KIAT MENGHADAPI KRISIS DALAM PERUSAHAAN
Oleh : DJAMALUDIN ANCOK, Ph.D.
PENGANTAR.
Beberapa krisis besar yang melanda beberapa
perusahaan yang pernah terjadi di Indonesia, yakni
krisis yang melanda perusahaan karena ada isu �lemak
babi' yang ada dalam berbagai produk makanan seperti
susu, kecap, roti, dll. Isu ini hampir membuat
beberapa produk perusaahaan susu, khususnya susu
Dancow' tidak laku. Kemudian diikuti oleh kasus
biskuit beracun yang menyebabkan orang tidak mau
membeli biskuit dari berbagai perusahaan, dan kemudin
bahkan orang tidak mau membeli kue jajan pasar karena
isu adanya orang menebarkan racun pada produk
makanan.Perusahaan yang diujung tahun 2001 yang
mengalami krisis adalah pabrik penyedam makanan
Ajinomoto yang dipersepsikan sebagai makanan yang
tidak halal bagi muslim di Indonesia karena
terkontaminasi produk yang bernama 'porcine' yang
dipakai sebagai media untuk mengmebangkan produk.
Krisis tersebut di atas telah berkembang menjadi isu
nasional dan telah melibatkan banyak pihak di dalam
penanganannya. Implikasi dari krisis seperti yang
tersebut di atas tidak hanya berpengaruh terhadap
perusahaan besar, tetapi juga telah membuat perusahaan
kecil dan pedagang kecil ikut merasakan akibatnya.
Sekian banyak pengangguran yang terjadi, dan sekian
banyak produk yang tidak laku dijual.
Disamping masalah yang sangat besar seperti kedua
contoh di atas, tidak jarang perusahaan dilanda oleh
masalah yang implikasinya hanya terbatas pada ruang
lingkup satu perusahaan saja. Beberapa contoh krisis
yang dihadapi perusahaan adalah :
1) masalah pencemaran lingkungan oleh pabrik.
2) masalah unjuk rasa oleh pekerja.
3) masalah produk yang tidak bisa dipasarkan.
4) masalah kericuhan dengan pemerintah dalam hal
peraturan yang berkaitan dengan izin usaha.
Tentu saja masih banyak contoh lain dari krisis yang
dihadapi perusahaan.
Melihat contoh penanganan kasus lemak babi dan kasus
biskuit beracun yang demikian besar akibatnya terkesan
bahwa kebanyakan perusahaan belum mempersiapkan diri
untuk menghadapi kemungkinan yang demikian.
Kurangnya persiapan perusahaan di dalam menghadapi
kasus krisis seperti yang dikemukakan di atas, tidak
hanya melanda perusahaan di Indonesia. Perusahaan
besar di Amerikapun banyak yang tidak mempunyai
progran manajemen krisis. Dari suatu survei tentang
manajemen krisis yang dilakukan di USA walaupun para
manajer mengakui bahwa krisis besar dapat melanda
perusahaan mereka, namun hanya separuh perusahaan yang
disurvei yang mengatakan mereka mempunyai �program
manajemen krisis�(crisis management plan). Tampaknya
banyak perusahaan yang mengabaikan masalah krisis ini.
Mereka baru kelabakan an menjadi panik bilamana krisis
betul-betul terjadi.
Makalah ini mencoba membahas secara sekilas masalah
krisis yang mungkin melanda perusahaan. Makalah ini
mencoba memberikan beberapa garis besar untuk
memersiapkan �manajemen krisis�.
DEFINISI KRISIS.
Krisis adalah situasi yang merupakan titik balik
(turning point) yang dapat membuat sesuatu tambah baik
atau tambah buruk. Jika dipandang dari kaca mata
bisnis suatu krisis akan menimbulkan hal-hal seperti
berikut :
1). Intensitas permasalahan akan bertambah.
2). Masalah akan dibawah sorotan publik baik melalui
media masa, atau informasi dari mulut
kemulut.
3). Masalah akan menganggu kelancaran bisnis
sehari-hari.
4). Masalah menganggu nama baik perusahaan.
5). Masalah dapat merusak sistim kerja dan
menggoncangkan perusahaan secara keseluruhan.
6). Masalah yang dihadapi disamping membuat perusahaan
menjadi panik, juga tidak jarang
membuat masyarakat menjadi panik.
7). Masalah akan membuat pemerintah ikut melakukan
intervensi.
LEVEL PERKEMBANGAN KRISIS.
Suatu krisis menurut pendapat Steven Fink (1986)
dapat dikategorikan kedalam empat level perkembangan,
yakni :
1). masa prekrisis (predromal crisis stage)
2). masa krisis akut (acute crisis stage)
3). masa krisis kronis (chronic crisis stage)
4). masa resolusi krisis (crisis resolution stage)
Masa pre-krisis
Suatu krisis yang besar biasanya telah didahului oleh
suatu pertanda bahwa bakal ada krisis yang terjadi.
Masa terjadinya atau munculnya pertanda ini disebut
masa pre-krisis.
Seringkali tanda-tanda ini oleh karyawan yang
bertugas sudah disampaikan kepada pejabat yang
berwenang, tetapi oleh pejabat yang berwenang tidak
ditanggapi. Oleh karena sipelapor merasa laporannya
tidak ditanggapi dia ikut diam saja. Bila keadaan yang
lebih buruk terjadi dia lebih baik memilih diam
daripada laporan dia tidak ditanggapi.
Kasus terjadinya kebocoran gas racun pabrik Union
Carbide di Bhopal, India (terkenal dengan nama tragedy
Bhopal) yang merenggut lebih dari 2000 jiwa, telah
diantisipasi oleh petugas. Kebocoran yang terjadi di
pabrik Union Carbide di tempat lain tidak diteruskan
ke pabrik di Bhopal. Laporan yang tidak disampaikan
itu menyebabkan terjadinya malapetaka tersebut.
Cukup sering terjadi, malapetaka yang besar sudah
deketahui gejalanya oleh orang yang berwenang, tetapi
didiamkan saja tanpa diambil tindakan. Kalau sekiranya
tindakan koreksi segera diambil maka kejadian yang
akibatnya fatal tersebut dapat dihindarkan. Mengatasi
krisis yang paling baik adalah disaat pre-krisis ini
terjadi.
Seringkali suatu krisis sudah diantisipasi bakal
terjadi, namun tidak ada cara untuk menghindarinya.
Misalnya kasus kapal di laut yang akan dilanda oleh
topan, dan tidak ada jalan keluar kecuali menghadapi
topan tersebut. Namun oleh karena sudah diantisipasi
terjadinya, sang nakhoda akan lebih siap menghadapi
krisis tersebut. Misalnya mengarahkan kapalnya ke batu
karang. Dari contoh ini kita dapat menarik pelajaran
bahwa menghadapi krisis yang tidak terelakkan bila
kita sudah tahu, kita akan lebih siap.
Masa Krisis Akut (Acute stage).
Bila pre-krisis tidak dideteksi dan tidak diambil
tindakan yang sesuai maka masa yang paling ditakuti
akan terjadi. Kasus biskuit beracun setelah korban
berjatuhan, misalnya cepat sekali mendapat sorotan
media massa sebagai suatu berita yang hangat dan masuk
halaman pertama. Keadaan yang demikian akan
menimbulkan suasana yang paling kritis bagi
perusahaan,
khususnya bagi perusahaan yang produknya tercemar
racun. Informasi tersebut berkembang dengan cepat
dikalangan masyarakat dari mulut ke mulut. Setelah itu
berkembang masalah baru berupa �rumor� bahwa banyak
makanan lain yang ikut tercemar.
Beberapa bahan makanan yang dilaporkan tercemar racun
adalah minyak goreng, bakso, bakmi, rokok, dan
beberapa jenis jajanan pasar. Memang isu keracunan ini
akan merembet ke makanan yang sejenis Hal ini disebut
dengan proses generalisasi. Fenomena generalisasi ini
juga terjadi pada pabrik yang mempunyai cabang di
tempat lain, atau pabrik yang memproduksi barang yang
hampir sama.
Pada masa krisis akut ini tugas utama perusahaan
adalah menarik produk secepat mungkin agar tidak ada
lagi korban yang menjadi korban produk. Pada masa ini
tugas perusahaan bukanlah diprioritaskan untuk mencari
penyebab kenapa masalah itu terjadi. Tetapi tugas
pokoknya adalah mengontrol semaksimal mungkin agar
jatuhnya korban dapat ditekan.
Masa krisis akut ini jika dibandingkan dengan masa
krisis kronis jauh lebih singkat. Tetapi masa akut
adalah masa yang paling menegangkan dan paling
melelahkan anggota tim yang menangani krisis.
Masa kronis krisis.
Masa ini adalah masa pembersihan akibat dari krisis
akut. Masa ini adalah masa �recovery�, masa
mengintrospeksi kenapa krisis sampai terjadi. Masa ini
bagi mereka yang gagal total menangani krisis adalah
masa kegoncangan manajemen atau masa kebangkrutan
perusahaan. Bagi mereka yang bisa menangani krisis
dengan baik ini adalah masa yang menenangkan.
Masa kronis berlangsung panjang, tergantung pada
jenis krisis. Masa kronis adalah masa pengembalian
kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Masa kesembuhan dari krisis.
Masa ini adalah masa perusahaan sehat kembali seperti
keadaan sediakala. Pada fase ini perusahaan akan
semakin sadar bahwa krisis dapat terjadi sewaktu-waktu
dan lebih mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
KIAT MENGHADAPI KRISIS.
Upaya menghadapi krisis tidak jauh berbeda dengan
upaya seseorang menghadapi suatu penyakit ganas, yaitu
upaya preventiv dan upaya kuratif.
Upaya preventif.
Upaya yang paling baik dalam mengatasi terjadinya
krisis adalah upaya yang sifatnya preventif. Pada
upaya preventif beberapa hal yang dapat dilakukan
adalah sebagai berikut :
Menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada perusahaan.
Bila masyarakat memiliki kepercayaan terhadap suatu
perusahaan yang menghasilkan produk yang dikonsumsi
oleh mereka, biasanya masyarakat tidak mudah termakan
isu yang disebarkan oleh orang tertentu yang ingin
merugikan perusahaan.
Bila terjadi kasus nyata suatu produk menimbulkan
korban akibat sabotase dengan cara memasukkan racun
atau barang berbahaya lainnya, adanya kepercayaan
masyarakat terhadap perusahaan akan memudahkan
manajemen krisis. Hal seperti ini pernah terjadi pada
perusahaan Johnson & Johnson yang memproduksi obat
pusing kepala merk �Tylenol� di Amerika Serikat.
Adanya kepercayaan publik bahwa tidak mungkin korban
jatuh karena kelalaian pabrik dalam membuat obat telah
menyelamatkan perusahaan Johnson & Johnson dari krisis
yang berkepanjangan.
Pembentukan kepercayaan masyarakat terhadap
perusahaan dapat ditempuh dengan cara membina hubungan
baik dengan media-massa. Dengan adanya hubungan baik
ini media-massa akan memberikan informasi yang baik
tentang perusahaan. Selain itu adanya hubungan baik
dengan media-massa akan menolong bilamana suatu ketika
terjadi krisis melanda perusahaan. Sorotan media-massa
terhadap krisis yang terjadi tidak terlalu diwarnai
oleh publikasi yang merugikan.
Kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan
dipengaruhi pula oleh bagaimana ��mage� perusahaan
dimata masyarakat. Bila masyarakat melihat bahwa
banyak keuntungan yang diberikan perusahaan kepada
masyarakat, misalnya sumbangan untuk dana pemeliharaan
kesehatan rakyat miskin, pembuatan rumah jompo, yatim
piatu, beasiswa dan hal lain yang bersifat sosial,
maka �image� perusahaan dimata masyarakat akan baik.
Selain itu membina hubungan dengan tokoh masyarakat,
pimpinan informal (bukan bagian birokrasi
pemerintahan) seperti pemuka agama, akan sangat
membantu pembentukan image yang baik. Image baik ini
sangat memperkuat daya perusahaan di dalam tahan
menghadapi krisis. Masyarakat tidak mudah termakan isu
yang merugikan perusahaan.
Image perusahaan yang baik dapat pula dibentuk dengan
menciptakan �rule of conduct� bagi setiap karyawan
perusahaan yang selalu ramah dan mudah menolong dalam
berhubungan dengan masyarakat. Tentu saja �rule of
conduct� yang baik ini akan besar kemungkinannya untuk
dilakukan para karyawan bila perusahaan memberikan
suasana kerja yang menyenangkan bagi para karyawan.
Selain itu upaya preventif dapat pula dilakukan
dengan membina hubungan yang baik dengan aparat
pemerintah. Aparat pemerintah memegang posisi sentral
di dalam membantu mengatasi problem perusahaan.
Larangan terhadap produk atau himbauan agar masyarakat
tidak mudah termakan isu biasanya dilakukan oleh
pemerintah. Khususnya bagi perusahaan di negara
berkembang adalah sangat penting untuk membina
hubungan yang baik ini, karena di negara berkembang
peranan pemerintah dalam kegiatan kehidupan masyarakat
sangat dominan. Hampir semua aspek kehidupan sangat
dipengaruhi oleh pemerintah. Peranan aparat pemerintah
di lini bawah, seperti ketua RT, RW, RK, lurah, camat
dan bupati sangat besar artinya di dalam meredakan isu
bila suatu ketika terjadi krisis yang melanda produk
perusahaan. Namun seringkali bagian pemasaran produk
(salesman) kurang memperhatikan arti penting pembinaan
hubungan pribadi dengan para tokoh masyarakat ini.
Satu bagian penting dari benteng pertahanan di dalam
menghadapi krisis adalah lini terbawah mata rantai
pemasaran. Bila produk yang dijual adalah produk
seperti rokok, roti, sabun, dan barang keperluan
sehari-hari, mata rantai terbawah ini adalah pengecer
seperti toko, warung dan dan pedagang asongan. Bila
perusahaan dapat membina hubungan baik dengan lini
bawah ini, maka sangat besar kemungkinan mereka akan
ikut membantu mengurangi permasalahan akibat krisis.
Sebagai contoh, termakannya masyarakat oleh isu rokok
yang mengandung racun, akan dapat dinetralisir dengan
cara sipenjual rokok mengisap rokok yang diduga
beracun.
Cukup sering terjadi bagian pemasaran suatu
perusahaan tidak mempunyai catatan yang lengkap dan
rinci tentang kemana saja produk tersebut dijual.
Sebaiknya catatan lengkap yang berupa nama dan alamat
toko/warung yang menjual dicatat serinci mungkin.
Tugas mencatat serinci mungkin di lakukan oleh agen
(distributor) yang ditunjuk. Catatan yang rinci
tentang pengecer barang ini akan sangat dibutuhkan
bila ada krisis. Dalam kasus produk tercemar racun,
penarikan barang dari pasaran akan dapat cepat
dilakukan untuk menghindari bertambahnya korban.
Usaha preventif yang lain adalah menyiapkan �program
manajemen krisis�. Dalam situasi normal perlu ada tim
khusus yang dibentuk yang akan menangani krisis bila
suatu ketika krisis terjadi. Anggota tim krisis ini
diambil dari beberapa unsur, bidang produksi,
pemasaran, public relation, dan bagian lain yang
kiranya terkait. Beberapa perusahaan maju di USA
bahkan memiliki ruang khusus yang dipersiapkan untuk
Tim Manajemen Krisis. Di dalam ruangan ini
dipersiapkan segala informasi tentang apa yang harus
dilakukan bila suatu krisis terjadi, siapa
orang/perusahaan/pejabat yang harus dihubungi lengkap
dengan nomor tilpon, alamat, dan tempat yang paling
mudah dihubungi. Tim yang seperti ini misalnya sudah
dimiliki oleh perusahaan penerbangan didalam
menghadapi krisis, baik itu berupa kecelakaan pesawat,
pembajakan dll.
Di saat tidak ada krisis terjadi, Tim ini biasanya
melakukan permainan simulasi menghadapi krisis.
Permainan simulasi ini dibutuhkan untuk untuk melatih
kecepatan bertindak bila krisis betul-betul terjadi.
Permainan simulasi ini sering dilakukan oleh angkatan
bersenjata di beberapa negara. Di masa damai mereka
bermain latihan perang-perangan unrtuk melatih
kemampuan menghadapi perang yang sebenarnya. Di
Amerika Serikat sering dilakukan latihan bahaya
kebakaran di gedung bertingkat. Maksudnya adalah untuk
membiasakan para penghuni bertingkat untuk
menyelamatkan diri bila terjadi kebakaran yang
sesungguhnya.
Permainan simulasi ini perlu dilakukan tidak hanya
sekali. Hal ini dimaksudkan agar kesiapan dan
kesadaran bahwa krisis sewaktu-waktu dapat terjadi
selalu dalam pikiran pemegang
keputusan di perusahaan.
Upaya Kuratif.
Pada saat krisis melanda perusahaan ada beberapa
langkah yang perlu dilakukan di dalam penanganan
krisis. Hal pertama adalah mengidentifikasi krisis
kemudian diikuti oleh mengisolasi krisis dan yang
terakhir adalah menangani krisis.
Mengidentifikasi Krisis.
Pengidentifikasian krisis ini sangat penting dengan
alasan sebagi berikut. Pertama, tanpa adanya kejelasan
faktor yang merupakan krisis maka akan sulit untuk
mengatasi krisis. Kedua dengan mengidentifikasi factor
yang menjadi aspek penting krisis, perusahaan dapat
mengetahui apakah krisis tersebut dapat ditangani atau
tidak. Daripada membuang energi untuk menangani krisis
yang jelas bakal tanpa memberikan hasil, perusahaan
dapat melihat ke hal lain yang kiranya dapat
mengurangi dampak krisis.
Harus disadari bahwa di kala perusahaan terkena
krisis, banyak problem lain yang menyertainya yang
merupakan krisis-krisis lainnya. Oleh karena itu
krisis yang utama tersebut harus didentifikasi.
Untuk mengisolasi �krisis utama� dari krisis lainnya
langkah berikut dapat dilakukan. Pertama masing-masing
anggota Tim Krisis Manajemen menanyakan kepada diri
sendiri beberapa pertanyaan berikut ini. Selanjutnya
pertanyaan tersebut dinilai dengan menggunakan bantuan
skala pengukur �Crisis Impact Values� seperti contoh
berikut.
1. Adakah kemungkinan krisis akan berkembang semakin
serius bila tidak diambil tindakan apa-
apa?
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
Tidak berkembang
Sangat berkembang
Berapa besar kemungkinan di atas terjadi ?
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
Sangat tidak mungkin
Sangat mungkin
2. Apakah krisis akan menarik pihak luar (seperti
media-massa, perubahan lain yang merupakan
saingan, atau pemerintah) yang justru merugikan
perusahaan ?
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
Tidak menarik pihak luar
Sangat menarik pihak
luar
Berapa besar kemungkinan diatas terjadi ?
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
Sangat tidak mungkin
Sangat mungkin
3. Apakah krisis akan menganggu kegiatan perusahaan
secara serius ?
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
Sangat tidak mengganggu
Sangat mengganggu
Berapa besar
kemungkinan diatas terjadi ?
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
Sangat tidak mungkin
Sangat mungkin
4. Apakah keadaaan akan membuat masyarakat kehilangan
kepercayaan terhadap perusahaan ?
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
Sangat tidak kehilangan kepercayaan
Sangat kehilangan kepercayaan
Berapa besar kemungkin diatas terjadi ?
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
Sangat tidak mungkin
Sangat mungkin
5. Apakah keadaan akan merusak sendi-sendi perusahaan?
(tidak hanya dalam artian keuangan,
tetapi juga menurunnya semangat kerja karyawan).
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
Sangat tidak merusak
Sangat
merusak
Berapa besar
kemungkinan diatas terjadi ?
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
Sangat tidak mungkin
Sangat
mungkin
Selanjutnya skor untuk masing-masing pertanyaan harus
dikalikan dengan skor kemungkinan hal tersebut akan
terjadi. Misalkan skor untuk pertanyaan satu adalah 7
dan skor kemungkinan terjadi adalah 9, maka skor
perkalian untuk pertanyaan satu menjadi 7 x 9 = 63
Untuk membuat kemampuan skala �Crisis Impact Value�
lebih baik tingkat presisinya, perlu pula pembobotan
terhadap tingkat keseriusan dampak krisis.
Masing anggota Tim akan mempunyai skor total, yang
merupakan jumlah perkalian skor pertanyaan, skor
kemungkinan, dan skor bobot masing-masing pertanyaan.
Tingkat keseriusan krisis adalah skor rata-rata dari
skor total yang diberikan oleh beberapa anggota Tim.
Mengisolasi krisis.
Krisis pada dasarnya sama dengan suatu penyakit
menular. Bila seseorang terserang penyakit menular,
dia harus diisolir dari orang-orang lainnya. Agar
krisis tidak terlalu menganggu jalannya perusahaan,
maka krisis harus ditangani oleh orang lain. Bila yang
menangani krisis adalah seseorang yag sangat sibuk dan
memegang jabatan vital di perusahaannya, maka
kesibukannya menangani krisis akan mengganggu fungsi
utamanya menjalankan perusahaan. Jika pemegang jabatan
vital harus menangani krisis maka tugasnya harus
dialihtugaskan kepada orang lain.
Menangani krisis menuntut waktu, tenaga, dan pikiran
yang amat besar. Krisis walaupun melanda perusahaan,
tetapi individu di dalam perusahaan lah yang
menghadapinya. Bagaimanapun menghadapi krisis perlu
adanya persiapan mental dan fisik. Di saat krisis
berada dalam masa akut, seringkali anggota tim harus
bekerja keras, kurang tidur, dan dilanda stress yang
amat sangat. Keadaan lelah, kurang tidur dan stress
yang tinggi ini akan menyebabkan keputusan yang
diambil dalam menangani krisis menjadi kurang didasari
oleh logika yang tepat. Oleh karena itu sangat
disarankan agar anggota Tim krisis dipilih orang-orang
yang kuat menghadapi stress dan semua kelelahan ini.
Bila anggota Tim tidak kuat dengan �pressure� situasi
yang begitu besar, baik dari media-massa maupun pihak
lain, sebaiknya dia diganti dengan anggota yang lebih
kuat. Selain itu anggota Tim perlu menyisihkan waktu
untuk rileks guna menurunkan kelelahan dan stress.
Bila seseorang harus menangani krisis disamping
menjalankan fungsi vitalnya menjalankan perusahaan,
sangat besar kemungkinan semuanya akan menjadi kacau.
Krisis tidak terpecahkan dan jalan perusahaan menjadi
kacau. Agar keadaan seperti ini tidak terjadi,
beberapa perusahaan yang terkena krisis di Amerika
(misalnya Johnson & Johnson yang memproduksi Tylenol
obat pusing kepala) hanya menugaskan sejumlah kecil
staf perusahaan untuk menjadi angota Tim yang
menangani krisis. Sedangkan sejumlah besar staf
lainnya melaksanakan kegiatan perusahaan sehari-hari.
Tim ini selalu mengkomunikasikan kepada staf lainnya
apa-apa yang terjadi di dalam penanganan krisis.
Perusahaan Procter & Gamble di USA diwaktu menangani
kasus produk pembalut wanita yang menimbulkan penyakit
menugaskan Tim khusus untuk menangani krisis. Anggota
Tim ini dibebas-tugaskan dari pekerjaannya
sehari-hari. Selain itu untuk mengatasi kemungkinan
seperti ini, banyak perusahaan di Amerika Serikat
menggunakan jasa konsultasi �manajemen krisis�.
Menangani krisis
Bila Tim manajemen krisis sudah dibentuk dan sudah
berhasil mengidentifikasikan krisis, maka langkah
selanjutnya adalah melakukan analisis untuk menentukan
tindakan apa yang harus diambil.
Untuk membuat keputusan yang tepat diperlukan
informasi yang lengkap dan teknik pengambilan
keputusan yang baik, serta sikap mental yang
mendukung. Oleh karena itu sangat diperlukan
pengetahuan yang memadai dalam hal teknik pengambilan
keputusan. Pengalaman yang diperoleh melalui training
�pengambilan keputusan� akan sangat bermanfaat di
dalam menghadapi krisis.
Begitu cepatnay perubahan terjadi di masa krisis,
pengambilan keputusan pun berada dalam suasana yang
mudah pula berubah. Di masa krisis memang keputusan
yang dibuat harus fleksibel sehingga dapat
mengakomodasi keadaan. Perlu diingat bahwa menangani
krisis adalah menangani keputusan dengan cara yang
baik.
Di masa krisis, sering terjadi perusahaan mendapat
sorotan negatif dari media masa. Ketertutupan akan
media masa akan membuat perusahaan semakin menjadi
sorotan. Upaya menghindari media masa akan menimbulkan
kesan bahwa perusahaan menyembunyikan sesuatu. Hal ini
akan merugikan �image� perusahaan di mata masyarakat.
Oleh karena itu diperlukan adanya keterbukaan dan
kejujuran tim krisis di dalam memberikan informasi
tentang hal-hal yang terjadi .
Agar pemberian informasi kepada media masa
menguntungkan pihak perusahaan, sangat dianjurkan
untuk menunjuk seorang juru bicara yang bisa tenang
menghadapi pertanyaan dari pihak wartawan. Selain itu
apa-apa yang perlu dikomunikasikan perlu dibicarakan
lebih dahulu agar tidak menimbulkan kerugian.
Keterlibatan pakar komunikasi, psikolog, dan ahli di
bidang �public relations� sangat disarankan dalam
penyusunan informasi yang akan disampaikan kepada
media masa.
PENUTUP
Uraian di atas adalah sekelumit permasalahan yang
kiranya perlu diperhatikan dalam mempersiapkan diri
untuk menghadapi krisis. Banyak hal-hal yang belum
dibicarakan, semoga hal-hal yang belum dibicarakan ini
dapat ditambah oleh para peserta seminar hari ini.
Terima kasih.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/ExDolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan
mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/