Title: Congrat on Prof. Sugiri, Slamet

Mengucapkan Selamat dan Suskes atas Pengukuhan Bapak Prof Dr Slamet Sugiri.MBA,Akt sebagai Guru Besar Ekonomi. UGM.

 

Prayudha Moelyo

Commercial Agribusiness Unit

Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-0 lt. 17

Jakarta

telp. 021.25517000 ext. 7143   fax. 021. 2525579

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Wardoyo
Sent: Friday, December 02, 2005 2:33 PM
To: [email protected]
Subject: [mm-ugm] Congrat on Prof. Sugiri, Slamet

 

 

MANAJEMEN JUJUR DASAR PELAPORAN LABA
Jika kejujuran masih mendapat tempat yang terhormat di masyarakat barat yang relatif individualis, maka semestinya di masyarakat timur kejujuran pastilah bukan hal yang asing. Bagi Slamet Sugiri, masyarakat dengan adat ketimuran pasti akan menjujung tinggi kejujuran. Pun dalam konteks perniagaan, kejujuran akan selalu dinantikan.

Demikian isi pidato Pengukuhan Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Akt sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM hari Kamis, 1 Desember 2005 di Balai Senat UGM.

Menurut guru besar kelahiran Tegal, 16 Mei 1957 ini, manajemen yang jujur tidak berarti harus mengorbankan diri sendiri untuk kepentingan pemegang saham. Manajemen yang jujur mengedepankan penyajian fakta bisnis dan ekonomi yang sesungguhnya. Kejujuran di sini berarti satunya kata dengan perbuatan (walk the talk) serta upaya menghindarkan diri dari konflik kepentingan. Kejujuran yang dihubungkan dengan pelaksanaan suatu amanah akan menjelma menjadi integritas. Kejujuran yang lebih bersifat pribadi berubah menjadi integritas yang lebih luas cakupannya dan berorientasi pada pelaksanaan tugas. “Seseorang dikatakan berintegritas jika dia bertindak adil kepada diri sendiri dan pihak lain. Integritas juga mensyaratkan ketulusan dalam berperilaku dan menjunjung tinggi kepentingan pemberi amanah”, ujar Prof. Sugiri.

Dari pidato berjudul “Kejujuran Manajemen Sebagai Dasar Pelaporan Laba Berkualitas” lebih jauh Prof. Sugiri mengungkapkan, kejujuran dan integritas manejemen akan berbuah pada peningkatan rasa percaya pelaku pasar. Konsekuensinya adalah efisiensi alokasi sumber daya dan kekayaan. “Selain itu, kejujuran yang direpresentasi oleh pengungkapan penuh informasi keuangan akan berakibat peningkatan simetri informasi yang pada gilirannya akan menurunkan biaya modal”, tutur Prof. Sugiri.

Prof. Sugiri juga berharap kejujuran manajemen selalu konsisten merupakan hal yang naïf. Ada dua kondisi yang merupakan prasyarat munculnya kejujuran tersebut. Pertama, kultur organisasional harus mendukung pengambilan keputusan yang etis. Kedua, manajemen harus memiliki pemotivator untuk selalu tidak jujur. Singkatnya, organisasi seharusnya memasukkan dimensi kejujuran dalam prosedur operasi standarnya (standard operating procedures). “Dengan demikian, tindakan jujur merupakan pemenuhan kultur perusahaan sekaligus kebutuhan manajemen”, tambah Koordinator Pengelola Program Swadaya FE UGM (Humas UGM)





Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke