Dear Friends:

It might be just to remind you. Sorry for the inconvenience, especially
for those having received the same posting in advance.

Kalau Anda ingin mengetahui hasil wawancara John Perkins, yang nama dan
tulisannya dikutip dalam tulisan Kwik Kian  Gie (31/8) "Akibat Mental yang
Terjajah" sebagai orang yang ditugaskan pemerintah Amerika untuk merusak
ekonomi Indonesia, dapat dilihat di:

http://www.democracynow.org/article.pl?sid=04/11/09/1526251 yang berjudul:
"Confessions of an Economic Hit Man: How the U.S. Uses Globalization to
Cheat Poor Countries Out of Trillions"

atau terjemahan (bebasnya) di bawah ini.


GS



TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN JOHN PERKINS MANTAN ANGGOTA "PERUSAK EKONOMI"
(ECONOMIC HIT MEN)

Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas
bankir Internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man
ia menjelaskan bagaimana sebagai seorang profesional yang dibayar mahal,
ia membantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin di dunia
dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi kemampuan
mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. (berikut transrip
wawancaranya):

John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan "anggota perusak
ekonomi" (Economic Hit Men) - seorang profesional yang dibayar mahal
untuk mencurangi negara-negara di dunia dengan triliunan dolar.
(Sebenarnya) 20 tahun yang lalu Perkins telah memulai menulis buku
dengan judul, "Conscience of an Economic Hit Men."

Perkins menulis, "Buku ini didedikasikan untuk presiden di dua negara,
mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat respek pada spirit
kebaikannya, yaitu Jaime Roldós (presiden Ekuador) dan Omar Torrijos
(presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam kecelakaan yang mengerikan.
Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka dibunuh karena mereka
menolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan, dan pimpinan
perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Kami
para perusak ekonomi (Economic Hit Men), telah gagal mempengaruhi Roldós
dan Torrijos, dan para perusak "jenis yang lain" yaitu CIA-"serigala
pengeksekusi" yang selalu di belakang kita, kemudian melakukan tindakan.

John Perkins meneruskan: "Saya dibujuk untuk menghentikan menulis buku
itu. Saya telah memulainya empat kali selama dua puluh tahun ini. Pada
tiap kejadian besar dunia, hal itu selalu mempengaruhi saya untuk
menulis lagi : invasi Amerika ke Panama tahun 1980, Perang Teluk
pertama, Somalia, dan kebangkitan Osama bin Laden. Tetapi, ancaman atau
sogokan selalu membuat saya berhenti."

Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan kejadian yang dialaminya.
Buku ini diberi judul Confessions of an Economic Hit Man. John Perkins
bersama kami di studio Firehouse.

a.. John Perkins, dari 1971 hingga 1981 ia bekerja pada perusahaan
konsultan Internasional Chas T. Main dimana ia menjadi "economic hit
man." Ia penulis buku yang barusan terbit yaitu Confessions of an
Economic Hit Man.

Wawancara:
AMY GOODMAN: John Perkins bergabung dengan kami di studio Firehouse.
Selamat datang di Democracy Now!

JOHN PERKINS: Terima kasih Amy. Senang sekali bisa di sini.

AMY GOODMAN: Ini sebuah keberuntungan, membuat Anda bersama kami. Oke,
jelaskan makna kata ini, "economic hit man" EHM., seperti halnya Anda
menamakannya.

JOHN PERKINS: Pada dasarnya apa yang dilatih kepada kami dan apa
pekerjaan kami adalah untuk membangun imperium Amerika. Membawa,
merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin
keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju berbagai perusahaan kita,
dan menuju pemerintahan kita, dan nyatanya kami telah mengerjakan dengan
begitu berhasil. Kami telah membangun imperium terbesar dalam sejarah
dunia. Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak Perang Dunia II, dengan
kekuatan militer yang benar-benar sangat kecil. Hanya suatu kejadian
yang amat jarang, yaitu Irak, dimana serbuan kekuatan militer sebagai
tindakan paling akhir. Imperium ini, tidak seperti berbagai sejarah lain
dunia, telah dibangun terutama melalui manipulasi ekonomi, melalui
pencurangan, melaui penipuan, melalui bujukan sehingga mereka mengikuti
jalan kita, melalui para "economic hit men". Saya adalah salah satu
bagian utama dari hal itu.

AMY GOODMAN: Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk siapa Anda bekerja?

JOHN PERKINS: Saya direkrut ketika saya kuliah bisnis di akhir 1960-an
oleh Badan Keamanan Nasional (National Security Agency, NSA), institusi
terbesar Amerika dan jarang dipahami sebagai organisasi mata-mata,
tetapi sepenuhnya saya bekerja pada perusahaan swasta. "Economic hit
man" yang pertama telah pulang kembali pada awal 1950-an, dimana Kermit
Roosevelt (cucu dari Teddy) berhasil menumbangkan pemerintahan Iran.
Sebuah pemerintahan yang terpilih secara demokratis, yaitu pemerintahan
Mossadegh. Majalah Times pernah menjadikan Mossadegh sebagai sosok
terpilih dunia (person of the year). Roosevelt telah melakukan begitu
sukses, tanpa ada darah yang tumpah - atau mungkin sedikit- tapi tanpa
intervensi militer, hanya mengeluarkan jutaan dolar dan telah bisa
mengganti Mossadegh dengan seorang Shah dari Iran.

Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan economic hit man sangatlah
baik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang dengan Rusia, jika kami
berhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya adalah, Roosevelt agen
CIA. Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia tertangkap, ia akan
mendatangkan banyak kesulitan. Ini pasti akan sangat memalukan. Lalu,
dengan mempertimbangkan ini, keputusan yang diambil kemudian adalah
menggunakan organisasi seperti CIA dan NSA untuk merekrut orang-orang
potensial menjadi economic hit man, seperti saya. Kemudian, mengirim
kami untuk bekerja pada perusahaan konsultan swasta, perusahaan rekayasa
(engineering), perusahaan konstruksi, jadi kalau kami tertangkap, maka
tak ada hubungannya dengan pemerintah.

AMY GOODMAN: Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda bekerja.

JOHN PERKINS: Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Chas. T.
Main di Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 pekerja, dan saya
menjadi pimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 orang. Tapi pekerjaan
saya yang utama adalah pembuat transaksi (deal-making). Yaitu memberikan
hutang pada negara lain, hutang raksasa, jauh lebih besar dari kemampuan
mereka mengembalikan. Salah satu persyaratan dalam hutang itu
---katakanlah dengan utang sebesar satu miliar dolar, kepada negara
seperti Indonesia atau Ecuador--- negara-negara itu akan memberikan
kepada kita 90% dari hutang itu, kembali kepada sebuah perusahaaan
Amerika, atau beberapa perusahaan Amerika, untuk membangun
infrastruktur. Ada beberapa (perusahaan) yang sangat besar (Halliburton
atau Bechtel). Perusahaan-perusahaan besar itu kemudian membangun sistem
kelistrikan atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu semua pada dasarnya
hanya melayani (diakses) sebagian kecil penduduk, yaitu para orang-orang
kaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di negara-negara itu akan tetap
saja terus berkubang, hidup dengan hutang raksasa yang tak mungkin dapat
dibayar.

Negara seperti Ekuador harus membayar hutang dengan 70% dari budget
nasional mereka. Ini benar-benar terlalu berat bagi mereka. Lalu, kita
meminta kompensasi minyak. Jadi, ketika kita ingin minyak, kita ke
Ekuador dan tinggal menuntut, "Lihat, kamu tidak bisa membayar utangmu,
maka berikan perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan tropis Amazonmu yang
dipenuhi minyak." Dan kini kita telah menguasai dan menghancurkan hutan
tropis Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya kepada kita, karena
mereka mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. Jadi kita buat hutang
raksasa itu, sebagian besar akan kembali ke Amerika, sementara negeri
itu (Ekuador) akan mendapat beban utang dengan bunga yang besar, dan
menjadi pelayan kita, menjadi budak kita. Ini
(Amerika) adalah sebuah imperium
Tak ada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium raksasa. Ini
benar-benar keberhasilan luar biasa.

AMY GOODMAN: Kita sedang berwawancara dengan John Perkins, penulis buku
Confessions of an Economic Hit Man. Anda mengatakan karena sogokan dan
alasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam waktu lama. Apa maksud
Anda? Siapa yang menyogok Anda atau siapa--- apakah sogokan itu Anda
terima?

JOHN PERKINS: Iya, saya menerima sogokan setengah juta dolar tahun 90-an
untuk tidak menulis buku ini.


AMY GOODMAN: Dari?

JOHN PERKINS: Dari sebuah perusahaan besar rekayasa konstruksi.

AMY GOODMAN: Yang mana?


JOHN PERKINS: Bicara secara legal, ini bukanlah.. --Stoner-Webster.
Bicara secara legal ini bukanlah sebuah sogokan, ini adalah.. - saya
dibayar atas nama sebagai seorang konsultan. Ini semua legal. Tapi
sebenarnya saya tak mengerjakan apa-apa. Saya sama sekali tak
mengerjakan apa-apa. Ini sangat mudah dimengerti, seperti saya jelaskan
dalam Confessions of an Economic Hit Man, itu adalah - saya adalah - itu
mudah dimengerti ketika saya menerima uang itu sebagai konsultan mereka,
saya tidak melakukan kerja berarti, tapi saya dilarang menulis buku
apapun terkait dengan topik itu (pencurangan), ketika mereka mengetahui
bahwa saya dalam proses penulisan buku ini, yang pada saat itu saya beri
judul "Conscience of an Economic Hit Man." Dan saya harus mengatakan
pada kamu Amy, bahwa, kamu tahu, ini adalah kisah yang luar biasa - ini
nyaris mirip cerita James Bond, betul-betul, dan maksud saya -

AMY GOODMAN: Tentu, itulah tentunya isi buku itu.

JOHN PERKINS: Iya, dan saat itu,... kamu tahu? Dan ketika saya direkrut
NSA, mereka memeriksa saya seharian dengan mesin penguji kebohongan.
Mereka menemukan semua kelemahan saya dan kemudian membujuk saya. Mereka
menggunakan sarana yang paling kuat dalam kebudayaan kita yaitu sex,
kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan saya. Saya berasal dari keluarga
Inggris yang sangat tua, Calvinis, tertanam begitu kuat nilai-nilai
moral. Saya pikir, kamu tahu, saya adalah orang yang baik sepenuhnya,
dan saya pikir kisah tentang saya benar-benar memperlihatkan bagaimana
kuatnya sistem itu dan begitu kuatnya pengaruh "candu" sex, uang, dan
kekuasaan, sehingga dapat membujuk rayu, karenanya saya begitu terbuai
dan terbujuk. Dan jika saya tidak mengalami sendiri sebagai economic hit
man, saya pikir saya akan sangat sulit mempercayai, ada yang melakukan
hal itu. Dan inilah mengapa saya menulis buku ini, karena negara kita
(Amerika) betul-betul harus dimengerti, jika masyarakat dari bangsa ini
memahami bagaimana sebenarnya kebijakan luar negeri kita, apa arti
hutang luar negeri sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan kita
bekerja, kemana uang pajak kita digunakan, saya tahu kita akan menuntut
perubahan.

AMY GOODMAN: Kita sedang mewawancarai John Perkins. Pada buku Anda, Anda
mengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan sebuah rencana rahasia
menyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu petro-dolar
(Arab) kembali ke ekonomi Amerika, dan kemudian mengikat hubungan antara
Pemerintahan Arab dan pemerintahan Amerika berturut-turut. Jelaskan.

JOHN PERKINS: Ya, ini adalah suatu waktu yang mencengangkan.Saya
mengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin terlalu muda untuk
mengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik. Di awal 70-an OPEC
menggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai minyak. Mobil-mobil kita
antre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara ini (Amerika) takut
akan mengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 -depresi besar ekonomi-
ini sama sekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka - Departemen Keuangan
(the Treasury Department) menyewa saya dan beberapa economic hit men
yang lain. Kami kemudian pergi ke Arab Saudi. Kami .

AMY GOODMAN: Anda benar-benar yang dinamakan economic hit men, EHM.

JOHN PERKINS: Ya, itu adalah julukan bagi kami. Secara legal, saya
adalah pimpinan ekonom. Kami menjuluki kami sendiri EHM. Ini sepertinya
tak seorangpun yang bakal mempercayainya jika kami mengungkapkannya,
kamu tahu? Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di awal 70-an. Kami tahu
Arab Saudi adalah kunci untuk melepaskan kita dari ketergantungan, atau
mengontrol situasi. Dan kami bekerja menyelesaikannya dimana Kerajaan
Arab menyetujui mengirimkan hampir semua petro-dolar mereka (minyak/emas
hitam) dan mereka menginvestasikan pada sekuritas-sekuritas pemerintahan
Amerika (U.S. government securities). Departeman Keuangan menggunakan
bunga dari sekuritas-sekuritas itu untuk menyewa perusahaan-perusahaan
Amerika untuk membangun Arab Saudi-kota-kota baru, infrastruktur baru-
dan kita mengerjakannya. Dan kerajaan Arab menyetujui untuk menjaga
harga minyak dalam batas kemampuan jangkauan kita (Amerika), mereka
telah melakukannya bertahun-tahun, dan kami menyetujui menjaga kekuasaan
Kerajaan Arab selama mereka melakukan hal yang kita inginkan, kami telah
berhasil melakukannya.

Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. Pertama kalinya, di Irak
kita mencoba menjalankan straegi yang sama, yang begitu berhasil di Arab
Saudi, tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. Ketika skenario economic
hit men ini gagal, langkah lain yang dilakukan adalah yang kita namakan
"serigala-serigala" (the jackals). "Serigala-serigala" itu adalah CIA,
dengan mengirimkan orang-orang "masuk" (Irak) dan mencoba menggerakkan
sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak berhasil, mereka melakukan
operasi pembunuhan atau mencobanya. Pada kasus Irak, mereka tak mampu
menjangkau Saddam Hussein. Ia
mempunyai---- pasukan penjaganya (bodyguards) terlalu tangguh,
berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat menjangkaunya. Lalu mereka
melakukan langkah ketiga "pertahanan", jika economic hit men dan the
jackals gagal, langkah lain "pertahanan" itu adalah orang-orang kita
dikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah yang nyata-nyata telah
kita kerjakan di Irak.

AMY GOODMAN: Terangkan bagaimana Torrijos terbunuh?

JOHN PERKINS: Omar Torrijos adalah Presiden Panama. Omar Torrijos telah
menandatangani Perjanjian Kanal (the Canal Treaty) dengan Carter-dan,
kamu tahu, ini hanya melalui persetujuan satu orang anggota
Senat/Kongres. Ini adalah isu tingkat tinggi. Dan Torrijos kemudian juga
pergi dan bernegosiasi dengan Jepang untuk membangun sebuah kanal-laut
di Panama. Jepang berkeinginan membiayai dan membangun kanal-laut di
Panama itu. Perundingan Torrijos ini membuat sangat marah Perusahaan
Bechtel, waktu itu direkturnya adalah George Schultz dan senior council
adalah Casper Weinberger. Ketika Carter terdepak (dan terdapat cerita
yang menarik-apa sebenarnya yang terjadi), ketika ia kalah dalam
pemilihan, dan Reagan terpilih, lalu Schultz menjadi menteri luar negeri
dari Bechtel, serta Weinberger dari Bechtel juga menjadi menteri
pertahanan, mereka benar-benar marah pada Torrijos - mencoba menegosiasi
kembali Perjanjian Kanal dan untuk tidak berhubungan dengan Jepang. Ia
(Torrijos) tetap tak bergeming, menolak.

Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang punya persoalan dalam
dirinya, tapi ia adalah seorang yang punya prinsip. Ia adalah orang yang
mengagumkan, si Torrijos itu. Dan kemudian, ia terbunuh dalam kecelakaan
pesawat yang mengerikan, dimana ini berhubungan dengan tape recorder
yang meledak bersamanya, dimana ---- Saya ada di sana (Panama). Saya
sedang bekerja sama dengan dia. Saya tahu, kami (economic hit men) telah
gagal. Saya tahu para "serigala-serigala" (the jackals) sedang mendekati
dia, dan kemudian, pesawatnya meledak dengan sebuah tape recorder dengan
bom didalamnya. Saya tak meragukan sama sekali bahwa ini adalah "sanksi"
dari CIA, dan sebagian besar - para investigator Amerika Latin mempunyai
kesimpulan yang sama. Tentu saja, kita tak pernah tahu tentang hal ini
di negara kita (Amerika).

AMY GOODMAN: Lalu, dimana - kapan Anda mengubah pandangan Anda?

JOHN PERKINS: Saya merasa sangat bersalah sepanjang waktu, tapi saya
dibujuk rayu. Kekuatan obat-obatan, sex, kekuasaan, dan uang, sungguh
terlalu sangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, saya melakukannya
sebagai seorang yang tepat. Saya adalah pimpinan ekonom. Saya melakukan
sesuatu yang Robert McNamara (Presiden Bank Dunia) inginkan dan begitu
juga kelanjutannya.

AMY GOODMAN: Bagaimana dekat Anda dengan Bank Dunia?

JOHN PERKINS: Sangat, sangat dekat dengan Bank Dunia. Bank Dunia
menyediakan hampir semua biaya yang digunakan economic hit men, ia (Bank
Dunia) dan IMF. Tapi ketika terjadi 11 September (WTC ditabrak pesawat),
saya berubah pandangan. Saya tahu cerita kejadian ini harus diungkapkan
karena apa yang terjadi pada 11 September adalah akibat langsung dari
apa yang economic hit men lakukan. Dan hanya dengan jalan bahwa kita
merasa aman pada negara ini kembali, dengan adanya rasa kebaikan tentang
kita, dimana kita menggunakan sistem kita untuk melakukan perubahan
positif di berbagai belahan dunia. Dan saya percaya kita dapat
melakukannya. Saya percaya bahwa Bank Dunia dan institusi lain dapat
diubah dan melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan, yaitu
merekonstruksi bagian-bagian yang luluh-lantak di dunia. Menolong,
sungguh-sungguh menolong orang-orang miskin. Ada 24 ribu manusia mati
kelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat merubah itu.

AMY GOODMAN: John Perkins, saya mengucapkan terima kasih sekali Anda
telah bersama kami. John Perkins seorang yang telah menulis Confessions
of an Economic Hit Man.



----- Original Message -----
From: "Miftachul Bari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, September 01, 2005 6:08 AM
Subject: [huk_gama82] Akibat Mental yang Terjajah


>
>
> > Akibat Mental yang Terjajah
> > Oleh Kwik Kian Gie
> >
> > Buat orang yang dapat membaca statistik dan dapat menafsirkannya, akan
> > melemahnya rupiah sudah cukup lama di depan mata. Buat orang yang
> > selalu gemar mengingat sesuatu yang pernah terjadi, merosotnya nilai
> > rupiah juga bisa diprediksi. Bahwa rupiah bisa merosot sangat tajam
> > dalam waktu sangat singkat juga pernah kita alami, yaitu ketika rupiah
> > merosot dari sekitar Rp 2.300 menjadi Rp 16.000 per dolar AS (USD).
> >
> > Maka, kalau sekarang nilai rupiah dalam waktu singkat merosot dari Rp
> > 9.000 menjadi 11.500 ketika artikel ini ditulis, dan karena itu
> > pemerintah cemas dan bingung, saya menjadi heran.
> >
> > Mari kita bahas satu per satu. Pertama tentang apa yang dinamakan
> > fundamental ekonomi, tetapi saya batasi pada yang relevan saja untuk
> > nilai tukar rupiah. Kekuatan bangsa Indonesia sendiri dalam hal
> > mempertahankan stabilitas nilai rupiahnya dilandasi oleh apakah
> > mempunyai cadangan devisa yang cukup dan berkesinambungan. Devisa
> > dibentuk oleh ekspor yang lebih besar daripada impor, baik barang
> > maupun jasa. Ekspor selalu lebih kecil daripada impor kecuali tiga
> > kali saja, yaitu di tahun-tahun 1973, 1979, dan 1980 yang disebabkan
> > oleh oil shock pertama dan kedua.
> >
> > Jadi, kalau atas dasar kekuatan sendiri, cadangan devisa selalu
> > menyusut. Tetapi ditolong oleh masuknya modal dalam bentuk utang,
> > dalam bentuk masuknya modal asing partikelir yang ditanamkan di
> > Indonesia dalam berbagai bentuk. Ini untuk periode tahun 1969 sampai
> > tahun 1999 (dua tahun terakhir prediksi Bank Dunia). Kita tahu bahwa
> > sebelum tahun 1999, moneter sudah jebol sama sekali, sampai rentang
> > kendali dinaikkan delapan kali, lantas dilepas secara tidak
> > bertanggung jawab dan rupiah melejit sampai Rp 16.000 per dolar AS.
> >
> > Bagaimana yang sekarang? Bukankah stabil cukup lama? Ya, lebih dari
> > itu, setelah krisis, ekspor lebih besar daripada impor. Yang namanya
> > transaksi berjalan surplus. Hanya surplusnya tidak disebabkan oleh
> > kuatnya ekonomi kita, tetapi oleh anjloknya impor karena tidak ada
> > kegiatan ekonomi yang berarti.
> >
> > Ketika ekonomi mulai menggeliat, karena memang dasarnya keropos, ya
> > langsung saja transaksi berjalan yang positif menjadi menciut. Kecuali
> > itu, kalau dahulu ada modal masuk yang mengimbangi minusnya impor yang
> > lebih besar daripada ekspor, sekarang terjadi pelarian modal. Bahasa
> > birokrasinya error and omission. Kecuali di tahun 2001 yang hanya USD
> > 714 juta, angkanya selalu minus yang berarti ada capital flight.
> > Ketika transaksi berjalannya sudah menciut dan kecenderungannya minus
> > lagi, modal yang ada justru dilarikan ke luar negeri oleh pemiliknya.
> >
> > Jadi, kita tidak perlu heran tentang apa yang sekarang terjadi. Yang
> > harus diherankan ialah mengapa kebijakan ekonomi yang begitu lama
> > dalam alam kemerdekaan menghasilkan malapetaka (disaster) yang begitu
> > hebat? Untuk itu, ada ceriteranya tersendiri. Apa itu?
> >
> > Kecuali selama Gus Dur menjabat presiden RI, tim ekonomi dalam kabinet
> > selalu dikuasai oleh para ekonom yang mutlak menghamba kepada kartel
> > IMF dengan resep-resep dan instruksi-instruksi kepada para kroni ini
> > yang merusak. Mereka itu terkenal dengan nama Berkeley Mafia yang
> > dibanggakan oleh diri sendiri.
> >
> > Kebijakan yang sangat merusak itu adalah menggerojokkan utang luar
> > negeri terus-menerus sampai tidak kuat bayar tepat waktu supaya selalu
> > menjadi pengemis buat penundaan pembayaran. Ketika itu, pemerintah
> > Indonesia harus dicekik lehernya untuk didikte. Yang mengatakan ini
> > bukan saya, tetapi orang-orang asing, kebanyakan orang-orang Amerika,
> > yaitu John Pilger, Brad Sampson, Jeffrey Winters, dan John Perkins
> > yang mengaku disuruh merusak ekonomi Indonesia. Caranya digambarkan
> > dengan sangat jelas di dalam bukunya yang berjudul The confessions of
> > an economic hit man.
> >
> > Setelah menjelaskan ini, pertanyaannya adalah terus apa yang harus
> > dilakukan? Buat saya, Presiden SBY harus mengambil alih kepemimpinan
> > sepenuhnya dalam bidang ekonomi. Kedua, mengganti menteri-menteri
> > ekonomi dengan orang-orang yang mentalnya pemimpin untuk bangsanya,
> > bukan hamba untuk kepentingan asing. Ketiga, mengatakan kepada semua
> > negara pemberi utang bahwa pemerintah Indonesia akan membayar dengan
> > jadwal dan jumlah yang ditentukan sendiri atas dasar kekuatan yang
> > memungkinkannya membela kepentingan rakyat sendiri.
> >
> > Apa pun reaksi negara-negara dan lembaga-lembaga internasional itu
> > kita hadapi, titik. Hanya itu yang bisa menolong. Bukan mengimbau,
> > bukan mengemis-ngemis kepada investor asing supaya berinvestasi di
> > Indonesia. Kewajiban investor asing membuat laba buat para pemegang
> > sahamnya, bukan membela bangsa Indonesia. Yang mempunyai kewajiban
> > membela bangsa Indonesia adalah semua pejabat eksekutif dan legislatif
> > yang dipercaya oleh rakyat melalui pemilihan umum.
> >
> > Mereka itu harus berani menjadi pemimpin yang tangguh, bukan menjadi
> > pejabat yang menjilat negara-negara asing dan lembaga-lembaga
> > internasional, tetapi mau menangnya sendiri dan gagah-gagahan terhadap
> > rakyatnya sendiri! Itu saja resepnya, lain tidak ada. Coba kita
> > buktikan, kalau apa yang saya tulis ini tidak dilakukan, dikotak-katik
> > seperti apa pun juga, tidak akan terjadi perbaikan, kecuali atas
> > "belas kasihan" yang tentunya tidak gratis. Biayanya sangat mahal.
> > Baca buku John Perkins kalau mau memperoleh gambaran yang mendetail.
> >
> > Akhirnya, semua elemen Berkeley Mafia harus dilibas atau dikucilkan
> > sama sekali dari perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Sudah
> > terlalu lama mereka berkuasa. Akibatnya, utang meggunung, hutan
> > gundul, rakyat menganggur, busung lapar, dan mati karena kelaparan.
> > Apa kurang cukup? Apa harus ada revolusi sosial dulu supaya sadar?
>
>
>
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Put more honey in your pocket. (money matters made easy).
http://us.click.yahoo.com/r7D80C/dlQLAA/cosFAA/ExDolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan 
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke