Ida sampe speechless mendapat pelay ana n seperti
itu. "Mbak, nggak usah begitu, istri saya juga nggak keberatan
kok dengan noda
itu, toh nggak terlalu kelihatan juga. Ntar kalo Mbak sendiri
mau beli Sepatu di sini gim ana dong, jatah discountnya udah
kita pake?"
"Nggak papa Pak, soalnya saya nggak enak banget, sepatu yang Ibu
beli ada cacatnya..."
Seumur-umur belum pernah gue nemuin tingkat pelay ana n setinggi
ini di toko sepatu m ana pun. Yang lebih luar biasa lagi, ini
dilakukan atas inisiatif seorang pegawai biasa, bukan supervisor
apalagi owner.
Pulang dari toko itu, gue dan Ida nggak bisa berhenti ngomongin
soal betapa luar biasanya pelay ana n yang diberikan Mbak Dhayu.
"Kalo begini urusannya, mending dibuatin kue aja deh, DCC
Special! Besok pagi kita ke sini lagi ya suami, anterin kue!"
Tadi pagi, gue, Ida dan Eriq yang seperti biasa selalu ngintil
kem ana pun kami pergi, dateng lagi ke Grand Indonesia dengan
membawa sekotak DCC Special buat Mbak Dhayu. Di toko yang masih
sepi pengunjung itu kami bertiga berbaris masuk. Kotak kue di
tangan Ida, kamera siap di tangan gue dan Eriq. Kami langsung
menemukan Mbak Dhayu lagi bertugas di bagian sepatu
wanita.
Ida langsung menyodorkan kue sambil bilang, "Mbak Dhayu, saya
sangat terkesan dengan bantuan Mbak Dhayu kemarin... jadi, ini
saya bawakan kue untuk Mbak, terima kasih ya
Mbak..."
Sekarang giliran Mbak Dhayu yang speechless. "Waduh ibu, nggak
papa bu, itu kan barangnya udah reject sekali... saya... juga
terkesan sekali ini...dapat kue
begini..."
Eriq langsung mulai beraksi menjepretkan kamera, tapi karena
umumnya di dalam toko kita nggak bisa seenaknya motret, maka
buru-buru gue ajak Mbak Dhayu untuk berfoto bareng di depan
toko. Jepret-jepret- jepret... beres, dan sebelum dia
sepenuhnya sadar apa yang telah terjadi, kami langsung pamit
pulang
:-)
Buat para boss di PT.Mitra Adi Perkasa, pemilik jaringan Planet
Sports, gue berharap ada apreasiasi lebih buat orang-orang
seperti Mbak Dhayu. Dia membuktikan bahwa apapun pekerjaan kita,
kalo dikerjakan dengan sepenuh hati dan nggak males berbuat
lebih, maka efeknya juga akan sangat luar biasa. Saat memberikan
pelay ana n ke Ida, gue yakin Mbak Dhayu nggak akan menyangka
perbuatannya akan diketahui oleh ratusan orang lewat
tulisan ini. Mudah-mudahan bisa menginspirasi rekan-rekannya di
Planet Sports, atau para pekerja di m ana pun, untuk nggak
tanggung-tanggung saat bekerja. Lucunya, saat kita main
'hitung-hitungan' di pekerjaan, maka yang kita
terima biasanya jauh di bawah hitungan. Tapi sebaliknya, saat
kita berhenti berhitung dan rela berbuat lebih, biasanya yang
kita dapet malah jauh melebihi
harapan!
Semoga Mbak Dhayu makin sukses, dan buat kalian yang berenc ana
beli sepatu dalam waktu dekat, gue rekomendasikan beli di Planet
Sports Grand Indonesia dan jangan lupa cari Mbak Dhayu
ya
[]
pic17528.jpg
[]
pic24268.jpg
[]
pic10127.jpg
[]
pic19728.jpg
.
_,___