For your inspiration... pak SBY & pak MJK. Pelarangan dan pembatalan semua pesta tahun baru dengan segala bentuknya, baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah maupun yang diselenggarakan oleh swasta, merupakan salah satu "prioritas utama". Bahkan instruksi pelarangan dan pembatalan itu perlu disertai dengan pemaksaan dan sanksi. Pengawasan kepatuhan terhadap instruksi ini untuk kalangan para pejabat/pns/tni/polri (dan keluarganya), sangat mudah. Beri peluang dan kesempatan kepada LSM dan para bawahan pejabat itu untuk mencatat identitas mereka,dan mempermasalahkan kebandelan mereka itu. Dalilnya amat sederhana, pejabat (termasuk keluarganya) itu patut bapak waspadai, paling tidak terhadap 2 hal. Pertama adalah loyalitas, kesetiaan, kepatuhan, kemungkian niat makar & kudeta terhadap kekuasaan bapak. Pak SBY dan pak MJK perlu khawatir dan waspada terhadap mereka itu, karena mereka berpotensi menjadi pengkhianat, bahkan sangat mungkin kelak akan berkhianat melakukan kudeta terhadap kekuasaan bapak. Amat wajar jika bapak sebagai Presiden dan Wakil Presiden mempertanyakan loyalitas mereka, jika larangan mengikuti pesta saja mereka tak patuh terhadap atasan maka bagaimana mereka dapat dipercaya memegang jabatan, jangan-jangan mereka akan kudeta terhadap bapak karena mereka tak punya kepatuhan dan kesetiaan terhadap bapak. Jika mereka berdalih bahwa yang berpesta itu anak dan isterinya, maka bapak justru harus makin waspada terhadap mereka. Jika terhadap anak dan isterinya saja tak mampu mengatur maka bagaimana mereka akan mampu mengatur anak buah. Cukup sampai disitu saja jabatan mereka, meraka tak mampu, karena mengatur keluarganya saja tak becus. Asisten dan bawahannya saja yang bapak promosikan menggantikan mereka, yakinlah para bawahan dan asisten itu akan dengan senang hati menggantikan kedudukan mereka yang tak becus itu. Kedua adalah soal kekayaan dan korupsi. Mereka patut dicurigai korupsi, karena mampu membiayai anak dan isterinya untuk pesta tahun baru. Para Jaksa akan senang memproses mereka itu pak, tinggal bapak instruksikan saja kepada para jaksa mengadakan sweeping pada malam tahun baru untuk menangkap pejabat dan keluarganya yang berpesta pora pada malam tahun baru itu. Berikanlah wewenang kepada para Jaksa itu dengan seperti wewenang polisi menilang pelanggar lalu lintas. Pasti ampuh resep itu untuk menahan syahwat pejabat korup itu pak. Kemudian tentang pesta tahun baru yang dilaksanakan oleh swasta ini berikanlah wewenang kepada para aparat polri dan pemda untuk menindak mereka, khusus untuk tahun baru para aparatur itu berhak menilang dengan denda 100 juta dan denda itu boleh dinikmati oleh aparat yang menindaknya. Pasti ampuh deh pak resep itu, karena pasti tak ada hotel atau tempat hiburan yang berani melanggar. Coba bayangkan jika pada malam itu, Polsek, Polres, Koramil, Kodim, Kodam, Trantib, Kejaksaan, melakukan penilangan masing-masing 100 juta, maka penyelengara harus mengeluarka 1 milyard untuk dendanya, dan aparat pun pasti gembira dengan denda itu. Terakhir pak, pesta tahun baru ini adalah taruhan citra NKRI dimata rakyat Aceh. Bagaimana perasaan rakyat Aceh pak ?, mereka akan berkata, "Jakarta ternyata hanyalah penjajah saja, rakyat jawa ternyata bukan saudara sebangsa, karena mereka tak punya empati simpati dan peduli" dan kemudian mereka akan lebih loyal kepada pemimpin mereka yang berada di Stockholm - SWEDIA, yang nun jauh di Eropa sana. Mereka akan lebih percaya bahwa GAM lebih peduli terhadap nasib mereka. Jika bapak berdua melakukan pelarangan itu dan dipatuhi oleh anak buah bapak, maka rakyat Aceh akan berkata : "pak Susilo Bambang Yudhoyono dan pak Muhammad Jusuf Kalla adalah pemimpin sejati kami, mempunyai empati, beliau menyapa kami dengan penuh simpati dan empati, beliau mengunjungi kami, beliau peduli dan prihatin dengan derita kami, maka jelaslah sudah bahwa SBY dan MJK ternyata memang jauh lebih baik dibandingkan dengan Tengku Hasan Tiro yang lagi berleha-leha di apartemen mewahnya di Stockholm - SWEDIA, yang nun jauh di Eropa sana". Demikian juga berlaku buat pak Panglima TNI, pak Kasad, pak Kapolri, pasti rakyat Aceh akan memuji bapak, mereka akan menyanjung bapak, dan akan mengatakan bahwa bapak bapak ini jauh lebih peduli, jauh lebih simpati, dan memang jauh lebih baik dibandingkan dengan para Panglima GAM. Toh hanya tahun ini saja pak, tahun depan boleh pesta lagi kok. salam hormat dari kami, rakyat bapak, yang tak ingin berpesta pada malam tahun baru sebagai wujud simpati dan keprihatinan. :: ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $4.98 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/ExDolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini. *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
