Dear Pak Herman, setelah saya forward email bapak ttg pertanyaan mengenai pompa di pengeboran minyak, berikut ada tanggapan dari rekan saya. semoga membantu.
 
 
To: [EMAIL PROTECTED]
From: rahmat hakim <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 15 Feb 2005 17:42:53 -0800 (PST)
Subject: Re: [bocah94] Fwd: [mm-ugm] Mohon Informasi!
 
Bowo and friend,

Saya ingin menjelaskan beberapa hal:
1. Fenomena turunnya unjuk kerja pompa yg dimaksud
dikenal sebagai efek kavitasi biasanya karena ada
bubble atau gas yang masuk ke pompa. Ini tidak saja
terjadi di industri minyak, di mana saja bisa.
2. Pada saat pengeboran, tidak digunakan pompa untuk
artificial lift. Kecuali untuk development field yang
minyaknya dikenal punya API gravity tinggi (heavy oil)
di mana pada field itu sudah diketahui karakter
minyaknya dari wells di sekitarnya.
3. Pompa digunakan sebagai artificial lift pada tahap
produksi, bisa ESP (Electrical Submersible Pump) bisa
juga PCP (Progressive Cavitation Pump). Penentuannya
didasarkan pada berapa target produksi harian. Memang
betul pada pemakaian ESP, sering kali bermasalah (work
over sering dilakukan tiap 6 bulan sekali) karena efek
cavitation tadi ini diakibatkan ada gas yang masuk ke
well tubing karena coning effect.Tapi pada PCP tidak
demikian halnya (PCP tidak punya masalah dengan
cavitation karena prinsip kerjanya jauh berbeda dari
ESP). Untuk itu harus diketahui GOR (gas to oil ratio)
dari production well sebelum menentukan jenis pompa
dan kapasitasnya.
4.Saya kira usulan pemecah bubble ide kreatif, tapi
tidak menyelesaikan masalah di industri migas karena
gas yang bermain di sini adalah massive dan high
pressure (>400 psi). Saya tidak tahu efektifitas
pemecah bubble ini dan apakah ia applicable ditanam di
perut bumi dengan tekanan tinggi. Mungkin bisa dipakai
pada industri lain yang secara tidak langsung
berhubungan dengan alam dan dipakai di atas permukaan
bumi.
5. Kalau temanmu ini berhasil dengan idenya di
industri migas, he will get a big FORTUNE for
tomorrow. Itu pun kalau idenya orisinal dan applicable
di industri migas. Soalnya REDA saja si biangnya ESP,
belum memikirkan masalah ini.

rh
 ATTACHMENT part 2 message/rfc822
> To: MailingList MMUGM <[email protected]>
> From: Herman HP <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Wed, 2 Feb 2005 20:31:30 -0800 (PST)
> Subject: [mm-ugm] Mohon Informasi!
>
> Rekan-rekan sekalian,

> Saya mendapat email dari adik saya (terlampir) yg
> sedang melakukan penelitian (jurusan Tek. Mesin
> UGM), tetapi saya tdk mempunyai informasi apa2 untuk
> menjawabnya. Saya mengharapkan kepada rekan-rekan
> apabila mempunyai informasi yg dapat menjawab
> pertanyaan tsb dapat kiranya menanggapi email saya
> ini. Demikian, atas bantuannya saya ucapkan terima
> kasih.

> Quotted email:

> "Pada pengeboran minyak itu kan pompanya menghisap
> minyak sekaligus gas alam. Dalam istilah tekhnik itu
> namanya 2 fase. Aliran 2 fase ini akan mempengaruhi
> performansi pompa, biasanya jadi menurun. Jadi yang
> saya perlu tahu itu cuma tekhnologi atau cara apa
> yang di pakai di pengeboran minyak untuk mengatasi
> agar performansi pompa tidak terlalu turun. Kalau
> dari literatur yang saya baca, ada pompa khusus yang
> dapat dipakai untuk aliran 2 fase ini. Nah
> penelitian saya itu menggunakan pompa biasa, tapi
> dengan menambahkan sedikit alat agar pompa dapat
> bekerja lebih baik. Sebenarnya intinya cuma ingin
> tahu apakah penelitian yang akan saya buat ini dapat
> di pakai di pengeboran minyak apa tidak. Saya cuma
> nambahin alat di pompa itu namanya pemecah bubble."
>
>
>
> Suherman
>

> Sow a thought and you will reap an act
> Sow an act and you will reap a habit
> Sow a habit and you will reap a character
> Sow a character and you will reap a destiny


Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke