---------- Forwarded message ----------
From: Amin Soebandrio <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Jul 24, 2005 5:13 PM
Subject: RE: [biotek] FLU BURUNG
To: [EMAIL PROTECTED]
Dr. Tony S dan sejawat sekalian,
Saya sangat sependapat bahwa kita harus memberi penjelasan yang transparan kepada masyarakat, sehingga semua lapisan bisa ikut membantu pengendaliannya sesuai kapasitasnya masing2. Mudah2an tidak ada lagi pejabat (tinggi) yang berupaya menghalang-halangi masyarkat ilmiah untuk membahasnya, hanya dengan alasan "takut meresahkan masyarakat". Di bawah ini saya coba merepons hal-hal yang dikemukakan oleh Dr. Tony, sejauh yang saya ketahui:
- Virus H5N1 memang patogen (bahkan ada yang Highly Pathogenic), tapi termasuk peka terhadap berbagai paparan, baik suhu maupun kimia. Menurut literatur, virus AI akan mati pada 56 C selama 15 menit, 70 C selama 2-5 menit, dan 80 C selama 1 menit. Selain itu juga peka terhadap berbagai antiseptik, bahkan alkohol sekalipun. Paling aman untuk mencuci/dekontaminasi adalah dengan hipokhlorit 0,5%.
- Orang Indonesia kebanyakan memasak daging ayam sampai matang, bahkan bisa ber-jam2 (mis. Gudeg) dan berkali-kali (mis. Masakan Padang). Daging babi juga bisa diperlakukan demikian, tapi harus diingat ada beberapa orang yang suka "setengah matang".
- Kebijakan pengenadlian yang di approve oleh WHO dan OIE adalah memusnahkan semua ternak di tempat ditemukannya virus AI, bahkan ada yang menerapkan pemusnahan dalam radius 10-20 km.
- Soal penggantian memang demikian kebijakannya, agar petani/peternak tidak mengalami kebangkrutan, padahal ini untuk kepentingan orang banyak. Jadi Pemerintah yang harus bertanggung jawab. Termasuk juga penyediaan vaksinnya.
- Virus AI, seperti virus influenza yang lain, senang "berganti-ganti baju". Mutan yang menjadi patogen untuk manusia dapat terjadi melalui proses "reassortment". Semakin banyak manusia yang menjadi sakit oleh virus AI, semakin besar kemungkinan terjadinya penularan manusia ke manusia.
Mudah-mudahan cukup mengklarifikasi, dan mohon teman-teman bioteker dari kedokteran hewan bisa menambahkan. Terima kasih.
Wass,
Amin Soebandrio
From:
[EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]] On Behalf Of Tony
Setiabudhi
Sent: 23 Juli 2005 2:25
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: Lily Sulistyowati
Subject: [biotek] FLU BURUNG
Para sejawat BIOTEK er Yth;
Sangat bertentangan dengan NURANI apabila kita tidak berani megungkapkan hal-hal yang salah yang dilakukan oleh INSTANSI BERWENANG.
(1) Benarkah VIRUS bisa MATI dengan perlakuan menyemprot dengan Pestisida/ Desinfektans ?
(2) Benarkah AYAM yang di REBUS lama dan suhu tetentu akan bebas dari Patogenitas VIRUS ? Kalau hal ini benar - apakah Daging BABI tidak dapat diperlakukan yang sama ? (3) Kenapa Babi harus dimusnahkan dengan biaya PENGGANTIAN 8000;- rupiah/ kg ; sedangkan ayam ???? - Negara akan keluar BIAYA BERAPA ? Apa dapat dipertanggung jawabkan ? Apakah di negara yang sudah terjangkit : Perlakuannya seperti itu ?? Apa ada LITERATUR PENDUKUNG ??
(3) Setahu saya VIRUS itu bukan barang hidup tapi juga bukan barang mati . VIRUS itu sendiri terdiri dari DNA yang kalau nyemplung di tempat yang subur dapat ber REPLIKASI cepat. Namun dengan perlakuan tertentu DNA tadi dapat jadi berubah-sifat dan MUTANT atau DORMANT - yang satu saat bisa saja berubah lagi jadi macam lain dan patogen lagi !
MOHON PENDAPAT para VIROLOOG !
Terima kasih demi kepentingan rakyat banyak;
pemerhati rakyat kecil
Dari Moderator:
* Mailing list ini ditujukan untuk diskusi dan sharing topik serta
informasi mengenai Bioteknologi,khususnya yang berhubungan dengan
Indonesia.
* Untuk berhenti berlangganan,silakan kirim e-mail kosong ke alamat
[EMAIL PROTECTED]
Homepage, http://www.biotek-indonesia.net/
YAHOO! GROUPS LINKS
[EMAIL PROTECTED]
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mm-ugm" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
