Excellent, Bung Risto, that's a great work man.
 
Saya sependapat dengan wacana yang disampaikan, bahwa buku ini mampu memberikan suatu pemikiran baru dalam kerangka "Strategic Management".
BOS pada intinya menekankan akan 2 hal yaitu STRATEGIC MOVING AND VALUE INNOVATION.  Dengan strategy ini, perusahaan diharapkan dapat meninggalkan pola lama yaitu persaingan antar perusahaan yang sampai memotong leher masing2 perusahaan, dan akhirnya tidak ada satupun perusahaan yang menang, tetapi pada babak belur. Dampaknya adalah tidak mampu meningkat customers value.
 
Buku ini memang didasarkan kepada riset yang mendalam terhadap ratusan company dalam jangka waktu yang cukup lama (100 thn).
 
Hanya saja, ada beberapa kritikan dan pemikiran yang ingin saya sampaikan :
 
Pertama
Apakah BOS (Blue Ocean Strategy) ini mampu diaplikasikan tanpa mempertimbangkan Competitive Five Forces Model of Porter???
BOS hanya menitikberatkan kepada upaya management melakukan suatu innovation value dan create market yang baru.
Namun, lebih dari itu, tentu management tidak hanya melihat innovation itu sekedar penambahan product portfolio atau dan market creation saja, namun pertanyaan mendasar adalah to what extend it will taken?? Nah disinilah pendapat Porter harus diapplikasikan, yang menurut Porter, innovation tidak serta merta menjadi suatu keputusan management, akan tetapi perlu analisis yang mendalam terhadap Five Components of Forces (Potential Entrants, Supplier, Buyer Bargaining, Substitute, dan Industry Competition). Konon BOS ini, hanya mempertimbangkan faktor Industry Competition belaka.
Innovation value mesti mempertimbangkan potential entrants, buyer bargaining, substitute, dan supplier. Dalam kondisi buyer bargaining, substitute, dan potential entrants yang tinggi, BOS dapat diterapkan. Namun jika buyer bargaining dan lain2nya cukup rendah, apakah BOS efektif dan efisien????? Bagaimana dalam situasi market yang monopolistis dll????
 
 
Kedua
Demand dan Supply
Tentu, teori ekonomi klasik, demand and supply perlu juga dipertimbangkan. Produksi perlu didasarkan kepada demand and supply sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan.Efisien tidak selamanya efektif. Pemahaman ini adalah suatu pemahaman tentang Economic Strategic, sehingga antara cost and revenue bisa maksimal.
Dari sisi demand and supply, innovation perlu mendapatkan pemikiran yang komprehensif sehingga tidak menimbulkan beban cost yang terlalu besar. Coba kita lihat antara Nokia dan Motorola. Nokia dari sisi market share cukup tinggi karena tingginya R & D, dalam rangka innovation product, ini berbeda dengan Motorola. Namun dari sisi financial performance, Motorola jauh lebih baik dari Nokia.
Economic strategic juga menekankan pemikiran antara outsourcing dan built in, mana yang efisien antara outsourcing atau produksi sendiri.
 
Ketiga
Push and Pull Strategy Decision
BOS pada dasarnya bertumpu pada innovation value dari sisi internal perusahaan atau ini dikenal sebagai Push Strategy. Namun untuk mass product, pull strategy lebih dominant. Didalam pull strategy, tersirat adanya suatu massive competition, sehingga kalau kita kembali kepada kerangka pemikiran BOS yang menghindari adanya persaingan dengan cara mengcreate market baru, maka dapat disimpulkan bahwa BOS tidak dapat diterapkan kepada Mass Product.
 
Demikian pendapat dan pemikiran saya tentang BOS. Sekali lagi pemikiran saya didasarkan kepada pendapat ilmiah.
 
 
Salam kompak dan jabat erat.
Enson Samosir


donny mas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Selamat pagi rekan-rekan alumni,
Saat ini, barangkali buku The Blue Ocean Strategy (BOS)  karangan W.Chan Kim & Renee Mauborgne terbitan HBS Press (2005) adalah salah satu buku yg cukup populer dan cukup sering diperbincangkan khususnya oleh para pakar manajemen dan praktisi bisnis, Baru-baru ini sudah ada juga seminar di Jakarta yg khusus membahas BOS ini dengan investasi yg relatif cukup mahal juga. Kebetulan saya baru saja selesai membaca buku ini dan utk itu ingin berbagi pendapat perihal isi buku tsb kepada rekan-rekan alumni khususnya bagi rekan-rekan yg belum sempat membacanya.  Itung-itung sebagai souvenir diakhir tahun.
 
Pertama-tama, secara overall, saya kira buku ini cukup bagus, (memang sudah seharusnyalah utk sebuah buku yg saat ini sudah masuk kategori best seller internasional dengan harga sekitar rp. 350-an ribuan di Jkt).  Dari sisi esensi & materi yg disajikan, logika frame work dan unsur kepraktisan implementasinya sendiri, buku ini mungkin ini akan semakin ngetop dimasa mendatang baik berupa seminar, kursus singkat, bahan konsultasi, dll dan saya punya parediksi juga, bila dibantu dengan promosi dan road show yg baik dari penerbit, BOS ini akan dapat menyamai prestasi buku Balance Scorecard (dengan trilogi bukunya) yg dalam perjalannya kemudian telah diterima sebagai salah satu breakthrough dalam bidang ilmu manajemen, khususnya dalam menilai kinerja manajemen secara komprenhensif suatu perusahaan/organisasi, dan bila saat itu tiba, dengan membaca summary buku ini diawal-awal, ya itung-itung kita sudah dapat gambarannya.
 
Salah satu kelebihan buku ini adalah karena banyak menjelaskan bagian detail strategi dan frame work implementasinya yg cukup mudah dimengerti berikut banyak contoh-contoh kongkrit (lebih dari 20 an perusahaan yg dijadikan sebagai contoh) bagaimana BOS telah dimplementasi dengan sukses oleh perusahaan dari beragam jenis industri diberbagai belahan dunia ini a.l. di Amerika, Eropa dan ASia, sehingga kita dapat mencerna the whole picture dan esensi dari BOS dengan lebih mudah. Juga mungkin karena reputasi kedua pengarang yg sama-sama professor pengajar di sekolah Bisnis INSEAD, dan ditunjang dengan segudang pengalaman salah seorang penulisnya (W. Chan Kim) sebagai konsultan manajemen di Boston Consulting Group.  Jadi kerangka penyajian buku ini yg rada mirip dengan sebuah alur presentasi praktis dari seorang konsultan cukup membantu pembaca untuk bisa  mencernanya ketimbang hanya berupa tataran teori atau buah pikiran semata.  Juga fakta bahwa buku ini disusun dari hasil riset mereka terhadap hampir 150 strategic moves yg pernah dilakukan oleh perusahaan di dunia ini untuk rentang waktu hampir 100 tahun di lebih dari 30 industri. 
 
Disisi lain, kalau boleh sedikit jujur dan kritis, sebenarnya materi yg di perkenal kan dalam buku ini tidak baru-baru banget kok karena telah banyak juga diulas dalam berbagai literatur dan  artikel diberbagai journal sebelumnya, salah satu misalnya seperti sudah dibahas dalam artikelnya G. Hamel & Prahalad  dengan topik: Competing for the Future (HBR July-Aug 1994) dan berbagai buku-buku yg mengulas perihal value innovation, seperti juga sdh ditekankan oleh penulis sendiri bahwa modal dasar (Cornerstone) dari BOS adalah Value innovation. 
 
Tapi supaya fair , kelebihan lain buku ini  (menurut pendapat saya lho, dan ini bisa relatif), karena  pembahasannya lebih komplit dan mampu marajut benang merah dari mulai sejarah, dasar-dasar (esensi) dan prinsip kerja serta frame work implementasi nya berikut segudang contoh-contoh dan figure/tabel yg mempermudah kita mencernanya.   Mudah diikuti ya ibarat kita misalnya mengikuti sebuah presentasi konsultasi manajemen dari sebuah kantor konsultan (kalau gak ngantuk tapi). Bagi rekan-rekan yg mengambil konsentrasi ‘strategic management’ overal isi buku ini bukan merupakan hal baru lagi, tapi tetap sangat menarik dan sangat memberikan inspirasi.  Ibarat mendengarkan sebuah lagu, kenikmatan kita mendengarkan lagu tsb, tentunya sangat dipengaruhi oleh siapa yang menyanyikannya (the women behind a man..).
 
Apa sih inti sari dari BOS dan mengapa disebut BOS? Pertama sebaiknya dimulai dengan memahami terminologi dan definisi BOS itu sendiri dulu yang kalau boleh saya summarikan sebagai sebuah strategy yg didesign secara strategik dan matang oleh suatu perusahaan yg mempunyai dimensi lompatan jauh kedepan,  tidak berkutat pada pola persaingan yg ada dalam industrinya saat ini yang memungkin kan perusahaan tsb dapat menciptakan suatu pasar yg baru bagi produk & service yg ditawarkannya melalui penciptaan exceptional value innovation bagi pembeli, sehingga faktor persaingan menjadi tidak relevan lagi untuk perusahaan tsb untuk dapat tumbuh dan berkembang secara profitable dimasa-masa berikutnya (kok panjang amat ya definisinya?). 
 
Dari definisi tsb ada 4 dimensi utama yg harus dimiliki oleh BOS yaitu: (1) Adanya exceptional value innovation bagi buyer yg diciptakan sehingga pembeli akan menikmati manfaatnya dan mau membelinya, (2) Mampu menciptakan pasar baru, yaitu dengan adanya value innovation tsb,  pembeli yg tadinya belum menggunakan produk/jasa tsb akan berbondong-bondong menggunakannya, (3) Karena pasarnya baru, sehingga kompetisi dari para pemain di industri yg ada saat itu menjadi tidak relevan lagi, dan (4) akan membawa perusahaan tsb menikmati hasilnya (profit) secara jk panjang, jadi unsur komersial produk tsb sangat penting sekali. 
 
Framework BOS bertumpu pada 4 kerangka dasar yaitu to eliminati-reduce-raise-create (ERRC).  ELIMINATE berarti menghilangkan faktor-faktor biaya yg selama ini sudah ‘takes for granted’ yg terjadi dalam industri tsb.  REDUCE berarti mengurangi biaya-biaya yg sudah ada saat ini supaya bisa jauh dibawah biaya standard industri, RAISE yaitu meningkatkan faktor-faktor atau value yg diberikan supaya jauh melampaui standard industri yg sudah ada dan CREATE berarti menciptakan unsur baru yg selama ini belum terpikirkan dlm industri tsb.
 
Untuk lebih mempermudah menangkap esensi definisi diatas, saya ambilkan 3 buah contoh kongkrit ilustasi aplikasi BOS yg dijelaskan secara detail dalam buku tsb yaitu pertama bagaimana sebuah perusahaan anggur dari Australia (Casella Wine) menciptakan produk anggur yang terkenal dengan brand name Yellow Tail (si ekor kuning) dan berhasil masuk dan membangun pasar anggur di Amerika dengan sukses besar.  Apa hasil fenomenal yg diciptakan oleh si Ekor kuning ini? Dengan BOSnya dia  mampu:
-        Menciptakan/memperbesar market size anggur yaitu dengan menarik mereka yg sebelumnya para peminum bir & soft drink menjadi peminum anggur, juga dalam acara-acara non formal, anggur telah bisa dianggap sebagai minuman sosial layaknya bagai minum bir dan soft drink lainnya (harganya murah dan rasanya trendy), juga karena harganya relatif terjangkau, banyak orang semakin sering minum anggur di berbagai kesempatan (market dan konsumsinya membengkak)
-        Dalam 2 tahun saja, Yellow tail telah mampu diterima menjadi minuman sosial (the fun and social drink) di AS dan menjadi anggur impor terlaris jauh melewati jumlah anggur impor yg sebelumnya didominasi anggur impor dari Perancis & Spanyol
-        Pada tahun 2003, Yellow tail menjadi anggur merah telaris yg terjual di AS mengungguli produk lokal sendiri yg selama ini didominasi para produsen asal daerah California yg sangat terkenal itu
Kunci sukses si Yellow tailnya Casella Wine terletak pada kemampuannya melaksanakan strategi 4 kerangka dasar BOS yaitu: Eleminate – Reduce – Raise - Create yang dijelaskan cukup bagus dan rinci dalam buku tsb.
 
Contoh BOS kedua adalah keberhasilan Callaway Corporation dengan produk andalannya The BIG BERTHA (driver stick golf) dalam menciptakan pasar baru di industri golf yaitu menarik mereka yg tadinya tidak senang bermain golf tapi dengan adanya stick Big Bertha ini, membuat bermain golf itu semakin mudah (istilahnya bermain golf itu menjadi ibarat semudah anda menjentikkan jari, dengan menggunakan stick big bertha).. Sejak produk ini diperkenalkan di pasar, mereka yg tadinya enggan bermain golf dan lebih senang bermain tennis (karena katanya susah), beralih menjadi penggemar golf karena bermainnya lebih mudah dan fun… Sejak saat itulah olah raga golf semakin digemari secara massal di Amerika.
 
Contoh ketiga (yg sangat klasik dan senantiasa dijadikan sebagai case study di hampir semua sekolah bisnis) adalah bagaimana Southwest airline di Amerika berhasil memperbesar ‘kue’ domestic passenger dengan merubah para penumpang bus & KA menjadi consumer airline, yaitu dengan strategi menjadi kan tiket domestic (commuter) yg tadinya rata-rata sekitar $ 400 per trip menjadi hanya sekitar $ 40 (mungkin strategi ini yg coba diadopsi oleh Lion Air di Indonesia, sehingga penumpang yg tadinya naik bis dan KA menjadi penumpang pesawat karena harga tiketnya menjadi terjangkau… tapi tentunya tidak se fenomenal Southwest airline)
 
Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa disebut BOS? Ini mungkin sedikit sentimentil dan filosofis. Karena dalam buku ini untuk mempermudah pemahamannya, dibandingkan antara BOS dan ROS yaitu antara strategi bule ocean dan red ocean. Red ocean digambarkan sebagai sauatu keadaan dalam suatu industri dimana persaingan sangat ketat, head-to-head dan malah berdarah-darah, sementara disisi lain, sebenarnya ada suatu kondisi dimana persaingan itu menjadi tidak relevan, ibarat suatu lautan luas nan biru, dimana anda bisa berenang sepuas-puasnya sepanjang anda mau & mampu, tanpa harus takut dikejar-kejar pesaing… kondisi yg kedua inilah yg mau digambarkan oleh BOS tersebut (ini interprestasi pribadi saja, saya mungkin saja keliru menginterprestasikannya, bagusnya tanya pengarangnya saja langsung)
 
Intisari konsep bagaimana mendesign BOS dalam buku ini disajikan dalam 6 langkah prinsip utama yaitu (1) How to reconstruct market boundaries  (2)   Focus on the big picture not the  number, (3)  Reach beyond Existing Demand, (4) Get the strategic sequence right,  (5) Overcome Key Organizational Hurdles,  (6) Build execution into Strategy
 
Karena anggota milis kita ini sangat beragam dan belum tentu semua tertarik dengan bidang ilmu strategi seperti ini, dan supaya emailnya tidak kepanjangan, maka bagi rekan yg berminat menyimak detail BOS ini, dapat membacanya di attachment saja.  Have a nice reading. Hope you enjoy it dan semoga bermanfaat bagi rekan-rekan khususnya mereka yg belum sempat membaca bukunya. Bagi rekan yg mau berdiskusi atau ada sesuatu yg mau ditanya , I will be pleased to share,  to the best of my knowledge tentunya.
 
Salam – risto
 
Ps: Bila diantara rekan-rekan alumni karena berbagai kendala misalnya faktor waktu, dll,  ada yg mau dibantu dalam membuat summary/ringkasan buku-buku baru,  berikut bahan presentasinya (misalnya utk keperluan kantor, atau utk keperluan apa saja),  I will be pleased to help, utk itu saya dpt dihubungi via japri  (ah.. buntutnya promosi juga nih)
 

Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping


How much free photo storage do you get? Store your holiday snaps for FREE with Yahoo! Photos. Get Yahoo! Photos

Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke