Terlepas dari asli or tidaknya perusahaan,
investasi atau trading di bursa berjangka emang membutuhkan skill dan pengalaman yang tinggi yg hanya dimiliki para trader yg profesional dan total menekuni bidang ini, baik di forex maupun index.
 
Menurut survey, trader yg sukses gak lebih dari 9% saja dari semua trader di dunia.Trader di bursa saham maupun derivativenya merupakan salah satu profesi yg paling beresiko, apalagi dia trading di bursa berjangka yg memiliki leverage 1:100
Jadi resikonya bermain index/forex di bursa berjangka/future market akan 100 kali lebih beresiko daripada 'hanya' main saham di BEJ! Di bursa ini kita bisa mendapatkan profit yg besar dalam waktu singkat, namun sebaliknya juga uang kita bisa tersedot habis dalam waktu singkat juga...high risk high return.
 
Saran saya kalo kita mau invest di sini,
pilihkan trader yg profesional dan menguasai teknikal dg baik. Fundamental berguna kalo kita main longterm..dan ini akan membutuhkan capital yg luar biasa besar untuk main save di bursa ini. Menurut pengalaman saya trader tanpa menguasai teknikal gak akan mampu survive di sini.
 
Salah satu cara milih trader yg bagus,
ajak dia untuk ikut bertanggung jawab thd uang nasabah,
bisa dengan cara profit sharing dan sharing loss antara nasabah dengan tradernya.
Buat perjanjian sekuat mungkin mengenai pembagian profit dan lossnya. Disini trader akan ikutan menanggung loss juga, jadi tradernya gak akan main main dalam men'tradingkan' uang nasabah. Hal yg selama ini terjadi, trader mendapatkan gaji dari komisi per tardingnya/lot, atau selama dia bisa trading sebanyak mungkin maka dia mendapatkan komisi yg gede juga...tanpa melihat hasil trading profit atau lossnya. Nasabah uangnya habis..trader dan perusahaan kaya raya  mendapatkan banyak komisi :) Hanya trader yg bener2 profesional dan bisa konstan profit yg mau sharing loss/profit dg nasabahnya.
 
Semoga bermanfaat, jangan terlalu apriori thd bisnis ini,
hi risk hi return :)
Matur nuwun
 
Widodo
 
 
 

Joko Widiatmoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hal yang disampaikan oleh Bapak Wardoyo memang fakta
yang terjadi dimasyarakat, beberapa kawan saya
merupakan "korban". Berdasarkan pengalaman yang saya
ketahui, mereka (asli dan palsu) memang menggunakan
cara yang sama dalam menghimpun dana. Beberapa hal
yang bisa dilakukan adalah :
1. melakukan pengecekan langsung ke lembaga pemberi
otoritas,
2. lihat track record perusahaannya,
3. lihat bagaimana mereka melakukan analisis, (i)
apakah mereka memiliki sumber data yang cukup untuk
melakukan analisis jangka pendek dan jangka panjang ,
(ii) software apa yang biasa digunakan

Fakta yang saya temui kebanyakan ada dari mereka
adalah fiktif, data yang didisplay pada board
merupakan rekayasa, pemain (nasabah) tidak dibekali
pemahaman yang cukup dan perusahaan tidak memiliki
bagian research yang memadai.

Analisis Teknikal bisa dilakukan untuk suatu pasar
yang efesien dalam artian luas. Rata-rata reaksi pasar
di AS atas suatu informasi berkisar pada 20 menit,
sedangkan d Indonesia lebih dari 1 hari. Hal ini
mengindikasikan bahwa analisis teknikal lebih besar
risikonya untuk pasar di Indonesia, dibandingkan di
pasar negara maju. Analisis fundamental akan lebih
bermanfaat jika untuk prediksi jangka panjang.

Tidak ada yang bisa menjamin apa yang akan terjadi
besok, karena kita adalah bagian kecil dari suatu
pasar yang besar. Tetapi arah pasar dalam jangka
panjang (long term) lebih bisa diprediksi. Selamat
Berdo'a

Joko.W



--- hasanuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Lantas, bagaimana membedakan antara yang "asli" dan
> yang "palsu"? Beberapa sempat saya ditawari, namun
> sulit membedakan. perush. yang asli pun sepertinya
> melakukan hal yang sama seperti modus operandi yang
> p
> Wardoyo sampaikan.
>
> Hasanuddin
> PT. BUdi Darsa, Makassar
> Perumahan Budi Daya Permai
> angk 26
> 0818272559
>
>
>
>
> --- Wardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > > From:       [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >  Hati-hati, sekarang ini banyak sekali penawaran
> > investasi dengan kedok macem-macem dan atas dasar
> > legalitas dari berbagai otoritas.
> > > Kebanyak dari mereka berasal dari Bandar-Bandar
> > Forex & Stock Index. Mereka itu mengaku: pialang,
> > commisioner, commision house, dan lain-lainnya.
> > > Modus Operandi:
> > > 1. Menjadi member otoritas tertentu: Bursa
> > Berjangka atau Bursa Efek
> > > 2. Memperoleh izin dari otoritas terakit
> > > 3. Mencari lawan transaksi dari para pemodal
> kecil
> > (dana terbatas)
> > > 4. Agar dapat kepastian bahwa lawannya kecil dan
> > cepat memperoleh lawan yang tidak mampu
> > (pengetahuannya), mereka sengaja pura-pura membuka
> > lowongan kerja.
> > > 5. Lowongan kerja yang bisa mereka iklankan:
> > Account Executive (AE), Business Executive (BE),
> > Business Consultan (BC), Marketing Executve,
> Account
> > Manager, Business Manager, Management Traine, dll.
> > > 6. Mereka biasa mengaku sebagai: Perusahaan
> > keuangan dan investasi
> > > 7. Mereka menjadikan keuntungan dan Gaji: Dalam
> US
> > Dollar, 5 juta perbulan, dll.
> > > 8. Para Pencari kerja yang direkrut, kemudian
> > diberi pelajaran analisa Teknikal sekedarnya dan
> > dipresure untuk mencari dana investasi.
> > > 9. Sebgain dari pencari kerja tersebut ada yang
> > menyetorkan uang milik: pribadi, keluarga (Orang
> > Tua, Kakak, Om, tante, dll), dan sebgain besar
> lagi
> > tidak memiliki dana sehingga mencari dengan iklan
> > atau mengirim penawaran investasi via email
> > kemana-mana.
> > > 10. Karena keterbatasan pengetahuan mereka,
> > terkadang mereka tidak bisa membedakan Pasar Modal
> > (saham) dan Perdagangan berjangka, dan mereka
> berani
> > promosi berlebihan diantaranya jaminan modal
> > kembali, keuntungan yang tinggi, dll.
> > > 11. Sebagian dari mereka ada yang sempat
> mendapat
> > peringatan dari pihak kompeten melalui perusahaan
> > ybs. tetapi dengan gampang perusahaan dan para AE
> > menolak bahwa mereka adalah karyawan, dan mengaku
> > melakukan atas insiatif pribadi. sehingga
> perusahaan
> > Bandar tsb. terhindar dari pencabutan status
> > legal-nya.
> > > Demikian sekedar berbagi info.    
> > >
> >
>
>
>
>            
> __________________________________
> Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in
> one click.
> http://farechase.yahoo.com
>


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com




Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




SPONSORED LINKS
Undergraduate business schools Business school essay Business school and education
Top business schools Best business schools Business school minnesota


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke