Senin, 04 Juli 2005

Headline
Skandal Sari Husada
Sejumlah pihak yang terlibat akan dimintai keterangan. Kesimpulan tim penyelidik diperkirakan selesai enam pekan mendatang.

JAKARTA - Raksasa produsen makanan bayi asal Belanda, Royal Numico NV, mengirim tim investigasi ke Indonesia untuk mengusut dugaan praktek curang jual-beli saham di PT Sari Husada Tbk.

Koran Het Financieele Dagblad terbitan 2 Juli menyorot tajam kasus ini. "Dewan komisaris dan dewan direktur telah memutuskan menggelar penyelidikan," kata Presiden Komisaris Numico Robert Zwartendijk seperti dikutip koran Belanda itu.

Juru bicara Numico, Michiel Quarles van Ufford, menambahkan, keputusan penyelidikan dibuat beberapa pekan lalu. "Ini semua untuk mencari fakta." Sejumlah pihak yang terlibat akan dimintai keterangan. Kesimpulan tim penyelidik diperkirakan selesai enam pekan mendatang.

Numico memiliki sekitar 80 persen saham Sari Husada. Saham itu dibeli pada 1998 dari Johnny Widjaja, bos Grup Tiga Raksa, distributor produk Sari Husada. Saham Johnny kini tersisa 12 persen. Sekitar 10 persen laba bersih Numico disumbangkan oleh produsen susu bayi SGM yang bermarkas di Yogyakarta ini.

Persoalan muncul ketika manajemen Sari Husada melakukan program penjualan 5 persen (94 juta lembar) saham karyawan (employee stock option program/ESOP). Penjualan itu berbarengan dengan pembelian balik (buy back) 10 persen saham perusahaan pada Oktober 2003 hingga 2004.

Komisaris dan direksi Sari Husada diduga telah menyelewengkan kedua program korporasi itu untuk keuntungan pribadi. Kabarnya, saham yang seharusnya diperuntukkan bagi karyawan justru dialokasikan untuk komisaris, direksi, dan para manajer senior.

Berdasarkan dekrit komisaris tertanggal 4 Mei 2004, Johnny Widjaja dan Suad Husnan (komisaris independen yang juga Deputi Menteri BUMN) masing-masing menerima 16 juta dan 12 juta lembar saham (lihat infografis).

Saham ESOP itu dibeli komisaris dan direksi dengan harga Rp 1.034,4 per lembar, untuk kemudian dijual kembali ke perusahaan lewat program pembelian balik dengan harga di atas Rp 1.400.

Jadi ada selisih keuntungan Rp 365,6 tiap saham. Total keuntungan yang diraup sedikitnya Rp 80 miliar. "Ini insider trading," kata sumber Tempo. Yang dimaksudkannya adalah transaksi atas info orang dalam perusahaan, yang terlarang menurut hukum.

Johnny Widjaja enggan memberikan komentar. "Nanti saja tunggu pemeriksaan Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) selesai," ujarnya kepada Tempo, Sabtu (2/7). Suad saat dihubungi mengaku sedang mengajar. Namun, ketika dikontak kembali, telepon selulernya mati. METTA DHARMASAPUTRA | FANNY FEBIANA

 
  @ korantempo


arief wicaksono wrote:
Coba cek koran tempo hal A24. di hal itu ada flow
chart tentang insider trading di sari husada. sekarang
lagi tahap penyelidikan BAPEPAM.. 



--- rizal_Ysf <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  
kalo boleh tau, di cover depan apa pak..??

transaksi insider trading setau saya sih illegal
kecuali kalu tidak 
ketahuan.. :-D

Nazar Rahman wrote:

    
Tempo hari ini di cover depan dan belakang memuat
      
kasus dugaan insider
    
trading di Sari Husada, didalamnya Bpk Suad Husnan
      
juga disebut-sebut.
    
Ada yg bisa klarifikasi ? or apakah transaksi tsb
      
legal atau tidak ?....
    
Tks

Note : Bicara Sari Husada, jadi ingat case study
      
waktu kuliah dulu...
    
 

      


    


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 






  



Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke