Wah kalo masalah kutip-mengutip tanpa menulis nara
sumber, udah banyak buku2 seperti itu yang beredar.
Misalnya buku2 Fredy Rangkuti. Bahkan ada salah satu
dosen UI yang menulis buku CRM menulis, seakan2 model
yang ditulis adalah buatan beliau. Untungnya buku2 CRM
(yang langkah) saya cukup lengkap, jadi ketauan kalo
ngutip di buku yang jarang dibaca orang.

Permasalahannya, pada umumnya bagi praktisi, nggak
maslah, pokoknya mudah dipahami. Lain halnya kalo dari
pihak akademisi yang mungkin agak "bawel".

Namun menurut saya, sebaiknya mencantumkan nara sumber
akan membantu pembaca untuk memahami secara dalam.
Sebagai contoh, apakah kita bisa mengoperasionalkan
konsep GE Matrix, BCG, maupun SWOT secara kuantitatif,
hanya dengan membaca buku Philip Kotler? DAri
pengalaman saya, Saya menemukan bagaimana melakukan
pengukuran pada alat analisa tersebut, setelah saya
merujuk pada daftar pustaka (biasanya main di level
jurnal).

Itulah menurut saya perlunya nara sumber. 

Hasanuddin
batch 26

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/EpW3eD/3MnJAA/cosFAA/ExDolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan 
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke