|
Mengucapkan Selamat dan Suskes atas Pengukuhan
Bapak Prof Dr Slamet Sugiri.MBA,Akt sebagai Guru Besar Ekonomi. UGM. Prayudha
Moelyo Commercial
Agribusiness Unit Jl. HR.
Rasuna Said Kav. X-0 lt. 17 Jakarta telp.
021.25517000 ext. 7143 fax. 021. 2525579 -----Original Message----- MANAJEMEN JUJUR DASAR PELAPORAN LABA
Demikian isi pidato Pengukuhan Prof. Dr. Slamet
Sugiri, M.B.A., Akt sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM hari Kamis, 1
Desember 2005 di Balai Senat UGM. Menurut guru besar kelahiran Tegal, 16 Mei 1957 ini,
manajemen yang jujur tidak berarti harus mengorbankan diri sendiri untuk
kepentingan pemegang saham. Manajemen yang jujur mengedepankan penyajian fakta
bisnis dan ekonomi yang sesungguhnya. Kejujuran di sini berarti satunya kata
dengan perbuatan (walk the talk) serta upaya menghindarkan diri dari konflik
kepentingan. Kejujuran yang dihubungkan dengan pelaksanaan suatu amanah akan
menjelma menjadi integritas. Kejujuran yang lebih bersifat pribadi berubah
menjadi integritas yang lebih luas cakupannya dan berorientasi pada pelaksanaan
tugas. “Seseorang dikatakan berintegritas jika dia bertindak adil kepada
diri sendiri dan pihak lain. Integritas juga mensyaratkan ketulusan dalam
berperilaku dan menjunjung tinggi kepentingan pemberi amanah”, ujar Prof.
Sugiri. Dari pidato berjudul “Kejujuran Manajemen
Sebagai Dasar Pelaporan Laba Berkualitas” lebih jauh Prof. Sugiri
mengungkapkan, kejujuran dan integritas manejemen akan berbuah pada peningkatan
rasa percaya pelaku pasar. Konsekuensinya adalah efisiensi alokasi sumber daya
dan kekayaan. “Selain itu, kejujuran yang direpresentasi oleh
pengungkapan penuh informasi keuangan akan berakibat peningkatan simetri
informasi yang pada gilirannya akan menurunkan biaya modal”, tutur Prof.
Sugiri. Prof. Sugiri juga berharap kejujuran manajemen selalu
konsisten merupakan hal yang naïf. Ada dua kondisi yang merupakan prasyarat
munculnya kejujuran tersebut. Pertama, kultur organisasional harus mendukung
pengambilan keputusan yang etis. Kedua, manajemen harus memiliki pemotivator
untuk selalu tidak jujur. Singkatnya, organisasi seharusnya memasukkan dimensi
kejujuran dalam prosedur operasi standarnya (standard operating procedures).
“Dengan demikian, tindakan jujur merupakan pemenuhan kultur perusahaan
sekaligus kebutuhan manajemen”, tambah Koordinator Pengelola Program
Swadaya FE UGM (Humas UGM)
|
Title: Congrat on Prof. Sugiri, Slamet
- [mm-ugm] Congrat on Prof. Sugiri, Slamet Wardoyo
- RE: [mm-ugm] Congrat on Prof. Sugiri, Slamet Prayudha Moelyo
