Silahken dibaca-baca dulu : http://en.wikipedia.org/wiki/Disaster_Recovery_Center http://en.wikipedia.org/wiki/Disaster_recovery_plan http://en.wikipedia.org/wiki/Business_continuity_planning
Implementasi DRC di lapangan & operasionalnya memang identik dengan tugas IT. Namun dalam proses desain awal dan pemilihan teknologinya memang harus memperhatikan konsep & strategi yg dipilih dalam DRP (Disaster Recovery Plan) dan Business Continuity Planning (BCP). Karena DRC sendiri merupakan bagian dari DRP dan BCP suatu organisasi. DRP dan BCP biasanya melibatkan seluruh komponen dan bagian dalam organisasi/perusahaan (baca: urusan manajemen he..he) Intinya DRP & BCP merupakan aturan/prosedur/kebijakan yg mengatur segala sesuatu untuk menjamin tetap berlangsung-nya operasional perusahaan. Dan DRC harus mengacu kesitu (DRP & BCP menentukan requirement DRC). Ndak lucu ketika sampeyan sukses mengoperasikan DRC, tapi perusahaan tetap tidak bisa beroperasi (baca: menghasilkan profit) karena mis: tidak ada material, pekerja tidak siap mengoperasikan DRC. 5 tahun yang lalu pernah ikutan mbangun DRC ya ngikutin step-step itu :D Mbalik lagi ke dapur IT :D Network ----- * latency kecil, lebar data tergantung growth data sampeyan minimal cukup untuk incremental backup dalam waktu yg ditentukan --> lagi-lagi terkait dg DRP & BCP: data2 apa sj yg dibutukan agar perusahaan dapat beroperasi kembali, kapan data terakhir yg aman * usulan danok pakai FO sendiri agar serasa di LAN mantep sekali he..he * sewa metronet, atau bangun radio link PDH untuk terestrial silahkan dipertimbangkan Location ----- * Ikut kata danok :D * Buat perbandingan : jaminan keamanan (insurance, penalty), biaya operasional dan investasi, kemudahan maintenance dll. Hardware ----- * Ndak perlu sama dengan spek hardware operasional, yang penting cukup buat nampung backup data. => Perlu dipikirkan strategi jika DRC sampeyan ternyata bermasalah --> DRC dibuat berlapis-lapis/redundant baik network, server maupun storage-nya => Aktivitas ini melibatkan banyak orang (infrastruktur fisik, sysadmin, db admin maupun network) Kecuali jika ternyata sampeyan superman dan mengerjakan semua itu he..he Semoga membantu.. saya dulu cuman ikutan di infrastruktur fisik saja (ruangan, electrical & UPS, AC, fire protection & security system) he.he.. tks Kurnia_1 ----- "Setiaji Kurniawan" <[email protected]> wrote: > Ok bu, saya mau ambil sudut pandang dari non vendor, karena kan biar > sama-sama ngerti. > Bukannya curiga dengan vendor bu, maaf yah, tapi emang bener-bener > mau > ngerti yg objektipnya itu maap sekali lagi maap.. > hehehehehe..... >
