Semoga bermanfaat...
Diambil dari situs milik Purdi E. Chandra..
=============================================================
| Enterpreneurship Rasulullah |
|
Wednesday, 02 March 2005 | |
|
Oleh KH. Abdullah Gymnastiar
Sahabat-sahabat, ternyata dalam kajian tentang
Rasulullah, ada saat yang kurang kita bahas. Kebanyakan kita bahas adalah
mulai dari umur 17 tahun sampai 20 tahun. Kita tahu mengenai beliau ketika
umur 25 tahun tetapi dengan imej yang negatif, yaitu seorang pemuda
menikahi jandakaya raya. Padahal kalau dilihat dari maharnya mencapai 20
ekor unta muda yang jika dihargai sekarang kurang lebih setengah milyar
rupiah, bayangkan saja...
Hal lainnya yang amat jarang kita bahas adalah
bagaimana Muhammad menjadi professional. Umat Islam sekarang menjadi babak
belur, karena kita tidak mengerti bagaimana menjadi professional. Mengurus
masjid kecil, wc bahkan sandal saja repot sekali. Hal yang perlu kita
kembangkan adalah jiwa entrepreneur.
Rasulullah sebagai bukti bahwa dengan memiliki jiwa
entrepreneur maka orang akan mampu mengendalikan apa saja. Contohnya di
Singapura yang merupakan negara pedagang walaupun mereka tidak mempunyai
sumber daya. Taiwan, Jepang bahkan Korea hampir menguasai dunia.
Rasulullah dilahirkan dalam keadaan yatim. Dalam usia
enam tahun ibunya meninggal dalam perjalanan kembali dari Yatrib setelah
menengok kuburan ayahnya. Usia 6tahun beliau sudah yatim-piatu dan tidak
punya pegangan. Sampai usia 8 tahun 2 bulan dibina dan didik kakeknya
Abdul Muthalib yang cukup berada.
Di usia ini kakeknya wafat, setelah itu ia dalam
perlindungan pamannya AbuThalib yang tidak sekaya kakeknya, mulai saat
itulah pemuda kecil Muhammad menggembala kambing, mencari nafkah sendiri.
Usia 12 tahun Rasul diajak pamannya dalam perjalanan dagang pertama kali
ke Syria. Syria itu jaraknya ribuan kilometer.
Bayangkan umur 12 tahun tidak pakai pesawat atau
mobil!!!. Anak-anak kita umur12 tahun sedang malas-malasnya. Masa kecil
kita bukan masa teruji, bukan masa tertempa. Semua dimudahkan oleh orang
tua kita. Disini saya akan membahas kenapa kita ini menjadi warga yang
looser.
Saudara-saudara sekalian,
Sepulang dari perjalanan dagang pertamanya, beliau begitu sering bisnis bahkan sampai ke seluruh JazirahArab sudah terkenal seorang professional muda bernama Muhammad. Di usia 25 tahun, beliau menikah dengan seorang konglomerawati bernama Khadijah. Setelah genap hampir sepuluh kali perjalanan dagang yang beliau tempuh, kalau setiap kali perjalanan dagang beliau mendapatkan untung dua ekor unta betina. Subhanallah... Maka ketika meminang Siti Khadijah beliau memberi
maskawin sebesar duapuluh ekor unta muda atau kurang lebih setengah milyar
rupiah ! Mana ada pengusaha muda di Indonesia yang mau memberi mahar
begitu besar kepada istrinya. Coba cari sekarang ada atau tidak di
Indonesia seseorang yang sudah berani menikah dengan memberi mahar
setengah milyar. Paling top orang kaya itu seperangkat alat sholat.
Jadi kita bisa membayangkan bagaimana dashyatnya
Muhammad muda ini. Hal ini yang jarang kita pelajari, bagaimana etos kerja
beliau padahal beliau tidak ada uang, tidak ada keahlian. Jadi
saudara-saudara, jangan
merasa malu lahir dari orang tua yang miskin, Rasul bahkan tidak punya bapak. Jangan merasa berpendidikan rendah, Nabi saja tidak
sekolah. Jangan merasa tidakpunya modal, Nabi tidak punya modal sama
sekali. Tidak ada alasan. Kita itu paling hobi memperbanyak alasan.
Padahal alasan memperjelas kelemahan kita.
Jadi bangsa ini mau sesulit apapun, tidak ada pilihan
bagi kita kecuali kita bangkit dengan semangat. Saya termasuk yang tidak
mau pusing dengan keadaan sekarang kalau akhirnya akan melemahkan
semangat. Situasi sesulit apapun, pilihannya cuma satu yaitu kita harus
bangkit bersama-sama.
Mengeluh, mencela tidak akanmenyelesaikan masalah,
kalau ada yang dapat terselesaikan dengan masalah, silakan saja mengeluh
sepuasnya. Kalau ada yang bisa selesai dengan umpatan dan makian, silakan
mengumpat. Kita tidak punya waktu, waktu kita terbatas. Satu-satunya
pilihan adalah kita harus bangkit. Allah Maha Kaya, mau seperti apa saja
keadaanya, rezeki Allah tidak akan berkurang. Ini rumusnya yang akan kita
coba bahas.
Rekan-rekan sekalian, para orang tua, jangan merasa
sudah tua. Tenang saja kita masih punya anak cucu. Para kaum muda ini
kesempatan bahwa kita sudah disiapkan sukses oleh Allah. Sudah diilhamkan
potensi sholeh/bejat. Kita sebelum dilahirkan ke dunia sudah pernah
bertarung dengan 150 juta pesaing yaitu sel sperma dan yang jadi menemui
sel telur adalah kita. We are the winner. Kita pernah memasuki persaingan
dan kita menang. Kenapa kalau sudah hidup jadi kalah ??
Jadi tekad harus kita canangkan dari sekarang. Kalau
kita lihat sejarah,
baru tahun 1984 ilmu wirausaha ini mulai dikembangkan, padahal Nabi Muhammad SAW sudah 1500 tahun yang lalu mencanangkan bahwa kita itu bisa kokoh dan kuat justru dengan kewirausahaan yang ada. Kuncinya ternyata semua wirausahawan sejati tergantung dari masa kecilnya. Masa kecil seseorang itulah yang menentukan kualifikasi
enterpreneurship orang tersebut. Kalau masa kecilnya selalu dimanja,
selalu ditolong maka bersiaplah menuai anak yang tidak berdaya. Para
pengusaha kita sedikit yang masa kecilnya susah.
Saudara-saudaraku, bagi yang masih muda, jangan
bercita-cita punya pekerjaan setelah lulus. Mulai sekarang kalau saya
lulus, saya ingin membuat pekerjaan, tidak perlu melamar kemanapun.
Langsung jadi Direktur Utama merangkap staf dan pegawai inti. Bangsa ini
tidak akan selesai hari ini. Mulailah tanamkan jiwa enterpreneurship pada
anak-anak kita. Ingatlah pada waktu kita kecil, waktu belajar jalan,
bediri sedikit sudah jatuh. Bangkit lagi, benjol berdarah dan apakah kita
putus asa ? apakah kita mengeluh ?.
Potensi untuk berani bertindak sudah ada hanya orang
tua yang dapat melemahkan semangat kita. Dilarang naik kursi takut jatuh,
dilarang main pisau nanti berdarah. Dia tidak pernah punya pengalaman
untuk mengambil pilihan. Dia tidak pernah punya pengalaman untuk
mengetahui resiko dari tindakannya.
Menyelesaikan bangsa kita sekarang bukan saja oleh kita
sekarang, dengan mempersiapkan keturunan kita juga merupakan tanggung
jawab kita kepada umat ke depan. Tidak pernah ada kata terlambat. Didik
anak-anak kita dari kecil buat jadi mandiri, bebas, berani bertanggung
jawab supaya dia percaya diri.
Kalau dia jatuh biarkan saja. Ini adalah membangun
bangsa ini. Ini adalah membangun masa depan umat, yaitu bagaimana para
orang tua membangun anak-anaknya. Kalau mereka mau jajan harus ada
pertaruhannya, setiap rupiah harus ada perjuangannya.
Latih anak-anak kita untuk selalu bertanggung jawab
terhadap apa yang dia lakukan. Orang tua yang memanjakan anaknya
sengsaranya juga akan kembali ke orang tua. Latihlah entrepreneurship dari
uang jajan bulanan yang bertanggungjawab pemakaiannya. Semoga Allah
mengampuni segala kesalahan kita. Saya semenjak SD sampai SMA sudah
berjualan, lulus kuliah tidak pernah mengambil ijazah sampai sekarang.
Alhamdulillah, rezeki Allah tidak kemana-mana.
Allahuakbar, Allah Maha Besar sampai sekarang mampu membangun Daarut
Tauhiid sampai sebegini besar. Tapi ini benar-benar membuat keyakinan jika
jiwa entrepreneurship tertanam pada diri-diri kita, kita tidak pernah
takut menghadapi situasi apapun. Kalau saja ini dikelola oleh orang-orang
yang berjiwa wirausaha yang baik pasti akan sukses.
Bagaimana mungkin dengan alam yang begitu kaya kita
bisa miskin, cuma kita saja yang bodoh sampai tertipu tetangga karena kita
tidak mengerti cara mengelolanya. Saudara-saudaraku sekalian, hikmahnya
yang pertama adalah hati-hati dengan masa kecil, masa muda. Para mahasiswa
sebaiknya sambil kuliah sambil cari nafkah. Pengalaman sudah harus
dirintis, nantinya waktu kuliahnya sama hasilnya akan berbeda dengan orang
lain.
Kedua, Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat sebagi nabi
tidak punya apa-apa, mengapa setelah itu dapat menjadi orang kaya tanpa
modal. Karena modal yang beliau punyai adalah Al-Amin yaitu orang yang
kredibel. Mulai sekarang kita harus buat track record menjadi orang yang
terpercaya dalam kehidupan kita. Modal kita itu adalah nama baik
kita.
Demi Allah, uang itu kecil.
Nama baiklah yang mahal. Mulai sekarang jangan pernah terpikir untuk licik. Mulut kita satu-satunya initidak boleh lagi berdusta. Mulut ini yang membuat kita kehilangan hidup, uang,dan kehormatan kita. Jangan main-main soal bohong ini. Biar kita diremehkan, disisihkan dan dikeluarkan karena kita jujur. Daripada kita sebaliknya karena kita tidak pernah
menikmati hidup selama kita berbohong. Cari rezeki tidak perlu bohong,
Allah SWT sudah tahu kebutuhan kita daripadakita sendiri. Tiap kita itu
sudah ditentukan
rezekinya, tidak mungkin Allah menciptakan kita tanpa rezeki. Rezeki dapat dibagi menjadi tiga, yaitu rezeki yang
pertama adalah rezeki yang dijamin pasti ada, yaitu makan. Pada saat kita
bayi kita tidak bisa mencari makan, apakah kita takut. Hal ini karena kita
yakin sudah dijamin. Satu kesulitan mendatangkan dua kemudahan pada saat
kita hendak terlahirkan.
Ari-ari dipotong setelah itu mendapatkan makanan dari
dua air susu ibu. Jadi setelah kita sebesar ini, apakah masih takut
tidak makan. Yang harus kita takuti adalah makan makanan yang kita tidak
tahu halal/haramnya. Demi Allah, kita akan ada rezekinya.
Rezeki yang kedua adalah rezeki yang digantungkan.
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu
merubah nasibnya sendiri. Semua sudah ada ukurannya sendiri.
Justru akan gawat kalau rezeki kita sama semua. Kalau
kita mencarinya di jalan Allah. Rezeki dapat, pahala dapat, barokah
namanya. Kalau mau licik boleh-boleh saja. Rezeki dapat, dosa dapat, haram
namanya.
Pencuri, koruptor itu maling hartanya sendiri. Kalau
dia sholeh pasti ketemu rezekinya itu. Tidak perlu pakai licik. Tidak
mungkin Allah menyediakan rezeki kalau harus pakai licik. Jujurlah pasti
akan ketemu rezeki tersebut, mau kemana lagi. Ingatlah teori bayi, ketika
menangis dengan suara pelan sang ibu hanya menenangkan dan tidak memberi
makan. Kemudian si bayi menangis dengan berteriak tentu akan menarik
perhatian dan ibu akan memberi makan kepadanya.
Saudara-saudara,
Saya khawatir kita apes seperti ini bukan tidak ada jatah kita, tapi kita tidak mengambilnya hanya sedikit. Jangan-jangan jatah saudara seratus juta perbulan tapi mengambilnya hanya lima ratus ribu. Jika sudah bekerja keras itu masih belum cukup. Bekerja keras itu urusan fisik, bekerja cerdas itu urusan otak dan bekerja ikhlas itu urusan hati. Kalau ketiganya jalan baru ketemu. Tanpa bermaksud meremehkan saudara kita tukang becak
itu tidak kurang kerja kerasnya. Karena kalau tidak didorong tidak akan
maju, tapi hasilnya hanya sepuluh ribu perhari. Tidak cukup mengandalkan
otot saja, hati dan otak harus diperhatikan. Maka saudara-saudara jangan
sampai berpikir licik untuk mendapatkan rezeki, rezeki itu tidak akan
kemana-mana.
Rezeki yang ketiga adalah rezeki yang dijanjikan. Kita
harus jatahkan setiap mendapatkannya harus langsung dikeluarkan
sedekah/zakatnya. Demi Allah, Allah sudah berjanji barangsiapa yang ahli
syukur nikmat yang ada Allah akan tambahkan. Tidak akan berkurang harta
dengan sedekah, kecuali bertambah dan bertambah. Inilah rumusnya kalau
tidak mau uang kita sia-sia.
Walhamdulillahi
Robbil'alamin |
Yahoo! Personals
Single? There's someone we'd like you to meet.
Lot's of someone's, actually. Yahoo! Personals
DISCLAIMER: This email and any attachments may contain privileged and confidential information and are intended for the named addressee only. If you are not the intended recipient you are not permitted to use, copy or distribute the message and attachments in any manner. If you have received this email in error, please inform the sender by return email immediately and delete all copies of the message and its attachments. It is your responsibility to check this e-mail and any attachments for viruses. PT. ASURANSI ASTRA BUANA is not responsible for any unauthorised changes made to this email or its attachments. This notice should not be removed . |
Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***
SPONSORED LINKS
| Undergraduate business schools | Business school essay | Business school and education |
| Top business schools | Best business schools | Business school minnesota |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mm-ugm" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
