maaf kalo udah pada membaca, sekedar intermesso aja teman minum kopi siang hari

[EMAIL PROTECTED] wrote:
Date: 6 Dec 2004 09:08:15 -0000
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [The_OpaBhe_Club] Digest Number 379


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/zDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

There is 1 message in this issue.

Topics in this digest:

1. Fw: [al-izhar-pl] OOT : The Value Of Trust ---> RE: [Keuangan] Deregulasi Airlines dan Lion Air.... (was : FW: RE: Statement belasungkawa (RE: [AKI-OOT] posting macem2)
From: Jusup MARTOWIROGO <[EMAIL PROTECTED]>


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

Message: 1
Date: Mon, 06 Dec 2004 12:13:59 +0700
From: Jusup MARTOWIROGO <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: [al-izhar-pl] OOT : The Value Of Trust ---> RE: [Keuangan] Deregulasi Airlines dan Lion Air.... (was : FW: RE: Statement belasungkawa (RE: [AKI-OOT] posting macem2)

There is an interesting point for you to know.


----- Original Message -----
From: "Hasan M Soedjono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "'auri yahoogroups milis'" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, December 02, 2004 7:48 PM
Subject: [al-izhar-pl] OOT : The Value Of Trust ---> RE: [Keuangan]
Deregulasi Airlines dan Lion Air.... (was : FW: RE: Statement
belasungkawa
(RE: [AKI-OOT] posting macem2)


>
> Dear milis AKI,
>
> Aku dapat SMS dari seorang anggota milis AKI [yang di Inggris] untuk
> menanggapi email-email hari ini di milis AKI. (hint, hint, hint) (heh,
> heh, heh). So here goes.
>
> Bagaimanapun juga, bahwasanya apapun yang baik dan murah bagi konsumen
> tidak pernah boleh menjadi kriteria yang di nomor duakan, maka saya
> tidak bisa memperbaiki komentar yang ada di milis ini, karena sayapun
> senafas. Sayapun menyesal bahwa para politisi di Komisi V sudah mulai
> berpura-pura "bodoh" dan mengkaitkan tariff rendah dengan keselamatan.
> [Saya sengaja gunakan kata pura-pura, karena saya yakin mereka jauh
> lebih pandai dari kita].
>
> Kebetulan aku baru selesai mengajar Consumer Behavior di Pasca FE-UI
> semester lalu, jadi mari kita coba lihat ini sebagai suatu interesting
> case study dalam topic Perilaku Konsumen, dan topik Membangun
> Kepercayaan.
>
> Risk profile seseorang umumnya berubah drastis ketika salah satu dimensi
> dari attitude towards risk menyangkut keselamatan jiwa. Dan berkat mass
> media dan "paparazzi" dan bayaran tinggi untuk dokumentasi yang
> eksklusif dan mengerikan dlsb, maka kecelakaan penerbangan selalu
> disorot jauh lebih banyak dari kecelakaan lainnya. Kepingan tubuh
> manusia yang ditemukan di tempat reruntuhan pesawat jauh lebih
> mengerikan daripada kepingan tubuh manusia yang dijumpai pada saat,
> katakan saja, kecelakaan kereta api sekalipun.
>
> Yang lebih stigmatis lagi, adalah sering sekali tidak satupun penumpang
> dari alat angkut yang satu tersebut ada yang selamat. Titanic
> menewaskan ratusan penumpang, tetapi tidak meninggalkan kepingan tubuh
> manusia, dan masih ada puluhan lagi yang selamat.
>
> "Man fears horrible deaths" -- it's that simple.
>
> Dari satu sisi, tendensi di atas bisa ditafsirkan sebagai suatu
> "inconsistent behavior", bahkan suatu "hypocrisy" di pihak publik. Di
> lain pihak, yah memang sudah begitu kelakuan pasar. Tidak selalu harus
> rasional dan tidak pula harus berakhlak, terlepas dari teori dan Noble
> Prize apapun yang pernah dianugerahkan bagi periset perilaku pasar.
>
> Saya sendiri, karena tidak mengisi sepatu P'Rudy Kirana CEO Lion Air,
> tidak akan bisa merasakan persis apa yang sedang beliau rasakan
> sekarang. Dan pasti saya akan cenderung meng-underestimate gejolak hati
> nurani beliau. Untuk hal mana, saya mohon beribu maaf pada semua dan
> terutama padanya.
>
> Namun, kalau saya "bernasib" seperti CEO Lion Air, pertama saya akan
> berbuat segala sesuatu untuk membantu para korban. Kedua membantu
> sepenuhnya semua investigasi. Dan saya percaya bahwa P'Rudy dan Lion
> Air sebenarnya sudah melakukan hal-hal itu. [P.S. Jangan lupa bahwa
> crew juga korban, lho. Dan mereka punya hak juga].
>
> Dan yang ketiga, adalah menyadari bahwa tanpa publisitas yang pro-aktif,
> selain ada mukjizat dari langit, saya harus sadar bahwa -- terlepas
> apakah Lion salah atau correct di Solo -- Lion Air tetap terancam
> bangkrut. Bukan karena masalah asuransi, tetapi karena load-factor yang
> tidak memungkinkan bagi suatu pelaku ekonomi yang beroperasi dengan
> contribution margin yang tipis, seperti Lion Air, atau supermarket
> Carrefour.
>
> Saya teringat kasus pembunuhan misterius yang dialami CEO Johnson &
> Johnson ketika di beberapa tempat tersebar di Amerika, ada belasan orang
> mati karena meminum Tylenol yang tercemar arsenik. Bukan main senangnya
> Aspirin, Bufferin, Anacin ... karena sebelumnya, Tylenol yang baru saja
> di-launch ke pasar 18 bulan sebelumnya, sudah memperoleh market share
> untuk obat pusing yang lebih besar dari semua pemain besar sebelumnya.
> [N.B. Kemanjuran Tylenol adalah dia satu-satunya obat pusing saat itu
> yang bisa diminum even sebelum makan pada saat perut tengah
> kosong-kosongnya].
>
> Setelah diselidiki beberapa bulan, FBI dan FDA [Federal Drug
> Administration] menentukan bahwa ada seorang pembunuh misterius yang
> sengaja menyuntikkan racun sedemikian halusnya sehingga tidak ketahuan
> bahwa kotak dan botol bukan lagi "perawan". [Semenjak kasus Tylenol ini
> maka kita semua sekarang terbiasa dengan "tamper-proof packaging" dalam
> berbagai makanan dan minuman serta obat kemasan].
>
> Jelas Johnson & Johnson tidak bersalah, namun kesimpulan tersebut
> dicapai dalam beberapa bulan. Sementara itu, pers dan pesaing Johnson &
> Johnson semua ramai-ramai "menari di atas peti mati" yang mereka
> perkirakan sebentar lagi akan diisi oleh Tylenol almarhum. Apalagi,
> sebelumnya Tylenol begitu "angkuh" dengan keunggulan produk temuannya,
> serta cara mengkomunikasikan keunggulan tersebut ke pasar.
>
> Apa yang dilakukan? Bagi sang CEO (sayangnya saya lupa namanya, padahal
> namanya begitu melegenda), dia secara tepat mengatakan bahwa panggilan
> tugas dia adalah menyelamatkan nyawa dan menyelamatkan perusahaan --
> kedua hal tersebut hanya bisa dicapai melalui kepercayaan [terutama:
> pemulihannya, tentunya].
>
> Pertama, yang muncul selalu sang CEO -- bukan kahumas. Kedua, Johnson &
> Johnson memberitakan semua proses produksi dan quality control-nya ke
> publik -- tidak hanya pada penyidik. Dan tentunya data QA procedures
> tersebut menjadi makanan empuk bagi industrial intelligence para
> pesaing, tetapi resiko tersebut diterima juga oleh sang CEO. Dalam dua
> atau tiga hari saja, semua inventaris Tylenol ditarik dari semua rak
> supermarkets dan drugstores secara nasional, dan semua produksi Tylenol
> berhenti. Karena karyawan dan pekerja tidak bersalah, mereka tetap
> mendapat gaji. J&J kemudian segera menciptakan sistem packaging yang
> lebih aman namun jauh lebih mahal pada saat itu, tanpa menaikkan harga
> (alias mengorbankan profit). Banyak lagi jurus ampuh yang dia gunakan,
> tetapi saya lupa. Esensinya, adalah bahwa J&J tidak akan pernah lari
> dari tanggung-jawab pada publik, dan secara pro-aktif memperbaiki
> peri-lakunya sendiri, meski indikasinya kemudian mulai mengarah ke
> tindakan usil, dan bukan kebocoran kualitas di pabrik-pabrik Tylenol.
> Without Trust There Is No Business.
>
> Dalam waktu enam bulan, kepercayaan publik pulih, bahkan publik begitu
> terkesima dengan "keksatriaan" J&J sehingga, meski lagi-lagi secara
> tidak rasional, publik "menghadiahkan" market share yang jauh lebih
> besar pada Tylenol daripada sebelumnya. Dan musuh-musuh Tylenol terus
> menggigit jari hingga hari ini. Mass media tidak habisnya mengutip
> jurus J&J dalam "social responsibility", dst, dst. Bukan hanya itu,
> Cussons (pesaing di baby oil), dan Procter & Gamble (pesaing di bidang
> Pampers bayi) semua pada kena "getahnya" dari irasionalitas publik yang
> sama. "Lebih baik beli Johnson's baby oil dan popok bayi Huggies (?)
> karena induknya sangat bertanggung-jawab" adalah nilai yang muncul di
> pasar. Setahun kemudian, J&J menjadi sekaligus produsen consumer goods
> DAN pharmaceutical company yang paling profitable dalam sejarah.
>
> Saya ceritakan ini panjang lebar, karena dalam konteks "andaikan saya
> jadi CEO Lion Air", maka paling sedikit saya harus sadar bahwa -- kalau
> sejarah adalah patokan -- kemungkinan besar nasib Lion Air tidak akan
> banyak beda dengan ValuJet maupun Pan Am -- keduanya rontok karena air
> accident yang jelas bukan salah mereka. Saya rasa, CEO J&J juga merasa
> sama. Hanya bedanya, J&J menstop semua produksi dan distribusi Tylenol,
> sementara ValuJet dan PanAm meneruskan operasi penerbangan (karena
> merasa tak salah?). Catatan maintenance dan operations log dari ValuJet
> dan PanAM memang mereka serahkan ke FAA (Federal Aviation
> Administration), tetapi publik yang bertanya tidak mereka layani. "Ini
> urusan investigasi", katanya. Atau, "Ini ada rahasia perusahaan"
> kilahnya. Sedangkan J&J justru mengiklankan semua QC reports mereka di
> mass media. Sebetulnya sih ternyata tidak "semua" proses produksi
> dibeberkan, tetapi sebatas mengisi rasa "ingin tahu" publik saja. Namun
> kesannya di mata publik sangat simpatik. Ingat, CEO J&J secara tepat
> menyimpulkan bahwa masalah fundamental yang sedang dihadapi adalah
> masalah Perception Management of Trust -- bukan safety atau product
> liability.
>
> Tentunya perusahaan harus berangkat dari posisi "nothing to hide" dulu
> lho. [UU GG -- alias Ujung-Ujungnya Good Governance"].
>
> -hms-
>
> P.S. # 1 -- FBI dan FDA sampai hari ini belum bisa menangkap dan
> menuntut satu orang pun di balik kasus pencemaran Tylenol -- alias case
> still open, no indictments.
>
> P.S. # 2 -- Dari milis hankam ada yang merujuk suatu milis international
> untuk airliners seluruh dunia. Di situ ada diskusi milis mengenai
> kejadian Solo. Rada tendensius dan memojokkan, dan kadang tanpa
> pembuktian -- hanya "he said, she said", 'gitu. Tetapi ada juga posting
> yang perlu kita cermati. Deduksi saya sementara akan milis tersebut
> adalah ada beberapa anggota "Indonesia", yakni siswa yang sedang belajar
> aviation di luar negeri dan expatriate yang bekerja di bidang aviasi di
> Indonesia. Golongan yang terakhir kayaknya adalah sumber komentar yang
> negatif bagi Indonesia secara umum. Yang lebih menarik lagi, khususnya
> bagi para moderators, adalah milis ini menggunakan sistem yang
> memungkinkan ada "pembobotan" bagi para peserta milis, sehingga bagi
> pengunjung yang sedang browsing, dia bisa mencari posting hanya dari
> orang yang memiliki kelas bobot komentar tertentu pula. Bagus juga --
> "jurus pelayanannya".
> Silakan buka
> > />
> http://www.airliners.net/discussions/general_aviation/read.main/1841208/
>
> P.S. #3 -- Apakah ada anggota milis yang tahu persisnya kedudukan (baca:
> kewajiban) asuransi crew & penumpang dalam Undang Undang Perhubungan,
> dan U.U. Perhubungan Udara R.I.? Ada rekan yang tanya, tapi saya malah
> engga tahu juga.
>
> P.S. #4 -- yang paling ironis, adalah kasus PanAm dan ValuJet terjadi
> SETELAH kasus Tylenol. "When Will Man Ever Learn?"
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: Poltak Hotradero [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: 02 Desember 2004 7:32
> To: Hasan M.Soedjono
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Keuangan] Deregulasi Airlines dan Lion Air.... (was : FW: RE:
> Statement belasungkawa (RE: [AKI-OOT] posting macem2)
>
>
> At 02:25 PM 12/1/2004, you wrote:
> Pak Hasan (dan teman-teman),
>
> Baru saja saya selesai membaca tentang riwayat deregulasi penerbangan
> 1978
> di Amerika - eh terjadi musibah Lion Air.
>
> Dari literatur yang saya simak jumlah penumpang udara naik dari cuma 170
>
> Juta (tahun 1970) penumpang/ tahun menjadi di atas 550 Juta (tahun 1995)
>
> penumpang / tahun - dan bagaimana harga tiket bisa turun hingga
> sepertiga-nya (inflation adjusted), sementara uang yang bisa dihemat
> penumpang mencapai USD 10 - 15 Billion / tahun - pasca
> deregulasi. Deregulasi Amerika inilah yang kemudian diadopsi oleh
> banyak
> negara - termasuk Indonesia. Dari regulasi inilah muncul Lion Air.
>
> Di sisi lain - tingkat keselamatan penerbangan menjadi jauh lebih
> meningkat (gimana tidak kalau angka pembilangnya naik berkali-kali lipat
>
> kalaupun angka penyebutnya tetap - apalagi kalau bilangan penyebutnya
> menurun). Tingkat fatalitas kecelakaan penerbangan adalah 0.3 kematian
> per
> milyar mile perjalanan / tahun - sementara tingkat fatalitas angkutan
> mobil
> penumpang adalah sekitar 30 kematian per milyar perjalanan / tahun...
>
> Jadi, naik pesawat itu 100 kali lebih aman daripada naik mobil.... :)
>
> Tentu saja statistik tidak cukup untuk begitu saja membujuk manusia.
> Saya
> perkirakan - bila masalah kecelakaan Lion Air ini tidak diurus dengan
> benar
> -- bisa terjadi "kekecewaan" terhadap deregulasi - dan mulainya
> regulasi-regulasi baru yang sekadar administratif ketimbang pertimbangan
>
> ekonomis publik.
>
> Pesawat memang 100 kali lebih aman daripada mobil - dan hampir sama
> dengan
> itu - PLTN bila dihitung per Kilowatt tenaga listrik yang dihasilkan
> terbilang juga sangat aman -- tetapi jelas tidak bisa terhindar dari
> politisasi. Fear Factor.
>
> Mudah-mudahan musibah Lion Air ini bisa ditangani dengan serius, tuntas,
>
> dan seksama - sehingga jangan sampai semangat deregulasinya yang
> dikorbankan. Dan perusahaan-perusahaan penerbangan yang lain harus
> sadar /
> melihat hal ini -- bahwa musibah Lion Air adalah bisa jadi musibah
> mereka
> juga -- bila mereka tidak bisa mengantisipasi keadaan, terutama faktor
> politisasi yang bisa timbul seperti wild card... Sebelum disuruh adalah
>
> sebaiknya mereka membenahi prosedur standar perihal keselamatan
> penerbangan. Jangan tunggu sampai instruksi ini datangnya dari
> pemerintah
> - karena tekanan politis bisa membunuh semangat deregulasi.
>
>
> Tentang Deregulasi
>
> Dalam mikro ekonomi ada disebut : "kompetisi horizontal akan menekan
> biaya
> hingga mendekati Marginal Cost" (Bertrand-Nash) - dan ini yang menjadi
> tujuan utama deregulasi dan kompetisi -- yaitu mencari tahu berapa
> persisnya Marginal Cost suatu industri, dan optimalisasi besaran
> tersebut.
>
> Uang yang bisa dihemat masyarakat dari kompetisi dan deregulasi - tentu
> bisa bermanfaat untuk menstimulasi ekonomi. Apalagi di era otonomi
> daerah
> seperti sekarang - di mana banyak potensi bisa digali.
>
> "A penny saved is a penny earned" -- begitu sih kata Benjamin
> Franklin....
>
>
>
>
> -------------------------
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ==========================================================================
> Anggota milis yth, saat reply berhematlah dengan menghapus pesan dan
footer sebelumnya yang tidak relevan.
>
> Alamat penting:
> 1. [EMAIL PROTECTED] untuk pesan pribadi ke BEOM/Denny Turner.
> 2. [EMAIL PROTECTED] untuk pertanyaan ke moderator milis.
> 3. [EMAIL PROTECTED] untuk undur diri dari milis.
> 4. http://groups.yahoo.com/group/al-izhar-pl/messages/ untuk baca di web.
>
> Terimakasih,
> Para moderator Al-Izhar-PL
> ==========================================================================
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>



________________________________________________________________________
________________________________________________________________________



------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/The_OpaBhe_Club/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------






Sebastianus Adi Susanto SE, MM.Int'l'Buss.
Pringgading 61 Semarang 50135
Central Java, Indonesia.
Phone: +62 24 3543990
Fax: +62 24 3586747
Email: [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]


Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search. Learn more.

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke