Title: [new_kamakris] akhir sebuah Legenda..(Cepu_EMOI_PTN)....?
Dear milis,
 
diambil dari milis tetangga. ada yg bisa konfirmasi kebenarannya ?
 
Regards,
Andrie - KL


From: [EMAIL PROTECTED] on behalf of Roy Ferdinand Marthin Sitorus
Sent: Wed 6/1/2005 8:27 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [aabmii2005] FW: [new_kamakris] akhir sebuah Legenda..(Cepu_EMOI_PTN)....?

Friendz...
 
untuk direnungkan setelah ujian....


 Sedikit buat renungan..... bagi para logistician...bisa opportunity baru
 kalo proyeknya jadi...tapi bagaimana dari sisi pembelajaran bangsa ini?


 Subject: [IATMI] akhir sebuah Legenda..(Cepu_EMOI_PTN)....?

 Halaman Depan
 Senin, 23/05/2005

 Blok Cepu, ExxonMobile & strategi besar Pertamina

 Keputusan tentang apa yang harus dilakukan terhadap sumur minyak di Blok
 Cepu yang sekarang digarap ExxonMobile (EM) antara sukar dan mudah.
 Orang
 Jawa mengatakan gampang-gampang angel. Gampang kalau bangsa ini berpijak
 pada landasan falsafah dan prinsip. Angel kalau bangsa ini menjerumuskan
 diri pada teknokrasi semata.
 Asal mulanya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), pemegang izin
 eksploitasi minyak di sumur "kecil" di Cepu, menjual lisensinya kepada
 EM.
 Lisensi itu sebenarnya baru berakhir pada 2010.

 EM lalu mengeluarkan uang sebesar US$370 juta untuk mengeksplorasi sumur
 tersebut. Dari hasil eksplorasi itu, EM menemukan cadangan minyak
 sekitar 600 juta barel.

 Karena cadangan itu besar, EM mengajukan usul agar kontraknya de-ngan
 Indonesia diperpanjang sampai 2030. Usul ini tentu disertai dengan deal
 bisnis yang rinci.

 Ketika itu, status hukum Pertamina masih berupa Perum. Menurut
undang-undang yang berlaku, yang berhak mengambil keputusan adalah Dewan
 Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP) yang terdiri dari lima orang
 menteri.

 Tiga dari lima anggota DKPP setuju, sedangkan dua lainnya tidak setuju
 memperpanjang kontrak dengan EM. Karena tidak dicapai keputusan yang
bulat, berdasarkan undang-undang, keputusan harus diambil oleh Presiden.
 Maka "bola panas" pindah ke tangan Presiden Megawati Soekarnoputri.

EM tidak tinggal diam. Perusahaan AS itu mengerahkan semua kekuatan,
termasuk pemerintahnya untuk melobi keras kepada pemerintah Indonesia.
 Namun bagi penulis, upaya EM sudah merupakan "tekanan" agar Indonesia
 mau memperpanjang kontrak tersebut.

 Di tengah lobi dan perundingan berjalan, tersiar kabar, entah kabar
 burung atau tidak, bahwa cadangan minyak yang sebenarnya di Blok Cepu
 adalah
 1,2
 miliar barel, bukan 600 juta barel.

 Belakangan beredar lagi kabar bahwa cadangan minyak di blok itu bahkan
 bisa mencapai 2 miliar barel.

Seperti dikatakan sebelumnya, ada dua anggota DKPP yang tidak setuju.
 Yang
satu atas dasar alasan yuridis bahwa bentuk kerja sama adalah Technical
 Assistance Contract (TAC), sehingga tidak bisa lantas diubah menjadi
 kontrak bagi hasil.

 Anggota lain, yang tidak setuju, adalah penulis dengan alasan yang sama
 sekali berbeda.

Alasan sangat prinsipil

 Alasan penulis saat itu sangat prinsipil, yaitu bahwa sumur di Blok Cepu
 memiliki cadangan minyak yang besar dengan letak yang strategis,
 sehingga eksploitasi selanjutnya relatif mudah.

 Maka penulis mati-matian mempertahankan agar blok itu sepenuhnya
 dieksploitasi oleh Pertamina.

 Berbagai alasan dikemukakan untuk meyakinkan penulis agar ikut
 menyetujui perpanjangan kontrak dengan EM. Upaya tersebut datang dari
 berbagai pihak, baik Pertamina dan Lemigas maupun EM dan Duta Besar AS
 untuk Indonesia Ralph Boyce.

 Semua alasan penulis tolak. Ini karena titik tolak penulis sangat
 prinsipil bahwa Pertamina harus menggunakan sumur Cepu sebagai titik
 tolak untuk belajar mengeksploitasi minyak sendiri sepenuhnya.

 Kata "belajar" ditekankan karena penulis dihujani berbgai perhitungan
 rugi laba, penuh dengan angka-angka yang njlimet. Namun penulis sama
 sekali tidak mau melihat angka-angka tersebut.

 Berapa pun untung ruginya, penulis terima. Ini karena bagi penulis sudah
 sangat memalukan setelah 60 tahun merdeka, 92% dari minyak nasional
dieksploitasi oleh kontraktor asing.

 Dikemukakan bahwa Pertamina tidak mungkin membiayai eksploitasi sendiri.
 Penulis yakinkan bahwa kalau ada cadangan minyak 600 juta barel saja,
 bank di seluruh dunia akan antre memberikan kredit yang khusus dipakai
 untuk mengeksploitasi sumur tersebut. Apalagi kalau cadangannya ternyata
 lebih besar lagi.

 Penulis lalu diyakinkan lagi dengan alasan bahwa kalau Pertamina yang
 mengeksploitasi sendiri, akan merugi karena belum berpengalaman dan
 korup.

 Upaya ini pun penulis tolak dengan alasan bahwa penulis sama sekali
 tidak berpikir tentang untung rugi.

 Sumur Cepu harus dijadikan modal untuk belajar mengeksploitasi sendiri.
 Landasan argumentasi adalah paparan direksi baru, dipimpinan Baihaki
 Hakim, kepada penulis selaku Menko Ekuin dalam kabinet Presiden
 Abdurrahman Wahid. Pendirian yang penulis pertahankan sampai sekarang
 merupakan pengarahan dari Presiden Wahid.

 Ketika itu Baihaki Hakim mengemukakan bahwa visi dan misinya adalah
 menjadikan Pertamina sebuah world class company yang harus mampu
 mengembangkan diri menjadi perusahaan multinasional seperti halnya BP,
 Shell, EM, dan sebagainya. Tekad Baihaki itu bukan untuk gagah-gagahan
 tetapi karena alasan survival.

 Pertamina sudah telanjur menjadi organisasi besar, sedangkan cadangan
 minyak terus menyusut, selain minyak adalah sumber daya alam yang tidak
 dapat diperbarui (non renewable resource). Maka kalau cadangan sudah
 menyusut menjadi demikian kecil, Pertamina sudah harus menjadi
 perusahaan multinasional yang besar sehingga sumber minyak mentahnya
 diperoleh dari mana saja.

 Kalau tidak, mau diapakan organisasi Pertamina dengan cadangan minyak
 yang sudah habis atau sudah demikian kecil itu? Itulah sebabnya Presiden
 Wahid memerintahkan penulis mengambil risiko agar Pertamina menanamkan
 modalnya untuk eksplorasi di mana saja.

 Penulis berpesan wanti-wanti agar perhitungannya sangat matang sehingga
 risiko yang diambil betul-betul adalah well calculated risk.

 Penulis percaya betul bahwa Baihaki dapat melakukannya mengingat
 pengalamannya sebagai Dirut yang begitu lama di Caltex, kontraktor
 terbesar di Indonesia.

 Kecuali itu, diam-diam penulis minta nasehat dari Julius Tahija, yang
 dengan susah payah melayani penulis meski kesehatannya sebenarnya sudah
 tidak memungkinkan lagi.

 Bukan Inlander

 Penulis kemudian didatangi oleh Executive Vice President EM yang khusus
 terbang dari Houston, AS. Dia mencoba meyakinkan penulis.

 Penulis hanya menjawab: "Please, bolehkah saya belajar menjadi
 perusahaan seperti Anda di tanah air saya sendiri, menggunakan sumber
 daya alam saya sendiri? Apakah ExxonMobile, ketika mulai dari nol, tidak
 mengambil risiko besar yang sekarang Anda gambarkan kepada saya sebagai
 sesuatu yang menakutkan? Saya bukan Inlander seperti rekan-rekan saya
 yang Anda temui sebelumnya."

 Penulis mengatakan kalimat terakhir itu karena dia mengatakan sebenarnya
 sudah sangat lama dia ingin bertemu saya. Tetapi hampir semua menteri
 yang ditemuinya menganjurkan agar jangan sekali-kali menemui penulis.

 Ketika itu penulis memang sangat emosional, marah, sehingga bersikap
 semakin keras. Siapa yang tidak marah ketika mengetahui bahwa dia
 ternyata dikhianati oleh sesama abdi negara untuk kepentingan asing?

 Maka ketika itu penulis ceriterakan panjang lebar tentang sikap Bung
 Karno yang sengaja sangat-sangat membatasi eksploitasi sumber daya alam
 oleh asing yang memang secara mutlak diperlukan. Yang lainnya, "kita
 simpan di bawah tanah sampai para insinyur kita mampu menggarapnya
 sendiri."
 Demikian yang dikatakan Bung Karno kepada putrinya, Megawati
 Soekarnoputri, yang masih berusia sekitar 16 tahun.

 Kepada penulis juga dikatakan bahwa mereka tidak bisa mengerti bagaimana
 mungkin penulis begitu tidak rasional, sementara berpendidikan di Barat.
 Dengan sabar penulis jelaskan bahwa justru karena sekian lama berada di
 Eropa, justru demikian banyak kawan yang menjadi pemimpin di Eropa, maka
 penulis dapat bercerita panjang lebar mengenai banyak orang Eropa,
 seperti manusia unggul lainnya, tidak hanya hidup dari rasio.

 Terlampau panjang kalau diuraikan di sini. Cukup penulis kemukakan bahwa
 tidak sembarangan berkembangnya apa yang dinamakan Emotional
 Intelligence, bukan hanya IQ. Bung Karno yang sangat menyerap budaya
 Barat juga mengatakan bahwa man does not live by bread alone.

 Juga dikemukakan bahwa elit bangsa Indonesia korup, demikian juga
 Pertamina, sehingga akan rugi besar bila sumur Cepu dieksploitasi
 Pertamina.

 Penulis kemukakan bahwa taruhan bagi bangsa Indonesia bukan karena
 korupsi kemudian menyerahkan segalanya kepada asing. Tetapi pilihan yang
 dihadapi bangsa ini adalah dapat mengatasi semua kesulitan, termasuk
 masalah korupsi atau mati.

 Pendirian Bung Karno

 Penulis lalu kemukakan sebagai referensi pendirian Bung Karno yang juga
 ditawari Belanda menunda kemerdekaan Indonesia agar penjajah bisa
 mengajari bagaimana mengurus negara bangsa sambil memberikan bantuan
 uang.

 Kalau ingin mengetahui jawaban Bung Karno, mohon baca pidatonya pada 1
 Juni 1945 yang terkenal dengan "Lahirnya Pancasila," mumpung bangsa ini
 akan memperingati tanggal tersebut.

 Referensi lainnya adalah bagian dari pleidooi Bung Hatta di depan
 pengadilan Den Haag, Belanda, pada 1932.

 Dalam perdebatan sidang pengadilan itu, majelis hakim antara lain
 mempertanyakan apakah bangsa Indonesia mampu mengurus diri sendiri dalam
 alam kemerdekaan yang dikehendaki Bung Hatta bersama para mahasiswa
 Indonesia yang bergabung dalam Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda?

 Bung Hatta mengatakan: "Saya lebih suka melihat seluruh kepulauan
 Nusantara lenyap tenggelam di bawah laut daripada dijajah oleh Tuan-Tuan
 sekalian."

 Kebetulan bagian dari pleidooi ini diucapkan pada akhir pembelaannya.
 Majelis hakim lalu memvonnis Bung Hatta bebas murni.

 Di Nederland, Bung Hatta divonis bebas murni tetapi di Nederlands Indie
 (Hindia Belanda), dengan alasan yang sama, tiga tahun sebelumnya Bung
 Karno divonis dibuang dan dipenjara.

 Haruskah bangsa Indonesia sampai sekarang masih berjiwa terjajah setelah
 60 tahun merdeka? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang terhormat,
 please, penulis memohon agar jangan sampai dituruti apa yang dilakukan
 oleh Rizal Malarangeng selaku chief negotiator dengan ExxonMobile yang
 didampingi oleh Lin Che Wei.

 Sekitar tanggal 20 atau 21 Mei malam penulis menyaksikan kedua pejabat
 itu memberi keterangan di MetroTV bahwa Indonesia akan memperpanjang
 kontrak dengan ExxonMobile sampai tahun 2030 sebagai hasil negosiasi
 dengan Indonesia yang diwakili mereka.

 Oleh Kwik Kian Gie
 Mantan Menneg PPN/ Kepala Bappenas



 "Pendidikan bukanlah memenuhi isi ember, tetapi menyalakan api" {W.B.
 Yeats}





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/9RUslB/TM
--------------------------------------------------------------------~->


Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/new_kamakris/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/






DISCLAIMER: This email and any attachments may contain privileged and confidential information and are intended for the named addressee only. If you are not the intended recipient you are not permitted to use, copy or distribute the message and attachments in any manner. If you have received this email in error, please inform the sender by return email immediately and delete all copies of the message and its attachments. It is your responsibility to check this e-mail and any attachments for viruses. PT. ASURANSI ASTRA BUANA is not responsible for any unauthorised changes made to this email or its attachments. This notice should not be removed .


Yahoo! Groups Links



DISCLAIMER: This email and any attachments may contain privileged and confidential information and are intended for the named addressee only. If you are not the intended recipient you are not permitted to use, copy or distribute the message and attachments in any manner. If you have received this email in error, please inform the sender by return email immediately and delete all copies of the message and its attachments. It is your responsibility to check this e-mail and any attachments for viruses. PT. ASURANSI ASTRA BUANA is not responsible for any unauthorised changes made to this email or its attachments. This notice should not be removed .


Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke