----- Forwarded Message ----
From: Rahma Hidayati <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, January 28, 2009 12:47:59 PM
Subject: [alumni-smanepa] Sebuah Surat Jeritan Tangis Dari Gaza untuk Umat 
Islam Dunia







Sebuah 
Surat Jeritan Tangis Dari Gaza untuk Umat Islam Dunia 
Tuesday, 20 January 2009 19:41  
Syabab.Com - Berikut ini  adalah surat langsung dari seorang Ibu di Gaza yang 
dua pekan lalu sempat  diwawancarai oleh saluran televisi, Islam Channel - UK. 
Ketika  beliau diwawancarai, saudara kita yang bernama Umm Taqi ini harus 
menyabung nyawanya karena bom sewaktu waktu bisa  meluluhlantakkan rumahnya.... 
Hari Ahad lalu, 17/01/2009, surat dari  beliau dibacakan di depan ribuan 
demonstran di Marble  Arch, London. Pada malam harinya dibacakan kembali dalam 
sebuah show yang berjudul Muslimah Dilemma di Islam  Channel. 
 
Berikut isi surat lengkap Umm Taqi dari Gaza yang telah diterjemahkan  dalam 
bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dari surat aslinya yang  berbahasa Arab. 
Assalamualaikum,

Saudaraku muslim dan muslimah, dalam  kesempatan ini aku ingin mengirim pesan 
dari saudaramu di Gaza. simaklah  kondisi kami dan sampaikan kepada siapa saja 
entah itu orang yang kalian  kenal ataupun yang tidak kalian kenal
Ketika Zionis menyerang kami tanggal 27 Desember 2008, sebenarnya  mereka tidak 
hanya menyerang Hamas, dan kaum muslimin di Gaza, tapi  mereka menyerang umat 
Islam keseluruhan. Mereka menyerang Islam dengan  harapan bahwa mereka akan 
dapat melemahkan dan akhirnya menghancurkan  Islam dan umat Muhammad SAW.  
Dan mereka tidak akan pernah berhenti di sini. Mereka ingin merampas  Al Aqsa 
yang kita cintai, mereka ingin Tepi Barat dan percayalah  kepadaku jika saya 
katakan bahwa mereka ingin seluruh Timur  Tengah.

Namun mereka tidak akan pernah berhasil. Mereka tidak  akan pernah bisa 
memadamkan cahaya Allah. Insya Allah.  
Situasi yang kami hadapi mengerikan namun iman kami kuat, Alhamdulillah, 
meskipun kami tidak memiliki air yang memadai  dan kalaulah ada, air itu sudah 
terpolusi dan kami tidak memiliki uang  untuk membeli air mineral. Ketika kami 
memiliki uang maka orang yang  menjualnya menyampaikan bahwa terlalu bahaya 
untuk mereka berjalan  keluar dan mendapatkan supply. Kami tidak memiliki gas 
dan ini  sudah berlangsung sejak empat bulan terakhir. Kami hanya bisa memasak  
sedikit makanan di atas tungku-tungku yang sudah kami  siapkan.

Para keluarga laki laki kami telah kehilangan  pekerjaannya. mereka 
menghabiskan keseharian mereka di rumah. Suamiku  pergi seharian dari satu 
tempat ke tempat lain hanya demi mendapatkan  (kebutuhan) dasar air. Biasanya 
dia kembali ke rumah dengan tangan  hampa. Tidak ada sekolah, tidak ada bank, 
dan Rumah sakitpun jarang yang  buka. Kami selalu sadar bahwa nyawa kami 
terancam setiap kali kami  keluar rumah.

Mereka (zionis) memberikan jam malam antara pukul 1  hingga 4 sore. Kami bisa 
keluar dalam keadaan aman untuk mendapatkan  supplai, kata mereka. Tapi itu 
semua bohong! Seringnya jutsru mereka  menggunakan kesempatan itu untuk 
menambah jumlah syuhada dalam daftar  mereka.

Kami makan sehari nasi dan sehari roti. Daging dan susu  adalah kemewahan. 
Mereka menggunakan senjata perang kimia di area  perbatasan. Mereka menggunakan 
bahan kimia di daerah-daerah perbatasan.  Mereka tidak hanya membunuh kami 
dengan peluru dan tank-tank dan  pesawat-pesawat B52, tetapi juga mereka 
membunuh kami secara perlahan  dengan membuat anak-anak kami kelaparan, yang 
menyebabkan munculnya  penyakit yang sulit digambarkan yang disebabkan bahan 
kimia itu dan  mereka tertawa atas penderitaan kami yang berkepanjangan dan tak 
 tertahankan ini. 

Setelah semua ini, kami diberitahu bahwa  orang-orang di seluruh dunia berdemo. 
MashaAllah! Fakta bahwa  kalian pergi ke kedutaan-kedutaan dan meninggalkan 
rumah-rumah kalian  membuat kami merasa bahwa kami tidak sendiri dalam 
perjuangan  ini.

Tetapi kalian bisa pulang ke rumah dan mengunci rumah  kalian. Sedang kami.... 
Kami tidak bisa melakukan itu. Tiap malam aku  harus meninggalkan rumahku yang 
berada di lantai-lantai dan tinggal  bersama saudara perempuanku di lantai 
dasar. Jika ada serangan maka  lebih cepat bagi kami untuk meninggalkan 
(gedung) dari lantai dasar.
Tetapi umat bertanya-tanya di manakah tentara kaum Muslim? Di manakah  
kemenangan? Dan di manakah pemimpin sejati kita yang akan menyelamatkan  kita 
dari kematian? Di manakah tentara Shalahudin al-Ayubi? Jangan  berharap pada 
PBB, mereka mengakui Israel sebagai sebuah Negara pada  tahun 1949 dan mengunci 
nasib kami menjadi seperti pada hari ini. Jangan  menoleh ke Amerika atau 
Inggris, bukankah mereka yang menyerbu ummat  Islam di Irak dan Afghanistan? 
Panggilah para tentara di Mesir, Syria,  Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. 
Dimanakah tentara Bangladesh,  Negara-negara Teluk, Indonesia dan Libya? Apakah 
mereka cukup hanya  menonton para wanita menjerit meminta pertolongan ketika 
musuh mengubur  anak-anak kecil kami? Apakah kuping mereka tuli hingga tidak 
bisa  mendengar jeritan saudaranya laki-laki dan perempuan? Bukankah kami  
memiliki hak untuk makan dan minum dengan selamat dan aman. Bukankah  kami juga 
punya hak untuk tertawa dan hidup dengan
 memiliki harapan? 

Ya.... Kami lelah, ketika kami mendengar roket dan bom serta  melihat 
pesawat-pesawat yang terbang mendekati gedung, aku menjerit  bersama anak 
laki-lakiku yang masih muda dan suamiku merasa tidak mampu  melakukan apa-apa.
Saudara muslim laki-laki akan tahu seperti apa rasanya ketika merasa  putus asa 
untuk bisa melindungi kehormatan dan kehidupan keluarga Anda.  Ada sesuatu yang 
membunuh dia dari dalam. Kami sering bertanya-tanya  kapan mereka akan menjual 
tanah kami dengan harga murah, apakah serangan  ini akan merenggut nyawa seribu 
atau dua ribu orang. Kami masih menunggu  dan melihat. Orang-orang Israel sudah 
merencanakan di tempat mana mereka  akan buat pemukiman baru di Gaza. Seperti 
inilah keadaan  kami.

Dalam hal ini tidak ada yang bisa menyelamatkan kami selain  Allah. Jangan 
lupakan kami karena hanya kalianlah yang kami miliki. Sadaqah baik kalian tidak 
sampai kepada kami dan ketika mereka  membuka perbatasan hanya segelintir orang 
yang mendapatkan (sumbangan)  itu yang tidak tahu harus berbuat apa karena akan 
beresiko bagi hidup  kami hanya untuk membeli makanan. Mereka akan membunuh 
siapapun,  siapapun apakah dia adalah anak umur lima tahun yang sedang membawa  
makanan untuk keluarganya. Kami ingin hidup dari keringat kaum laki-laki  kami, 
bukan dari keringat orang lain karena kami sedang sekarat. .
Tetaplah berjuang di Jalan Allah dan berdoalah agar kemenangan itu  segera 
datang inshaAllah..
Semoga Allah SWT membuat kami teguh dalam din ini, selama masa  perjuangan ini 
dan selama masa kemudahan. Ya Allah, berilah kemenangan  kepada kami segera dan 
segeralah tegakkan kembali Islam sebagai otoritas  yang dengannya kami hidup, 
Ya Allah, kirimlah kepada kami anak-anak  Salahudin, bala tentara Islam untuk 
menyelamatkan ummat Muhammad SAW  dari penindasan di mana kita hidup. Ya Allah 
lindungilah anak-anak kami  dan usirlah kaum zionis dari tanah kami. Ya Allah, 
hari ini saksikanlah  pada hari ini kami telah meminta pertanggung jawaban para 
pemimpin kami,  kami berdoa semoga Engkau segera mengembalikan kepada kami 
seorang  pemimpin sejati, seorang Khalifah. Amin. 
Wassalam,
Saudaramu Umm Taqi
 Surat dalam Bahasa  Inggris: 
 
Asaalam Alykum,

My dear sisters and brothers I wanted to take  this opportunity to send you a 
message from the sisters in Gaza . Please  hear our situation and tell everyone 
that you know and dont know.
When the Zionists attacked us on 27th December 2008, they not only  attacked 
Hamas, they not only attacked the Muslims of Gaza, they  attacked Muslims 
everywhere. They attacked Islam in the hope that they  will weaken it and 
ultimately destroy it and ummah of Muhammad SAW.
And they will never stop here. They want the beloved Al Aqsa, they  want the 
West Bank and believe me when I tell you that they want the  whole of the 
Middle East.

But they will never succeed. They will  never remove the light of Allah 
inshAllah.

Our situation is dire  but our eman is strong alhamdulillah, even though we 
have no water to  speak of, and when we do it is polluted and we have no money 
to buy  mineral water. When we find the money those that sell it say that it is 
 too dangerous for them to travel out to get new supplies. We have no  gas, and 
have not had for the last four months. We cook the little food  we have on real 
fires that we have learned to prepare.

Our men  have lost all of their jobs. They spend their days at home now. My  
husband can spend a day just going from place to place just for the  basic need 
of water. He usually returns empty handed. There are no  schools, no banks, 
hardly any hospitals open. You are constantly aware  that you risk your life 
when you go out and when you are indoors. They  give us a curfew between 1-4pm. 
We can go out, they say, in safety to  get your supplies, but that is a lie. 
They have ofetn used that  opportnity to add more shuhada to their list.

We eat one day rice  and one day bread. Meat and milk are a luxury. They are 
using chemical  warfare in the areas which are on the borders. They are killing 
us by  bullets and tanks and B52s, but they are also killing us slowly by  
starving our children, inflicting indescribable diseases with their  chemical 
warfare and laughing as our suffering becomes prolonged and  unbearable.

All this and we are being told that people  demonstrate all over the world. 
Masha Allah. the fact that you go to  embassies and leave your homes makes us 
feel truely that we are not  alone in our struggle.

But you go home at night and lock your  door. We cannot do that. I have to 
leave my home on the second floor  every night and stay with my sister on the 
ground floor. Should there be  an attack, it's quicker to leave from the ground 
floor.
But the ummah is asking where are the Muslim armies? Where is the  victory? And 
where is our true leader who will save us from this death?  Where are the 
armies of Salahadeen Ayubi? Do not look to the UN, they  recognised Israel in 
1949 as a state and sealed our fate as it is today.  Do not turn to America or 
Britain, did they not invade our ummah in Iraq  and Afghanistan. Call the 
armies in Egypt, in Syria, in Turkey, in Saudi  Arabia, and Pakistan. In 
Bangladesh, in the Gulf, in Indonesia and in  Libya where are they? Are they 
content to watch women scream for their  help as they bury their young 
children? Are the screams of their sisters  and brothers falling on deaf ears? 
We have a right to eat and drink in  safety and security. We have a right to 
laugh and live in hope, do we  not?

Yes we are tired. When we hear rockets and bombs and see  planes that fly too 
close to our building, I scream with my young son  and my husband feels 
helpless. The brothers will know what it must be  like to feel helpless to 
protect the honour and lives of your family. It  kills something of him inside. 
We often wonder when will they sell our  land cheaply, will it take one 
thousand or two thousand deaths. We wait  to see. The Israelis have started to 
plan where their settlements will  be in Gaza. This is what we have become.

In all this there is no  one but Allah (swt) that can save us. Don't forget us 
because you are  all that we have now. Your sadaqaat is not reaching us, and 
when they  open borders it only reaches a few who can do nothing with it 
because we  risk our lives just to buy food. They will kill anyone, anyone even 
if  he is a five year old child carrying food for his family. We want to  live 
from the sweat of our men, not from the sweat of others because we  are dying.

Keep up the work of Allah and pray and work for the  victory that will come 
soon and rescue our ummah everywhere  inshAllah.
May Allah SWT make us steadfast in our deen, during struggle and  during ease. 
Ya Allah bring us the victory soon and re-establish Islam  as the authority by 
which we live, Ya Allah send us the sons of  Salahudeen, the army of Islam to 
rescue Mohammed's SAW ummah from the  oppression under which we live. Ya Allah 
protect our children and remove  the zionists from our land. Ya Allah witness 
today that we account our  rulers, we pray that you return our true leader the 
Khaleefah soon.  Ameen.

Wass.

Your sister umm Taqi.   
Demikianlah jeritan dari Gaza untuk diketahui oleh umat Islam di  berbagai 
pelosok negeri. Sungguh, siapa pun yang membaca dengan seksama  surat dari Gaza 
di atas, selayaknya merasa malu dan tentunya tersentak.  Betapa hari demi hari 
mereka yang diliputi oleh kesulitan dalam kehidupan  dan kebiadaban Israel yang 
siap di setiap saat. Seperti yang disampaikan  dalam surat itu mereka bertanya, 
di manakah tentara-tentara kaum  Muslim?
Ketika mereka mengetahui aksi protes yang dilakukan oleh kaum Muslim di  
berbagai penjuru dunia yang mendesak para penguasa negara-negara Muslim  
mengerahkan tentara perang mereka untuk melindungi Gaza, bagi mereka itu  
adalah harapan baru. Mereka merasa tidak sendiri dan deritanya selalu  diingat 
oleh saudaranya di penjuru dunia tanpa mengenal batas-batas  pemisah, 
nasionalisme.  
Sebagai salah satu wujud kepedulian Anda untuk Muslim Gaza, silahkan  untuk 
ikut serta menyebarluaskan surat ini agar kenyataan di Gaza ini  diketahui oleh 
seluruh umat Islam. Sehingga, umat Islam segera bergerak  untuk membebaskan 
Gaza, Palestina dan juga negeri-negeri Muslim lainnya  dari penjajahan 
kekafiran. Dan itu hanya dapat dilakukan jika umat bersatu  di bawah 
kepemimpinan yang tulus, Khilafah Rasyidah.  [z/scg/amee/ syabab.com]  
-- 


 
________________________________
 Nama baru untuk Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke